Hai semua perkenalkan aku Esy itu nama panggilanku,nama lengkapku udah di atas ya panjang banget,mungkin ada yang tidak bisa menyebutnya,sapa aku Esy aja cukup kok,alamat domisili pulau dewata bali,disini aku mau ikut challenge dari Ruang Author untuk membuat sebuah cerpen,semoga kalian semua suka dengan coretan tanganku ini ya?Terima kasih tim dari Ra Hk,Yosh,Dewi,Mami moon,Kak Ar Nita untuk kesempatannya.
****
Senja Di ujung Asa
Hidup itu perjalanan,aku tak menyangka akan menghadapi hidup seperti ini.
Aku begitu sangat mempercayainya sampai sampai aku tak sadar kalau orang yang begitu aku percaya,aku cintai dan aku sayangi ternyata menjadi yang paling menyakitkan hatiku.
Semua di luar dugaanku sampai sampai aku tak bisa menahan air bening ini mengalir tanpa perintah di sudut netraku.Tetapi aku yakin dan percaya kalau cinta dan jodoh takkan kemana mana sekalipun ia berhubungan dengan orang lain.Aklu yakin dan percaya hal itu.Kalau dia takdirku maka hal itu akan terjadi.
Aku bersamanya dari sejak lulus SMA,kala itu kita seppakat untuk sama sama melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan karena aku adalah anak kesayangan papa dan mama aku jadi cita cita ku untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di perbolehkan asal jangan sampai jauh dari mereka.
Ya walaupun aku tak menyukainya tetapi aku tak bisa melawannya,aku juga tak ingin kedua orang tuaku skait hati dengan penolakanku.
Dia pun tak ingin meninggalkan aku tetapi kedua orang tuanya bersikeras untuk melanjutkan studinya di eropa.
Ya mau bagaimana lagi,keinginan orang tua yang melahirkan kita tak bisa kita tolak.
"Senja,maafkan aku karena tak bisa menatapmu pergi lagi bersama sang pujaan hatiku,kini kami berbeda kota bahkan benua,cinta kaminterhalang oleh jarak dan waktu,aku tahu itu hal tersulit yang tak bisa aku terima dengan lapang dada tetapi demi cita citanya dan cita citaku kami harus berpisah untuk sementara waktu."Aku menukis di buku harianku di waktu senja tadi.
Kebiasaanku yaitu menulis apapun yang aku rasakan di sebuah buku diary kesayanganku yang hanya aku dan diaryku yang tahu.
Ketika sedang menatap jauh ke ujung jalan dari atas balkon tanpa sengaja aku melihat sesosok pria muda berjalan dengan sedikit menoleh ke belakang sebentar ke depan.
"Siapa priaa itu?"gumamku pada diriku sendiri.
Oh ternyata dia pria yang sangat aku kenal Tommy dia adalah sahabatku ia terlihat tergopoh gopoh mendatangiku,dari kejauhan ia telah melihatku diatas balkon sehingga ia melambaikan tangannya padaku.
"Jingga ini aku,please turun kesini sebentar.."ucapnya terbata bata.
"Iya aku turun sebentar...!!"Jawabku sambil ku balas lambaian tanganku.
Aku pun turun ke bawah dan menemuinya.
"Ada apa Tommy?"Tanyaku padanya.
"Nih minum air dulu,"ucapku sambil ku sodorkan segelas air mineral padanya.
"Ada apa Tommy,"ucapku lagi saat ia telah selesai meneguk air minumnya.
"Ray memintaku kesini untuk membawamu menemuinya karena jam sepuluh malam nanti Ray akan terbang ke eropa,tolonglah aku Jingga ikutilah maunya Ray ia sangat menyayangimu."Ucapnya memohon padaku.
"Kenapa secepat itu Ray pergi ke eropa padahal aku dan dia sudah berjanji untuk beberapa hari ini berkeliling kota ini melepaskan hal hal yang mengganjal di hati ini bersamanya."Ucapku sambil menghela nafas panjang.
"Ayolah Jingga please!!"Rengek Tommy padaku sambil memegang tanganku.
"Baiklah tunggu aku ganti pakaian dulu ya?"Ucapku sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
Ketika masuk ke dalam rumah aku di tatap penuh tanda tanya oleh Kak Adam yang sementara mencuci motor harley davidsonnya.
