Gadis itu berjalan sendiri di tengah rintik hujan sore itu,seorang gadis dengan payung hitam dan masih lengkap menggenakan seragamnya
Itu Agatha gadis kelas 2 SMA yang barusaja pulang dari sekolahnya,seperti biasa dia berjalan pulang seorang diri,di keheningan langkah kakinya dia menelusuri trotoar jalan itu untuk kembali ke apartemennya dan beristirahat seperti biasanya
Hari itu hujan turun rintik rintik,angin musim hujan membelai lembut pipi dingin Agatha,seluruh tubuhnya dingin seperti cuaca hari itu
Tak seperti biasanya ketika keheningan sore hari yang ia temukan ketika berjalan pulang,hari ini terdengar samar samar sirine polisi dari kejauhan,entah apa yang sedang terjadi namun gadis itu tidak menghiraukan apapun selain dirinya yang ingin cepat cepat sampai di apartemennya yang hangat
Agatha terus menikmati langkah di tengah rintik hujan sore hari dengan sesekali melewati genangan genangan kecil di trotoar itu,dia tak menghiraukan suara sirine polisi yang semakin terdengar jelas di telinganya itu
Namun semakin lama suara itu semakin terdengar sangat jelas di telinga Agatha yang membuat ketenangannya semakin terusik,namun apalah dayanya yang hanya warga biasa dan tak mempunyai hak untuk melarang polisi membunyikan sirinenya
DARR!! DERR!! DORR!!!
Nampaknya keadaan semakin genting,terdengar polisi melepaskan tiga tembakan dan suara sirine itu semakin mendekat,Agatha sedikit mempercepat langkahnya,ia tak ingin menjadi saksi dari aksi yang terjadi di belakangnya itu
Agatha semakin ingin cepat pergi dari tempat itu,dia tak ingin melihat apa yang terjadi di belakangnya,samar samar dia mendengar suara langkah kaki dibelakangnya,orang itu terlihat berlari memecah genangan genangan di trotoar itu,Aghata berfikir dia sama seperti dirinya,sama sama tak ingin terlibat dengan apa yang terjadi di tempat itu
Hal yang sama sekali tak diduga oleh Agatha terjadi,badan tinggi itu menabrak tubuh mungil Agatha,tangan kekar yang membawa pisau itu dengan cepat dan cekayan melingkar di leher gadis itu
Agatha sangat terkejut akan peristiwa yang terjadi sangat singkat itu,payungnya jatuh entah kemana,dia hanya terdiam gemetar di pelukan pria itu,tubuhnya mulai basah karena air hujan rasa dingin semakin menusuk di tengah ketakutan yang mulai menjadi jadi ketika pria itu mengatakan ancaman kepadanya
"Diam saja aku tak akan benar benar menyakitimu! Tapi jika kau melawan maka aku akan benar benar menyakitimu!" bisik pria itu di telinga Agatha
Adu mulut pria misterius dan polisi itu semakin menjadi,dimana pria itu bersikeras akan menyakiti bahkan membunuh Agatha bila polisi mendekat ke arah mereka berdua
20 meter dari tempat Agatha dan pria itu berdiri beberapa polisi hanya terdiam sambil bersiaga dengan pistolnya dan sesekali salah satu diantara mereka membujuk pria itu agar melepaskan gadis tak bersalah di pelukannya
Pria itu mengancam kepaada polisi akan membunuh Agatha jika polisi mengambil satu langkah mendekat ke arahnya
"Jangan ikuti langkahku! Maka gadis ini akan selamat!" Pria itu berjalan mundur bersama Agatha yang masih dipelukannya,gadis itu hanya terdiam pucat disana sambil terseret seret mengikuti arah pria itu pergi
Pria itu membawa Agatha masuk ke dalam gang sempit mereka semakin ke dalam dan semakin jauh dari jalanan dan juga polisi
Diantara tembok gedung yang sempit dan sedikit gelap itu,pria misterius tersebut melepaskan Agatha,dia segera membuka Hoodie berwarna hitam yang dipakainya,bak seragam seorang detektif yang serbaguna,dia membalik Hoodie tersebut sehingga seperti berganti wujud menjadi Hoodie putih berlogo Supreme,Agatha hanya heran dengan kecerdikannya dia hanya diam dan memandangi pria itu tanpa arti
Pria itu membelakangi Agatha dan membuang masker bergambar tulang rahang manusia itu dan memakai masker hitam polos,Agatha hanya berfikir pria jahat itu tak ingin menunjukkan wajah kepadanya,tak lama kemudian pria itu berbalik dan memberikan Hoodie nya kepada Agatha
"Pakailah! Cepat! Atau kau akan habis disini!" ancam pria itu kepada Agatha
