Aku adalah seorang suami yang selalu menginginkan cinta dari istriku, pernikahanku sudah berjalan hampir 5 tahun namun setiap harinya istriku tidak pernah memperlakukan aku sebagai suaminya. aku bagaikan lelaki yang berdiri di ujung pedang, berharap menantikan kasih sayang yang akan datang.aku adalah seorang pria beristri namun aku juga adalah seorang perjaka. karena di dalam pernikahan itu, aku tak pernah melakukan hubungan suami isteri.
setiap kali aku pulang dari tempat kerja aku akan selalu disambut istriku dengan kegetiran hidup ini, tidak pernah tersenyum atau tertawa padaku. namun aku diam saja, karena aku benar-benar mencintai istriku. 5 tahun aku telah bertahan, perasaan yang selalu membuatku seperti lelaki yang tidak berguna.
5 tahun kami jalani layaknya pasangan pemain sinetron atau sandiwara, karena di hadapan orang tua istriku kami nampak sangat akrab dan penuh kasih sayang.
hingga suatu hari saat aku melakukan perjalanan dinas kerjaku, aku bertemu dengan seorang wanita dengan keadaan yang mengenaskan mengalami kecelakaan, namun tidak ada seorangpun yang menolongnya nya. hingga hati iba itu pun datang padaku, untuk menolong sang gadis. akhirnya aku mulai mendekati korban kecelakaan itu kuangkat tubuh itu dan kumasukkan ke dalam mobilku. aku selalu berdoa kepada Tuhan agar wanita ini baik-baik saja, karena kalau terjadi sesuatu pada gadis ini maka akulah yang akan menjadi tersangkanya.
beberapa hari telah berlalu semenjak aku menolong gadis korban kecelakaan itu. gadis itu telah sadar dan kondisinya sudah membaik.
" apakah Tuan ingin memakan sesuatu?." tanya gadis itu.
" tidak usah aku bisa memasak sendiri." jawabku " Tuan namaku adalah Aliya panggil aku Lia, jadi tolong panggil aku nama itu hingga kita tidak harus memanggilku kau dan aku." jawab Lia.
" kalaubbegitu panggil namaku Adam hingga kau tidak usah memanggilku Tuan." seru Adam
" Tuan terima kasih, kau telah menolongku." guman Lia.
" apa yang barusan kukatakan, panggil namaku Adam tidak usah memanggil ku tuan." seru ku
" Oya mas Adam, apakah mas Adam tidak memerlukan sesuatu?." tanya Lia kepadaku.
" aku akan membuatnya sendiri, kalau aku perlu sesuatu jadi sekarang kau istirahatlah." seruku kepada Lia.
karena yang kulihat gadis itu belum sembuh secara total.
Hari berganti Hari bulan berganti bulan akhirnya sudah 2 bulan Lia tinggal bersamaku aku. gadis muda itu begitu cekatan dalam bekerja dia pun selalu memperhatikan apapun kebutuhanku.lia tahu kalau aku sudah menikah, tapi gadis itu tidak pernah mempunyai pikiran yang aneh padaku, jujur saja kalau lelaki yang sendiri. aku akan menikahi gadis sebaik lia memang kalau kuakui wajah Lia tidak secantik wajah istriku, tapi perhatian yang diberikan Lia padaku membuatku ku susah untuk bertahan di dinding cintaku pada istriku. hingga beberapa hari kemudian tiba-tiba datang surat dari pengadilan yang berisikan gugatan cerai kepadaku dari istriku, aku begitu shock setelah melihat surat itu, bagaimana tidak istri yang kucintai selama 5 tahun ini dengan teganya dia memberikanku surat cerai. bingung, bimbang, dan kecewa itulah yang ada di hatiku. dengan rasa berat aku pergi menemui istriku untuk membicarakan hal itu. namun apa yang terjadi kulihat istriku bersama seorang lelaki yang ku yakini dia adalah kekasih dari istriku. aku tidak ingin membuat keributan karena itu dengan sabar aku mendekati istriku dan bertanya padanya.
" mengapa kau menggugat ku sayang." seruku kepada istriku. dan istriku hanya tersenyum dan mengatakan
" 5 tahun kita berpura-pura sebagai suami-istri tidakkah Kau mengerti, aku begitu tertekan selama 5 tahun ini sudah kucoba untuk mencintaimu selama itu. namun cinta itu tak kunjung datang hingga suatu saat aku bertemu dengan seorang pria yang datang dengan cinta yang begitu luar biasa." jawab istriku. begitu panas hatiku saat mendengar perkataan istriku, namun dengan sabar ku dengarkan perkataan istriku.