"Mau kemana dek?"Tanya kakakku yang over protektif banget itu.
"Mau sama Tommy keluar sebentar kak Adam!!"Ucapku sambil melangkah masuk ke dalam rumah untuk segera mandi dan bersiap siap.
"Nggak boleh lama lama ya dek?"Teriak Kak Adam mengingatkan aku.
"Iya kak,tumben baik banget!!"Ucapku sambil melangkah masuk ke kamar mandi.
Dalam hitungan sepuluh menit aku pun selesai bersiap siap dan menemui Kak Adam untuk pamit.
"Kak,adek pamit sebentar ya satu jam saja kok kak?"Ucapku sambil ku cium pipinya.
"Tumben baik banget dek,ada apa dek kok kelihatannya baik banget."Ucap Kak Adam lagi.
"Nggak apa apa kak,nanti Jingga cerita ya,bye bye!!"Ucapku sambil melambaikan tangan pada Kakakku Adam.
"Tommy,jaga Jingga ya,"ucapan kak Adam membuat Tommy kaget karena ia tak pernah berbicara dengan Adam sebelumnya.
"Baik Kak...kami pamit kak!!"Ucap Tommy pada Adam.
****
Seorang pria berwajah dingin dan tampan menatap jauh di sebuah taman di pinggir kota tepatnya di dalam sebuah bungalow pribadi yang sangat indah itu.
Di luar terdengar sebuah ketukan pintu dan ia pun mempersilahkan masuk bagi yang mengetuk pintu itu.
"Ray...!!"Sapa aku ketika pintu terbuka.
"Jingga...!!"Ucap Ray sambil mendekati Jingga dan memberi isyarat pada Tommy untuk pergi dari hadapannya.
"Jingga maafkan aku,karena malam ini aku akan pergi ke Eropa bersama papa dan mama,aku tahu ini mendadak tapi itu bukan kemauanku Jingga,aku hanya mengikuti apa kata orang tuaku,aku tak ingin jauh darimu tapi aku tak bisa sayang!!"Ucap Ray panjang lebar.
Aku hanya diam dan tanpa kata!!
"Ray,maafkan aku juga karena kedua orang tuaku tak mengijinkan aku untuk ikut denganmu ke Eropa,aku tahu itu hal yang sulit bagi mereka tetapi tetapi sulit juga bagi hubungan kita."ucapku terbata bata dan Ray paham dengan maksudku.
Ray merangkul pundakku dan membenamkan wajahnya di ceruk leherku dan tanpa sadar ia pun membalikkan tubuhku dan memelukku dengan sangat erat kemudian mengecup pucuk kepalaku dan memelukku erat.
"Jinggaku,aku mencintaimu tulus aku harap setelah kepergianku kamu tetap menjalani hidup seperti biasa dan aku harap kamu tetap menjaga kepercayaanku dan cinta kita ini Jingga."Ucapnya sambil perlahan mengecup keningku dan pipiku serta bi**** dan ia pun memelukku dengan penuh rasa sayang.
"Maafkan aku sayang aku harap kita bisa bertemu lagi disaat kesempatan itu datang."Ucap Ray lagi.
"Ray aku mencintaimu,jagalah cinta kita,walaupun disana kamu tergoda dengan wanita lain tetapi ingatlah hatimu hanya milikku selamanya,aku tak ingin melarangmu karena hal itu manusiawi banget Ray!!"Ucapku sambil memeluknya erat dan perlahan pelupuk mataku memanas dan butiran bening itu pun luruh dari netra indahku.
Ray memelukku dengan penuh kasih sayang,setelah itu kita berdua pun pamit pada Tommy untuk berkeliling kota sebelum Ray berangkat.
Berkeliling kota bersama pujaan hati mengendarai motor harley davidson milik Ray sangat menyenangkan.
****
Malamnya aku tak bisa mengantarkan kepergian Ray karena itu hal mustahil yang nggak akan terjadi.
Tak mungkin Kak Adam yang over protektif banget memberiku ijin.
