Terlahir sebagai seorang indigo bukanlah kemauan ku, namun aku harus menerimanya karena bagaimanapun itu semua adalah takdir dari yang maha kuasa.
Namanya Alea,sejak usia 10 tahun Alea menyadari bahwa dia bisa melihat hal yang jarang bisa dilihat oleh mata normal manusia, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan mistis atau bisa dibilang dunia ghaib.
Awalnya Alea menjalani semuanya dengan tenang dan berusaha untuk menghindari semua makhluk-makluk yang terkadang berusaha ingin menganggu nya, karena mereka kerap kali meminta bantuan nya untuk membantu mereka, namun Alea selalu menolaknya karena dia tidak ingin terlibat dengan urusan mereka.
Malam itu jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari dan Alea tiba-tiba saja merasakan perutnya yang lapar, karena Alea tidak bisa tidur,dia pun memutuskan untuk membuat makanan di dapur rumahnya.
saat Alea sedang fokus memasak tiba-tiba dia mendengar sebuah suara dari luar pintu dapur.
'srek srek..'
suara itupun terdengar begitu dekat, namun Alea tak menghiraukan nya dan masih fokus pada masakannya.
sampai pada akhirnya ada suara lagi untuk yang kedua kalinya namun Alea pun masih tetap sama, ia tak menghiraukan nya sama sekali.
hingga tiba-tiba ada wajah yang muncul di pintu dapur, karena wajah itu menembus pintu Alea pun jadi terkejut dan reflek mengayunkan spatula yang dia pakai ke arah wajah itu.
saat Alea melihat ke arahnya, ternyata itu adalah sosok hantu wanita dengan rambut panjang menjuntai ke bawah dengan setengah wajahnya yang tertutup oleh rambut.
"Aduhh" pekiknya saat spatula Alea tadi mengenai kepalanya.
"Rasakan!" Ujar Alea padanya
Alea pun terlihat begitu kesal lalu ia pun memarahi hantu itu karena telah menganggu nya.
"kenapa kau memukul ku" ujar hantu itu pada Alea
"salahmu kenapa kamu mengagetkan ku"
"tapi aku kesepian,aku hanya ingin teman cerita, bisakah kamu menemaniku sebentar" pintanya pada Alea
"tidak bisa,aku sedang sibuk" kata Alea dengan ketus
"ayolah sebentar saja" pintanya lagi
"engga, ini sudah malam aku mau tidur"
"mau tidur apanya, bukankah kamu tadi habis memasak"
"iya karena aku mau makan, habis itu tidur"
"jadi kamu tidak mau menemani ku?" tanya hantu itu lagi
"tidak" tolak Alea lagi
"yah padahal aku tadi sudah jauh-jauh datang kesini saat melihat mu sedang memasak" ujarnya
"Ooo jadi tadi kamu yang tadi mengeluarkan suara seperti orang menyapu?" tanya Alea pada hantu itu
"hihi iya itu aku, lihatlah rambutku, itu suara darinya"
"jadi itu suara rambutmu? " tanya Alea lagi
"iya, bagus kan"
"bagus apanya itu brisik tau" kata Alea lagi padanya
"apa benar itu brisik?" tanyanya
"iya brisik banget, lebih baik kamu ke salon terus pangkas tu rambut biar ngak berisik"
"kejam sekali kamu" ujar hantu itu begitu kesal dengan ucapan Alea padanya
"makanya jangan gangguin aku! " kata Alea membentaknya
Alea yang kesal pun lalu mengusir hantu itu agar dia segera pergi, namun hantu itu malah menangis di hadapannya, karena suaranya yang begitu brisik dan menganggu,Alea pun jadi semakin kesal padanya dan memarahinya lagi, sampai kemudian hantu itupun akhirnya pergi.
