Pak Lurah, seorang pria paruh baya yang gemar bersosialisasi, memiliki hobi unik yaitu mengunjungi pasar malam. Suatu malam, dia memutuskan untuk pergi ke pasar malam bersama dengan beberapa temannya.
Sesampainya di pasar malam, Pak Lurah dan teman-temannya langsung disuguhkan dengan berbagai macam hiburan dan jajanan. Mereka pun mulai menjelajahi setiap sudut pasar malam dengan penuh semangat.
Di salah satu stand, Pak Lurah melihat sebuah permainan yang menarik yaitu menebak isi kotak. Dia pun memutuskan untuk mencobanya. Dengan penuh percaya diri, dia memilih salah satu kotak dan membukanya.
Namun, alih-alih mendapatkan hadiah, Pak Lurah justru mendapatkan seekor keledai kecil. Dia pun merasa kecewa, tetapi teman-temannya malah tertawa terbahak-bahak.
"Pak Lurah, untung bukan singa ya?" canda salah satu temannya.
Pak Lurah pun hanya bisa tersenyum kecut.
Dia pun membawa keledai kecil itu bersamanya sambil terus berkeliling pasar malam.
Di stand lain, Pak Lurah melihat pertunjukan sulap yang memukau. Dia pun terpesona dengan trik-trik sulap yang dimainkan oleh pesulap tersebut.
Saking terpesonanya, Pak Lurah tanpa sadar naik ke atas panggung dan menjadi sukarelawan untuk trik sulap selanjutnya. Pesulap itu pun memasukkan Pak Lurah ke dalam sebuah kotak yang besar.
Namun, alih-alih mengeluarkan Pak Lurah dari kotak, pesulap itu malah menghilang tanpa jejak. Penonton pun mulai panik, dan teman-teman Pak Lurah berusaha untuk mencari keberadaan Pak Lurah.
Setelah beberapa saat, Pak Lurah akhirnya keluar dari kotak dengan membawa sebuah topi pesulap dan tongkat ajaib. Dia pun tersenyum lebar dan berpura-pura menjadi pesulap sungguhan.
Penonton pun bersorak-sorai dan bertepuk tangan. Pak Lurah pun merasa senang karena dia telah menghibur mereka.
Dia pun melanjutkan perjalanannya di pasar malam dengan penuh kegembiraan. Dia dan teman-temannya mencoba berbagai macam permainan dan jajanan, dan mereka pun bersenang-senang bersama.
Pada akhir malam, Pak Lurah dan teman-temannya pulang ke rumah dengan penuh kenangan indah. Pak Lurah pun merasa bersyukur karena dia telah memiliki pengalaman yang tak terlupakan di pasar malam.