Penyesalan terbesar dalam hidupku
Saat itu aku masih seorang anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar aku begitu ceria aku sangat lah dekat dengan nenekku karena ayah dan ibuku selalu sibuk bekerja akhirnya dengan nenek lah aku selalu bersama kedekatan dengan nenekku melebihi dengan kedua orang tuaku nenek tempatku bercerita tempatku menangis dikala sedang sedih nenek tempatku bersandar ketika aku ketika pundak ini ingin beliau selalu ada untukku dan selalu mengerti diriku tidak terfikir sedikit pun oleh otak ini tidak terbesit dalam diri ini bahwa aku akan segera berpisah dengan nenekku untuk selamanya.... Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah saat-saat beliau membutuhkanku aku seakan tak perduli dengan nenekku begitu jelas dalam ingatan betapa beliau begitu menyayangi diri ini akan tetapi diri ini seolah abai terhadap nenek yang menyayangi apalah daya diri ini yang masih kelas enam SD waktu itu fikiran anak kecil yang masih ingin banyak bermain ini dan itu.belum bisa untuk membuat aku patuh dengan nenekku terkadang masih suka membantah perkataan Nenek terkadang masih suka melawan dan ngedumel di belakang nenek disaat beliau butuh bantuan hanya sekedar untuk mencuci piring saja...
Hal yang paling Aku rindukan adalah saat-saat beliau memanggilku menyuruh untuk segera pulang dari bermain dan menyuruh untuk segera mandi terasa begitu cerewet namun dibalik cerewet nya beliau menyimpan begitu banyak kasih sayang untuk kami para cucunya usia nenek memanglah sudah tidak muda lagi beliau berusia sekitar sembilan puluh tahun kala itu... Suatu malam tiba tiba beliau jatuh sakit aku yang memang sudah mengetahui nenek yang sedang sakit saat itu masih belum begitu mengerti akan keadaan beliau Aku hanya sekedar menemani saja tanpa tahu harus berbuat apa ayah dan ibu yang baru saja selesai memanen jagung hasil mereka menanam terpaksa harus meninggalkan nenek yang sedang sakit hanya berdua denganku jagung yang belum kering sepenuhnya terpaksa ayah dan ibu menunggui karena cuaca yang kadang panas berubah tiba tiba turun hujan kapan saja sehingga mereka harus rela meninggalkan nenek yang sedang sakit untuk menunggui jagung tersebut karena keadaan dan kurangnya ekonomi nenek yang sedang sakit tidak bisa dibawa ke rumah sakit oleh orang tuaku jalan satu-satunya untuk segera mendapatkan uang hanyalah menjual jagung hasil panen maka dari itu ayah dan ibu memilih untuk menunggui jagung tersebut dan meninggalkan nenek untuk aku jaga seorang diri...