Setelah itu Alea pun kembali melanjutkan masakannya yang tadi sempat tertunda,namun lagi-lagi ada beberapa hantu yang datang menganggu nya, bukan hantu wanita tadi melainkan hantu yang lainnya, dan kali ini yang datang adalah sosok poci dengan wajah yang begitu hitam, dan hanya bola matanya saja yang terlihat oleh Alea.
"ada apa datang kesini? " tanya Alea langsung padanya
"aku sedang mencari kekasih ku, apa kamu melihat nya"
"apa hantu wanita berambut panjang itu kekasihmu?"
"iya, apa kamu melihat nya"
"dia pergi, cari saja mungkin belum jauh" kata Alea padanya
"baiklah kalau gitu terimakasih, lanjutkan masakanmu aku tidak akan menganggu mu" kata hantu itu lagi pada Alea
"iya sudah kalau gitu, pergilah!"
Poci itupun akhirnya pergi karena dia tidak ingin membuat Alea marah padanya.
Setelah poci itu pergi kini muncullah hantu yang menarik narik daster Alea hingga membuat Alea kembali kesal dibuatnya.
"eh aku kira hantu apalagi ternyata tuyul" ujar Alea saat melihat hantu itu
"kak apa ada uang di rumah ini?" tanya tuyul itu pada Alea
"kalau mau duit tuh kerja, hari gini masih ada aja yang pakai tuyul" kesal Alea
"jadi kak,ada atau tidak?"
"cari di tempat lain saja, atau kamu mau aku goreng disini!"
Alea pun menunjukkan wajan dengan minyak goreng yang begitu panas dan meletup-letup itu pada tuyul itu.
tuyul itupun kemudian pergi, bukan karena takut akan di goreng,melainkan dia takut dengan wajah Alea yang begitu seram saat Alea memarahinya tadi.
Setelah itu Alea pun kembali memasak dengan tenang karena hantu-hantu tadi tidak datang lagi menganggu nya.
Masakan yang dibuat Alea pun kini sudah matang,dan dia pun segera memakannya dengan cepat karena setelah itu dia akan kembali lagi untuk tidur.
Saat Alea akan kembali ke kamarnya tiba-tiba saja di depan kamarnya ada sesosok pria dengan muka pucat yang sedang melihat ke arahnya, Alea yang sudah mengantuk pun mengabaikan sosok itu dan memilih untuk langsung masuk ke kamarnya.
"tunggu, aku tau kamu bisa melihat ku?" ujar sosok itu menghentikan langkah Alea
Alea pun masih tetap mengabaikan nya dan hendak membuka pintu kamarnya.
"tolong aku, hanya kamu yang bisa membantuku" kata sosok itu lagi, kali ini dia memegang tangan Alea.
Alea pun merasakan tangan pria itu begitu dingin, sehingga Alea dengan reflek menghempaskan tangan itu.
sosok itupun tidak marah saat Alea menghempaskan tangannya dan dia malah tersenyum pada Alea.
"kenapa kamu tersenyum?" tanya Alea pada sosok itu
"tidak apa, aku hanya baru pertama kali melihat gadis galak seperti mu"
"apa kamu bilang aku galak!"
"tidak tidak aku hanya bercanda kok, oh iya apa kamu mau membantuku sekarang?"
"tidak, untuk apa aku membantumu"
"oh begitu ya, baiklah kalau gitu kamu masuklah aku akan menunggu disini sampai kami bersedia membantuku"
"bagaimana jika aku tidak ingin membantumu?"
"jika kamu tidak ingin membantuku mungkin aku tidak akan bisa pergi" kata sosok itu yang terdengar begitu pilu.
"hmmm baiklah kalau begitu,apa yang bisa aku bantu?" tanya Alea yang pada akhirnya luluh karena ia merasa kasihan pada sosok itu.
"apa kamu mau membantuku?"tanya balik sosok itu saat Alea bertanya padanya.