Tanpa fikir panjang Agatha mengambil dan memakainya,fikirannya sedang tak jernih saat itu,dia hanya ketakutan dan memikirkan keselamatannya,bahkan Agatha tak berfikir untuk kabur saat pria itu sedang lengah
Belum selesai Agatha merapikan pakaiannya,pria itu menarik tangan mungil Agatha dan menyeretnya keluar gang,dua pasangan itu terlihat serasi dengan pakaian sama berwarna putih,sebelumnya yang terlihat adalah gadis SMA yang sedang ditawan seorang penjahat misterius berpakaian serba hitam,namun kini pandangan itu sudah jauh berbeda
"Tunjukan arah ke rumahmu!" bisik pria itu kepada Agatha
"Ke..kenapa aku harus!" Agatha memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan pria itu
"Karena kau adalah sandera ku! Tutup mulut dan tunjukan saja!" ancam pria itu dibalik gandengan lembutnya diantara kerumunan
Malam mulai datang bintang bintang terlihat sangat jelas,jika sore tadi dihiasi dengan awan kelabu dan rintik hujan,malam ini awan sudah menghilang dan digantikan oleh kerlip bintang dilangit,suasana romatis yang sangat tepat untuk dua pasangan yang saling memadu kasih,harusnya seperti itu,namun tidak dengan Agatha,dia masih dipenuhi rasa takut dengan seorang pria yang terus mengancamnya
Setelah beberapa menit perjalanan kaki yang menegangkan,mereka berdua sampai di apartemen Agatha,dengan lega gadis itu duduk di sofa putih depan televisi itu sambil melemaskan otot otot nya yang menjadi kaku karena tegang
"Siapa yang ada tempat tinggalmu!?" tanya pria itu singkat sambil melihat sekeliling dengan waspada
"Hanya aku dan kau" jawab Agatha lirih sambil menenggelamkan wajahnya
"Jangan mencoba membohongiku,kemana keluargamu!"
"Aku tidak berbohong,aku hanya sendiri disini,keluargaku tinggal di rumah cukup jauh dari sini! Aku memilih tinggal di apartemen sendirian karena tempat ini dekat dengan sekolahku!" kata Agatha menatap lekat pria itu
Pria itu tidak menanggapi pernyataan itu,dia langsung menuju ke kamar mandi yang ada disana,Agatha sangat heran dengan perilakunya,apakah dia tidak ingin melahkukan hal jahat kepadanya
"Apakah pria itu akan merampok isi kamar mandiku? Ada apa disana? Bukanya jika ingin merampok harusnya dia menuju ke kamar,karena disana biasanya banyak orang menyimpan benda benda berharganya" kata Agatha lirih sambil terus berfikir lengkap dengan ekspresi wajahnya yang aneh
"Dia mandi!? Atau ingin mencuri air? Tapi untuk apa?" ucap Agatha sambil melirik ke arah kamar mandi ketika dia mendengar suara keran dinyalakan
Agatha terus memandangi pintu kamar mandi sambil terus mengira ngira apa yang dilahkukan oleh pria itu di apartemennya,bahkan dia sempat berfikir untuk membuat jebakan untuk mengurung pria itu
"Aku akan mengurungnya di kamar mandi lalu melaporkannya ke polisi! Tapi jika aku melaporkannya ke polisi dia akan menandaiku sebagai target kejahatannya,apakah aku akan menjahilinya saja! Ahh...tidak mungkin aku meniru sebuah film"
Agatha terus berfikir sambil menatapi pintu kamar mandi,dan tanpa sadar pintu itu telah dibuka seseorang dari dalam,Agatha terdiam sejenak ketika melihat seorang pria tampan yang keluar dari kamar mandi "ternyata pria itu masih muda! Dan wajahnya juga sangat tampan" gumam Agatha dalam hatinya
Pria itu keluar dari kamar mandi memakai celana pendek hitam dan setelan kaos putih yang tadi,dia terlihat sangat tampan ketika menggosok gosokan handuk ke rambutnya yang masih basah itu,tak disangka dibalik topeng yang menyeramkan,tersembunyi sebuah wajah manis,bahkan hampir tidak memungkinkan bila pria tampan ini adalah pria jahat yang tadi
Seketika pipi Agatha mulai memerah ketika melihatnya,dan dia membalikkan badannya ketika menyadari pria itu adalah pria jahat yang tadi,namun pipi merahnya tidak bisa menipu jika dia sedang terpesona
"Ada apa denganmu!?" ucap pria itu yang heran melihat tingkah laku Agatha
"Ti..tidak!!" jawab Agatha singkat
Pria itu tak menghiraukan Agatha lagi,dia langsung menuju ke dapur melewati Agatha begitu saja "tidak sopan! Menganggap rumah orang lain seperti rumah sendiri! Bahkan tidak meminta izin saat akan mengambil makanan dirumahku!" kata Agatha yang mulai kesal,rasa takutnya mulai hilang karena ditutupi oleh rasa kesal yang begitu besar