Singkat cerita waktu berlalu begitu cepat sampai aku pun selesai wisuda dan mendapat gelar dokter dan aku juga mengambil publik relathionship karena kejeniusanku aku hanya bisa menempuh bangku kuliahku selama 4,5 tahun dan lulus dengan cumlaude.
***
Tujuh tahun telah berlalu dan hari ini hari pertama aku masuk kerja di sebuah rumah sakit swasta,aku tak pernah menyadari kalau hari ini hari dimana seorang wanita berjuang antara hidup dan mati mempertahankan nyawa bayi dalam kandungannya.
Di ruang ibu bersalin aku dihadapkan pada keadaan yangs sedikit sulit karena pasienku itu tak bisa mengedan dengan baik oleh karena itu aku meminta bertemu keluarganya untuk merundingkan langkah apa yang harus diambil karena hal itu butuh persetujuan dengan keluarga.
Akhirnya aku pun keluar dari ruang bersalin menemui keluarganya.
"Keluarga ibu Dita?"Ucapku dengan suara lantang.
Tiba tiba yang muncul seorang pria berjas hitam dengan beberapa bodyguard menuju ke arahku.
Saat aku melihatnya aku langsung syok dengan apa yang aku lihat.
"Ray...!!"Ucapku terbata bata.
Formulir dalam genggamanku terjatuh tanpa aku sadar dan pria berjas itu pun memungut kertas kertas itu dan memberikan padaku.
"Ini kertasmu dokter...!!"Ucapnya tanpa senyum dan ia seolah olah tak mengenaliku.
"Apakah anda dokter yang membantu persalinan?"Tanyanya tanpa sedikitpun senyuman.
"Ehmmm iya iya...mohon tanda tangan untuk segera dilakukan operasi karena pasien dalam keadaan gawat."Ucapku masih bergetar suaraku karena dalam hati kecilku tak menyangka Ray akan berubah seperti itu seperti orang asing yang tak nengenaliku.
"Tega banget kamu Ray,aku disini menjaga hati dan cintaku untukmu sedangkan kamu memiliki istri bahkan akan melahirkan anak untukmu,antara hati nurani dan perasaan cinta dan dendam yang berkecamuk,"perlahan pria itu membubuhkan tanda tangannya pada kertas itu sebagai keluarga pasien,dan aku pun melangkah pergi dengan hati hampa membawa kertas itu dan nyaris saja air bening itu jatuh ke atas kertas putih itu,untungnya aku masih kuat menahan rasa sakit di hatiku ini.
***
Singkat cerita operasi berjalan lancar dan aku pun merasa lega,aku bersyukur banget karena dalam kekalutan hatiku Tuhan memberi hati yang luas dan pengharapan yang panjang sehingga aku tetap siap menjalani profesiku secara profesional.
***
Ketika selesai aku di panggil bertemu pemilik rumah sakit karena kinerjaku yang bagus dan mendapat penghargaan.
Ketika aku masuk ke ruang direktur rumah sakit itu aku dikagetkan oleh suara pria yang tak lain adalah Ray. Ray adalah pemilik Rumah sakit di mana aku bekerja,aku baru tahu itu saat aku bertemu dengannya di ruangan di rektur pemilik rumah sakit itu.
"Jinggaku,maafkan aku karena tak menemuimu dulu tapi aku harap kamu tidak salah paham dengan apa yang baru saja terjadi karena itu adalah adik sepupu aku,ceritanya panjang nanti akan aku ceritakan padamu Jinggaku."Ucapnya sambil memelukku dan mengecup keningku penuh kasih sayang.
Ray pun menceritakan apa yang terjadi padanya ketika malam tadi ia pulang dari Eropa,ia mendapati adik sepupunya yang bernama Dita datang ke rumahnya karena di usir sama suaminya sendiri,karena kaget dan stres akhirnya ia mengalami kejang kejang dan seharusnya taksiran kelahiran bayinya di awal bulan depan di majukan demi keselamatan ibu dan bayi.
Itulah sekelumit cerita yang Ray ceritakan pada Jingga.
***
Jingga pun berbisik dalam hatinya sendiri katanya
"Terima kasih Senja karena senja ini telah membawanya pulang padaku."
Quotesku
"Dan pada akhirnya cinta yang kamu dapat adalah cinta yang kamu buat"
**TAMAT**