"katakan cepat"
sosok itupun akhirnya memberitahu Alea bahwa tujuannya meminta tolong pada Alea adalah supaya Alea bisa memberi tau keluarga nya untuk mengikhlaskan nya pergi karena dia sudah hampir satu tahun ini koma di RS.
"jadi kamu menyuruhku untuk pergi ke RS malam ini?" tanya Alea yang masih tidak percaya dengan permintaan sosok itu padanya
"iya lea, lebih cepat lebih baik, tolong bantu aku,karena aku sudah lelah dan tersiksa dengan peralatan dokter yang menancap di tubuhku lea"
"lalu bagaimana aku bisa kesana,ini sudah malam"
"aku bisa membawa mu kesana"
Entah bagaimana caranya sosok itu membawa Alea pergi, tiba-tiba saja Alea sudah berada di RS tempat dimana sosok itu di rawat.
sosok itupun menunjuk seorang wanita paru baya dan juga seorang pria paru baya yang sedang berdiri di depan ruang rawat inap di rumah sakit itu.
"itu orang tuaku, tolong kamu yakinkan mereka supaya mau mengikhlaskan ku"
"bagaimana caranya, bagaimana jika mereka tak percaya padaku?"
"aku akan membantumu agar mereka bisa percaya padamu"
"hmmm baiklah kalau gitu"
lea pun pada akhirnya pasrah dan diapun mulai mendekati orang tua dari sosok yang bernama Gavin itu.
Saat lea sudah mendekat dia pun mulai memperkenalkan dirinya pada orang tua Gavin dan dia juga mulai memberitahu orang tua Gavin bahwa Gavin memintanya untuk berbicara pada mereka mengenai kondisi Gavin yang sebenarnya.
namun tiba-tiba saat lea akan memberitahu mereka, sebuah keajaiban pun muncul, dan dokter memberitahu mereka bahwa Gavin telah sadar dari koma nya.
orang tua Gavin yang mendengar itupun langsung masuk ke dalam ruang rawat Gavin dan mengabaikan lea yang masih berada diluar ruangan.
Lea pun hanya mondar-mandir di depan ruang rawat itu karena dia bingung harus bagaimana, dia pun juga tidak memiliki ongkos untuk pulang ke rumah nya.
saat ia binggung ada beberapa sosok yang menemaninya termasuk hantu wanita dan poci tadi yang ternyata juga ikut ke RS menemani lea.
"kalian disini?" tanya lea pada mereka
"iya karena kami khawatir padamu"
"khawatir kenapa?"
"kalau hantu cowok tadi nyulik kamu bagaimana, kami nanti ngak bisa denger celotehan kamu dong" kata poci itu
"dia bukan hantu, dia manusia"
"iya kan sebelumnya hantu"
"iya deh terserah kalian aja"
Alea pun semakin binggung bagaimana cara dia pulang ke rumahnya, sampai tiba-tiba orang tua dari Gavin keluar dan memberikan nya ongkos untuk pulang.
Alea pun menerima uang itu karena dia juga harus pulang atau keluarganya nanti akan mencarinya.
Beberapa hari kemudian rumah Alea tiba-tiba saja kedatangan seorang tamu, dan itu membuatnya terkejut karena wajah nya begitu familiar bagi Alea.
"Hai Alea, apa kamu masih mengingatku?"sapa tamu itu pada Alea
"ka-kamu... "
"Aku Gavin Alea, apa kamu sudah melupakan ku"
"jadi kamu hant.., eh maksudnya Gavin yang sempat koma di RS itu?" tanya Alea memastikan nya
"iya Alea, aku kesini mau bilang terimakasih karena kamu sudah menolong ku waktu itu"
"iya sama-sama,baguslah kalau kamu udah sembuh sekarang" kata Alea turut senang
"oh iya Alea maaf ya karena aku tidak bisa mengantar mu untuk pulang waktu itu"
"iya gapapa kok, lagian orangtua mu juga sudah memberi ku ongkos untuk pulang"
"walau bagaimana pun tetap saja lea, aku beberapa hari ini mencemaskan kamu"
Meskipun Gavin sudah meminta pada orangtuanya agar memberikan ongkos pada lea untuk pulang namun tetap saja Gavin begitu khawatir karena orang tua Gavin tidak mengantar lea pulang ke rumahnya secara langsung.