"Apa!? Apakah kau tidak terima!? Lebih baik kau mandi dan mencuci Hoodieku itu,besok aku akan memakainya!!" kata pria itu yang memunculkan wajahnya dari dapur,kelihatannya dia mendengar apa yang dikatakan Agatha barusan
"Kau!!!! Siapa kau berani memerintahku!! Bahkan ini rumahku bukan rumahmu!! Harusnya kau menurut padaku!!" kata Agatha yang berteriak kesal
"Bukannya seharusnya memang seperti ini! Kau hanya sandera jadi diam saja dan menurut,jika tidak aku tidak akan menjamin keselamatanmu" kata pria itu yang mendekat ke arah Agatha
Seketika pipi Agatha memerah,perasaan kesal,marah dan juga malu dia rasakan secara bersamaan,dan kemudian dia mengambil langkah berbalik badan untuk menuju ke kamar mandi
"Gadis baik! Hahaha!" kata pria itu lengkap dengan tawa ala pcycopat miliknya
Beberapa menit kemudian,atau tepatnya hampir setengah jam Agatha keluar kamar mandi memakai piamanya,gadis itu telihat segar dan manis dengan senyumnya yang malu malu ketika menyadari pria itu memandanginya,Agatha berlari kecil menuju kamarnya tanpa berkata apapun kepada pria itu
Beberapa menit kemudian gadis itu keluar dengan keadaan yang sudah sangat rapi,kemudian dia menuju ke dapur dan berniat untuk mengisi perutnya yang lapar
Saat sampai di dapur dia mengambil mie instan dan memasaknya lalu memakannya di meja kecil itu,saat dia sedang asyik dengan mie nya,pria itu menuju ke dapur dan duduk di hadapannya,Agatha sangat risih ketika pria itu memandanginya ketika dia sedang makan
"Apa maumu! Jangan memandangiku! Jika kau mau makananku maka buatlah sendiri!" kata Agatha yang memelototkan matanya ke arah pria itu,bukan wajah seram yang muncul namun malah wajah imut alaminya ketika sedang marah dan membuat pria itu tersenyum
"Aku mau" kata pria itu singkat sambil menarik mangkuk berisi mie instan hangat itu lalu memakannya tanpa memperdulikan Agatha disana
"Heii kau!! Hemppp...."
Agatha kemudian langsung berdiri dan mengambil mie instan dan memasak untuk kedua kalinya,dan dia membawa satu mangkuk lagi mie instan panas menuju ke meja makan untuk memakannya,kali ini dia begitu waspada dengan pria yang akan merebut makan malamnya itu,pria itu hanya terus menikmati mie nya dan tersenyum kecil
Pria itu dengan cepat menghabiskan makanannya sedangkan Agatha masih sibuk dengan mie-nya yang masih panas
"Heii... siapa namamu?" tanya pria itu memandang Agatha
"Agatha! Dan kau!?" jawab Agatha dengan mulut penuh dengan mie,dia menjawab namun tetap melihat ke arah makanan dan tidak memperdulikan etika ketika berbicara kepada orang lain
"Hempp namaku Jesson,tapi kau bisa memanggilku Jess" jawab pria itu yang mengaku namanya adalah Jesson
"Ouhh..." jawab Agatha singkat dengan mulut yang masih dipenuhi mie
"Hempp" pria bernama Aga itu tersenyum melihat tingkah Agatha yang menggemaskan,namun hal itu membuat Agatha tidak menikmati makannya
Dengan cepat Agatha menghabiskan makanannya dan mengambil minum di mejanya,dengan lega dia menaruh gelas itu dan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang didudukinya
"Hoaaammm!!! Aku kenyang"
"Hmpp..kenapa polisi tadi mengejarmu? Apakah kau pencuri? Atau penculik gadis haa!!! Penculik! Apakah kau akan menculikku besok dan menjualku untuk diperbudak di luar sana!" tanya Agatha tiba tiba dengan sok taunya dan dilengkapi dengan ekspresi ekspresi wajahnya yang dramatis
"Ha? Hahahahha!!!! Aku tidak berniat melahkukan hal itu, aku tidak tertarik dengan kejahatan seperti itu! Bahkan jika ingin melahkukan kejahatan,mungkin aku akan mencuri mahkota ratu Inggris saja haha!!" kata pria itu tertawa
"Lalu? Kenapa mereka mengejarmu? Dan kau membuatku jadi sandera! Pasti kau penjahat kan!!" kata Agatha sambil menatap kelat wajah Jess
"Hahah!! Bahkan aku terlalu muda untuk jadi buronan,tidak,aku tidak ada sangkut pautnya dengan kasus yang sedang ditangani para polisi sok tau itu" kata Jess yang tiba tiba kehilangan ekspresi wajahnya
"Lalu? Kenapa? Kasus apa? Dan berapa usiamu?"
