Hidup memang tidak mudah,tapi juga tidak terlalu susah,namun kadang aku sebagai sapi iri dengan manusia yang punya akal,dan tubuh yang seimbang.
Apalagi ketika mereka sedang memakan kue kronologi (cromboloni) di kafe,kami (sapi) diberi makan rumput,dedaunan yang tidak enak dan air minum yang tercemar bakteri bakteri jahat.
Kami diberi tempat tinggal yang jelek, berkualitas rendah,dan bau yang tak sedap kami cium setiap harinya.
Rumah itu seharusnya menjadi tempat yang nyaman,namun bagi kami para sapi,rumah memiliki arti lain yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Tinggal di tempat yang sama setiap harinya, pemandangan nya pun hanya itu-itu saja.
Inilah alasan kenapa daging sapi tahun ini menjadi mahal, karena kami (sapi) juga butuh keperluan sebelum meninggalkan dunia.
Meninggalkan dunia ini sungguh berat rasanya,tapi tidak ada yang berkomentar tentang hal ini,manusia hanya menikmati daging kami yang lezat.
Mereka membuat nya menjadi rendang,kaldu, dan masih banyak lagi.
Dijadikan sebagai daging kurban memang terasa tidak enak, namun apa yang bisa ku perbuat dengan tubuh sapi ini.
Ini pengalaman hidup saya sebagai sapi yang ditujukan untuk di kurban.
Semoga kalian semua senang membacanya.
Dan semoga kalian mengerti keadaan sapi saat ini.
Sekian terimakasih.
Dari 'sapi al kurmah'
#Helpsapi!!🐮
#Ngertiinlahkamiparasapi🐄