"tidak apa Gavin, kan aku juga sudah kembali ke rumah, jadi jangan terlalu khawatir"
"Oo iya lea apa aku boleh masuk ke dalam, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" tanya Gavin pada Alea
"maaf Gavin sebenarnya aku akan menikah jadi tidak baik mempersilahkan orang lain untuk masuk ke rumah"
saat Gavin mendengar itu dia pun langsung patah hati, padahal tujuan dia sebenarnya adalah untuk mendekati Lea.
"ooo begitu ya Lea, kalau gitu bolehkah aku menganggapmu sebagai adik?"
"maksud kamu? "
"Aku ingin jadi kakakmu Lea, jadi kalau kamu suatu saat butuh bantuan ku, kamu bisa cari aku"
"tapi Gavin, bukankah itu akan merepotkan mu?"
"tidak Lea sama sekali tidak"
Setelah mengatakan itu Gavin pun memberikan kartu namanya pada Alea, dan menyuruhnya untuk menyimpan nya baik-baik.
"ini kartu namaku,kalau ada apa-apa kamu bisa langsung menghubungi ku"
Lea pun kemudian menerimanya, setelah itu Gavin pun pamit pada Lea karena dia masih ada urusan yang harus ia selesaikan.
Setelah Gavin pergi Lea pun membaca kartu nama dari Gavin.
"Gavin Leonard Alexander, CEO Flazz Group"
"jadi dia CEO brand terkenal itu, wah Lea entah ini keberuntungan atau kesialan bagimu" batin Lea yang masih tak percaya dia baru saja bertemu dengan CEO perusahaan besar.
Singkat cerita Alea pun memutuskan untuk menutup mata batinnya karena dia ingin hidup normal setelah menikah.
lalu Lea pun mendatangi beberapa Kyai dan juga ustadz untuk membantunya.
Sebelum Lea menutup mata batinnya dia sudah berpamitan dengan teman-teman ghaib nya terlebih dahulu.
"mungkin setelah ini aku sudah tidak bisa melihat kalian lagi" kata Lea pada mereka
"kami tau Lea, kamu jaga diri baik-baik ya kami mungkin akan merindukan mu"kata poci pada Lea
"Lea kalau ini memang keputusan mu, aku juga akan mendukungmu kok" kata hantu wanita itu juga
"kak Lea, aku juga ngak akan ambil uang lagi di rumah kakak"
"hmmm aku harap kalian semua juga yang akur ya, om poci jangan tinggalin tante kunti lagi, kasian dia kalau ngak ada temannya main"
"iya Lea jangan khawatir, aku akan temenin dia kok"
"oh iya yul,kamu juga jaga diri jangan mau disuruh-suruh orang untuk ngambil duit lagi ya"
"iya kak Lea"
Mereka semua pun menangis saat Lea sudah memejamkan matanya, setelah beberapa menit saat Lea membuka matanya, dia pun hanya melihat pak kyai dan juga pak ustadz yang baru selesai menutup mata batinnya.
"Nah nak Lea sekarang mata batin kamu sudah kami tutup" ujar pak kyai pada Lea
"Benarkah pak, apa sekarang aku sudah tidak bisa melihat mereka' lagi?"
"Iya nak Lea, kamu sekarang sudah tidak bisa melihat mereka lagi"
Alea pun akhirnya bisa bernafas lega karena mata batinnya telah tertutup.
Beberapa bulan kemudian Alea pun menikah dengan seorang tentara dan kini dia sudah dikaruniai 3 orang anak.
Alea pun kini menjalani hari-harinya dengan bahagia bersama dengan keluarga kecilnya.
Selesai.