"Usiaku baru 18 tahun, dan yang sedang diburu oleh polisi bukanlah aku tetapi ayahku,pria jahat itu membunuh dan menyiksa rekan bisnisnya,dan juga kejahatan yang tak kuketahui lainnya" jelas Jess dengan wajah tanpa ekspresi yang membuat Agatha menjadi tidak nyaman
"Lalu? Kenapa kau lari? Kenapa kau tidak membicarakan semuanya kepada polisi itu? Bukannya kau seharusnya tau dimana ayahmu? Atau jangan jangan kau mengarang cerita itu untuk membodohiku!!" tanya Agatha dengan alur tak menentu
"Hahaha aku tidak akan berbohong kepadamu!! Jika aku menyerahkan diriku dan membicarakan semua kebenarannya,mereka tak akan percaya,lagipula aku tidak tinggal bersama pria jahat itu,aku tinggal bersama ibuku"
"Tapi? Bukanya kau belum pernah mencobanya? Kenapa kau tidak membawa ibumu sebagai saksinya,kalau kau tidak bersalah? Dan satu lagi,kenapa polisi itu mengejarmu dan mencarimu? Kenapa tidak ayahmu!?"
"Sayangnya ibuku tidak bisa mengatakan apa apa, ibuku mengalami gangguan jiwa,itu juga karena pria keji itu" "kalau soal para polisi,dia mengejarku karena mereka menerima foto bukti wajah ayah saat masih muda, mungkin sangat mirip dengaku,saat itu aku tidak tau apa apa,tiba tiba polisi mengepung rumahku dan melepaskan puluhan tembakan sembarang ke dalam rumah,dan sejak saat itu aku hidup dalam pelarian"
Agatha menyimak cerita itu sangat serius,hingga dia membayangkan rangkaian kejadian yang terjadi pada Jess hingga dirinya menjadi buronan tidak bersalah di sini
"Kau naif! Tidak berani mengungkapkan kenyataan! Harusnya kau bisa meyakinkan mereka bahwa kau tidak bersalah,kau tidak perlu takut jika kau benar! Aku yakin kau akan terbebas dari pelarianmu jika kau berani membuak mulut!" kata Agatha dengan penuh simpati dan juga rasa kesal
"Hemp kau gadis kecil tidak usah sok bijak!" jawab Jess yang mengacak acak rambut gadis yang ada di seberang mejanya
"Aku bukan anak kecil! Usiaku sudah 16 tahun dan sebentar lagi 17 jadi diam kau!" kata Agatha yang menepis tangan Jess
"Hempp kau masih anak anak bagiku,karena kau lucu"
"Dian saja,lebih baik kau memikirkan dirmu sendiri! Buatlah keyakinan untuk dirimu,buktikan bahwa kau tidak bersalah!"