" haruskah seperti ini?." tanyaku pada istriku " berikanlah aku kebahagiaan wahai suamiku, lepaskanlah aku.. karena aku ingin bahagia, karena aku ingin merasakan cinta yang tidak bisa kurasakan darimu." jawab istriku. begitu terpukul nya hatiku saat mendengar perkataan istriku memang benar adanya selama 5 tahun dia tidak pernah bisa mencintaiku, walaupun kuberikan cinta sebesar dunia pun istriku tidak akan bisa menerimanya. karena rasa cinta itu tidak pernah datang kepada istriku, hingga akhirnya aku mencoba untuk mengikhlaskan perasaanku ini. " baiklah kalau begitu, jika itu keinginanmu aku akan segera memberikan surat itu." gumanku kepada istriku. setelah itu aku mulai menjalankan mobilku menuju tempat dinasku, hancur itu adalah 1 kata yang telah ada di dadaku. namun apalah daya, aku tidak ingin memaksa istriku untuk mencintaiku karena cinta itu tidak bisa dipaksakan. aku kembali dengan perasaan yang tak terkata,saat aku memasuki rumah dinas, dengan gontai kubuka pintu itu hingga nampak gadis yang sudah 2 bulan ini bersamaku.
" ada apa denganmu mas Adam?." tanya Lia kepadaku.
" istriku telah menggugat cerai aku." jawab ku " mengapa bisa begitu?." guman Lia.
" cinta Yang Ku nanti selama 5 tahun ini tidak pernah kudapatkan, sedangkan istriku dia telah mendapatkan cinta dari lelaki lain." jawab ku kepada Lia.
hal itu membuat Lia menitikkan air matanya " bersabarlah mas Adam, Tuhan akan memberikanmu gadis yang mencintaimu dan dan kau mencintainya." jawab Lia sambil menenangkanku, kulihat sosok gadis manis dengan senyum yang mempesonanya.
setelah beberapa hari usai perceraianku dengan istriku, aku mencoba menata hatiku aku ingin berdiri tegar. iya si gadis manis itu selalu memberikan ku semangat memberikanku kekuatan hingga terbesit di pikiranmu kalau aku tidak ingin kehilangan dia.
Tiga bulan kemudian
" mas Adam ini ada surat dari entahlah mungkin penggemarmu seru seru lihat padaku kemudian kuambil surat itu dari tangan Lia kulihat surat itu dan entah mengapa aku ingin membaca surat itu di depan Lia.
" aku mencintaimu mas Adam!." seruku dengan lantang agar Lia mendengarkannya.
" wah mas Adam ada penggemar nih." guman Lia bukan ini yang ku inginkan tidak ada rasa cemburu di wajah Lia, sebenarnya aku ingin membuat lihat cemburu dengan surat ini.
" oh ya mas Adam, aku kan sudah sembuh mungkin beberapa hari atau minggu lagi aku akan pindah dari sini." guman Lia. sontak hal itu membuat jantungku seolah berhenti. 6 bulan kebersamaan kami dan sekarang Lia ingin meninggalkanku, hatiku tidak bisa berpikir lagi. " pakah kau tidak betah disini Lia?." tanyaku kepada Lia.
" bukan mas, bukan begitu. kita ini kan bukan suami istri, dan tidak baik jika ada orang yang bermaksud jahat kepada mas Adam. mereka akan mengatakan mas Adam itu menyembunyikan wanita yang tidak baik." jawab Lia.
ya aku tahu apa yang ada dipikiran Lia, kemudian aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan kepada Lia dan semoga Tuhan memberikan aku keajaiban hingga gadis itu mau menerima perasaanku.
" Lia." gumanku
" iya mas Adam." jawab Lia.
" seandainya aku mau menikahimu bagaimana?." gumanku.
" itu seandainya mas, seandainya mas Adam menikahiku tentu aku mau, tapi mas itu kan bukan kenyataan jadi mas Adam tidak usah menggodaku." Jawa lia kemudian tertawa.
" kalau aku menikahimu beneran bagaimana?." seru ku kepada Lia.
Lia hanya tersenyum menatap wajahku.
" aku beneran akan melamarmu lia !!."seruku yang membuat Lia terkaget.
" ih mas Adam jangan bercanda deh, nggak lucu ." jawab Lia sambil tersenyum.
" kalau kau tidak percaya aku akan menikahimu sekarang dan membawamu ke KUA." seru ku yang membuat Lia terkaget.
" mas Adam jangan bercanda." jawab Lia.
" aku tidak bercanda Lia." jawabku dengan wajah yang sudah menunjukkan keseriusan.
" kalau mas Adam tidak bercanda, besok bawa aku ke penghulu." jawab Lia.
" apakah beneran Lia." seruku.
" kalau mas Adam beneran masa aku bohongan." jawab Lia.
akhirnya masa itu telah datang aku ingin bahagia bersama wanita yang mencintaiku.
" benarkah Lia ?." seru ku
" tentu mas, aku kira mas selama ini tidak ada perasaan padaku, maka dari itu aku diam saja saat mas mendapatkan surat dari parah wanita-wanita itu." jawab Lia.
pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya aku mendapatkan seorang wanita yang sangat menyayangiku. sehingga pernikahan pun aku gelar secara sederhana dan ku undang mantan istriku " semoga kita sama-sama berbahagia." guman mantan istriku sambil menjabat tanganku. akhirnya aku dan mantan istriku telah mendapatkan kebahagiaan kami masing-masing.
" ILOVE YOU." bisikku di telinga isteriku.
" LOVE YOU TO " balas Lia isteriku.
akhirnya aku bisa merasakan kehangan cinta dari seorang isteri.
❤️❤️ END ❤️❤️