"Hahaha tidak mengapa! Dengan seperti ini aku bisa merasakan hidup dalam pelarian,dan satu lagi,karena masalah ini aku bisa sampai disini dan bertemu denganmu"
"Ha!? Ahh ...e mmm.. hmmmm..." pipi Agatha mulai memerah dan wajahnya mulai tenggelam,Jess tersenyum melihat Agatha yang menjadi salah tingkah karena perkataannya
"Maaf merepotkanmu hari ini! Besok aku akan segera pergi,terimakasih makanan dan kamar mandinya!" kata Jess yang menyudahi pembicaraan sambil berdiri meregangkan tubuhnya dan berjalan menuju sofa
"Eh..!! Kenapa kau emm...tidak tinggal saja untuk beberapa hari,polisi tidak akan menemukanmu disini!" kata Agatha sambil berlari mengikuti pria itu
"Hmm boleh! Tapi aku sudah memutuskan hal yang lain! Aku akan mencoba sesuatu dan jika gagal mungkin aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi" kata Jess yang berbalik badan dan mendekatkan tubuhnya ke Agatha,dia mengacak acak rambut gadis yang lebih pendek darinya itu
"Hempp!!!! Baguslah aku tak akan bertemu dengan pria jahat sepertimu!" kata Agatha sambil mencoba melepaskan tangan pria itu sambil memasang wajah kesalnya
"Hahahha!! Selamat malam" teriak pria itu kepada Agatha yang sudah lewat menuju kamarnya
Malam yang tenang udara yang sejuk,suasana yang tepat untuk tidur yang sangat tenang dan nyaman
Agatha terlelap dengan tuan Tedy bear miliknya di kamar yang nyaman,sedangkan Jess juga ikut mengistirahatkan tubuhnya di sofa putih depan televisi itu
Selamat malam dunia bersiaplah untuk hari esok,karena setiap hari esok adalah hari misterius yang harus di pecahkan
Pagi hari ketika matahari belum sempurna menampakan wajahnya,Agatha masih terlelap di tempat tidurnya,sedangkan Jesson dia sudah segar setelah keluar dari kamar mandi,dia memakai hoodienya lagi dan berpenampilan seperti saat pertama bertemu dengan Agatha kemarin sore,tidak ada lagi wajah humoris seorang Jess,yang ada hanyalah pria misterius yang tidak Agatha kenal sama sekali
Agatha belum sepenuhnya sadar dari mimpinya,samar samar dia mendengar suara pria berbisik lirih di telinganya
"Maaf merepotkanmu,dan tak sengaja dengan pertemuan sesingkat itu membuatku menyukaimu,jika boleh aku akan menemuimu setelah diriku yang ini telah menjadi diriku yang dulu,terimakasih"
Ucapan lembut itu membuat Agatha terkejut,beberapa kata tidak berhasil tertangkap dengan jelas karena dia masih belum sepenuhnya terbangun,rasa hangat dia rasakan ketika kata kata itu terdengar,Agatha langsung bangkit dan meninggalkan ranjangnya,dia melihat pintu kamarnya yang masih bergerak tanda baru saja seseorang menutupnya,dia berlari keluar kamarnya dan sudah tak ada seorangpun disana
Dia berlari keluar apartemennya berharap masih menemukannya,menemukan kehangatan yang tadi,namun itu sia sia,dia sudah pergi sudah tidak ada lagi
"Dimana dia!? Diamana? Kemana dia pergi!!? Dimana dia!?" Agatha terus bertanya tanya sediri disana,mencari keberadaan pria itu
"Kemana dia? Kenapa dia pergi begitu saja? Dan kenapa dia membuatku seperti ini?" Agatha kembali ke kamarnya dengan tergesa gesa,dia mencari Hoodie pria itu yang dia cuci kemarin,berharap dia belum benar benar pergi,namun dia tak menemukan satupun barang miliknya
"Kemana dia?" Agatha duduk memeluk lutut di ruangannya,dia seperti kehilangan sesuatu yang baru dan sangat berharga baginya,dia terus bertahan dengan posisi itu hingga sinar matahari masuk ke dalam kamarnya
Agatha memutuskan untuk melupakan kejadian semalam,dia mandi dan bersiap untuk ke sekolah seperti biasa,dia berjalan sendirian di trotoar itu,pikirannya masih dipenuhi pertanyaan tentang pria itu,kemana dia? Sebenarnya apa yang dia mau? Kenapa dia pergi?
Kejadian semalam membuat Agatha murung hari ini,pria itu seakan sudah menjadi candu untuk Agatga,dia tak akan pernah melupakan pria itu dan kejadian kemarin sore,dia berfikir tak akan pernah bertemu dengannya lagi,namun seperti kata katanya tadi pagi ketika dia akan menemui Agatha lagi,Agatha akan tetap menunggu dia kembali kepadanya
.....................*