Assalamualaikum(maaf bagi yg non muslim) semoga kalian suka sama cerpen aku ya karena ini cerpen pertama aku😅 ya udah gak usah basa basi langsung aja ya. happy reading all😄
Disebuah taman di kawasan kota Bandung terdapat dua orang anak yang sedang bermain dengan temannya. Itu adalah Lisa dan Dinda. Merenka adalah sahabat yang takkan terpisahkan. Kemana mana mereka selalu bersama. Mereka sekarang sudah SMP kelas 8. Mereka sekolah di SMP Kencana.
Di sekolah.
Bel sekolah berbunyi yang menandakan jam istirahat. "Din kita ke kantin yuk! Aku udah laper banget nih!" Ucap Lina sambil menggandeng tangan Dinda.
"Yuk aku juga udah laper nih." Ucap Dinda sambil memegang perutnya yang sudah lapar. Tiba tiba di tengah jalan Lina mengeluh kepalanya pusing. "Din kepalaku kok tiba tiba pusing ya.." keluh Lina sambil memegang pelipisnya. Belum sempat Dinda menjawab, Lina sudah tergeletak di lantai dekat ruang guru. "Lina... bangun Lin kamu kenapa?", ucap Dinda sambil menangis dan membawa Lina ke UKS.
Di UKS
Tak lama kemudian Lina terbangun. "Dinda? Kamu kenapa menangis?" Ucap Lina yang masih terbaring lemah di ruang UKS. "Em.. engak kok nggak papa." Ucap Dinda sambil menghapus air matanya. Lina bertanya kepada Dinda."Beneran gak papa kamu kaya khawatir gitu? Kamu emang kenapa?"
"Sebenarnya,aku sedih gara gara kamu.. sakit kanker." Ucapa Dinda sambil menangis tanpa henti😭😭. "Kamu gak usah nangis biar aku aja yang ngrasain ini semua😢😢😢. Aku emang dari kelas 6 udah kena kanker." Ucap Lina menenangkan Dinda. "Tapi kenapa kamu gak cerita ke aku? Kita kan sahabat." Ucap Dinda.
"Aku gak mau kamu sedih cuma gara gara aku sakit kanker 😢😢😢." Jelasnya kepada Dinda.
"Ya udah lupain aja, aku ambilin kamu makan ya.. kamu katanya laper." Kata Dinda sambil mengambil piring yang berisi nasi dengan lauk telur yang sengaja ia beli untuk sarapan Lina. "Kamu makan dulu ya.." Ucap Dinda sambil memnerikan piring tersebut kepada Lina.
"Kamu juga makan ya.. aku gak akan habis kalo segini banyaknya." Kata Lina sambil memberikan satu sendok kepada Dinda. Dinda sengaja mengambil dua sendok untuk ia dan Lina.
Setelah makanannya habis, Lina dan Dinda keluar dari ruang UKS. Ternyata bel masuk belum berbunyi.
"Din bel belum bunyi tuh! Kita ke perpustakaan yuk!" Kata Lina sambil nenunjuk ke ruang perpustakaan. "Tapi kamu kan belum sembuh masih lemas." Jawab Dinda. "Huh padahal aku pengin minjem buku di perpus!" Kata Lina sambil mendegus kesal. "Ya udah ayo ke perpus aku juga mau pinem buku." Kata Dinda terpaksa agar Lina senang. "Ayo!" Ucap Lina.
Setelah meminjam buku di perpus, mereka langsung ke kelas.
Di kelas.
"Eh Lin kamu udah ngerjain tugas belum hari ini harus dikumpulin." Kata Dinda. "Udah donk aku kan anak rajin😁😁." Ucap Lina sambil cengengesan.
Bel pulang bunyi. "Lin kamu pulang sama siapa?" Tanya Dinda. "Aku pulangnya dijemput papa. Kalo kamu sama siapa?" Jawab Lina. "Aku naik angkot papaku belum pulang kerja." Jawab Dinda. Dinda memang anak yatim ibunya sudah meninggal saat ia baru berumur 7 tahun. "Kalo gitu kamu ikut aku aja. Daripada kamu naik angkot kan belum tentu ada angkot." Ucap Lina. "Enggak deh aku naik angkot aja. Aku gak mau nggrepotin kamu sama papa kamu." Jelasnya kepada Lina. "Gak papa justru aku senang kok aku bisa nganterin kamu, kan kamu tadi nolong aku pas aku pingsan!" Kata Lina. "Ya udah deh aku mau." Jawab Dinda.
Setelah di depan sekolah, mereka menaiki mobil Lina. "Eh ada Dinda, kamu gak dijemput?" Tanya papahnya Lina. "Enggak om saya gak dijemput." Jawab Dinda. "Oh ya Pah tadi Dinda nolongin aku pas aku pingsan di sekolah!" Ucap Lina sambil memandang papahnya yang sedang menyetir mobil. "Kamu pingsan lagi?" Tanya papahnya khawatir. "Untung ada Dinda. Makasih ya Din." Ucap Papahnya. "Iya om sama sama. Tadi pas kita mau ke kantin tiba tiba Lina pingsan om." Kata Dinda. "Pah anterin Dinda sampe rumah yah aku mau main ke rumah Dinda!" Kata Lina. "Iya tapi kamu harus pulang dulu kamu kan belum ganti baju." Jawab papahnya sambil menengok ke belakang. Tiba tiba ada anak yang mau menyebrang jalan dan mobil Lina mengelak dari anak itu. Tapi mobil Lina menabrak pohon dan semua menjerit. "Pah awaaass!!" Teriak Lina ketakutan. "Aaaaaaaaaaaa!!!" Dinda juga ikut menjerit.
Di Rumah sakit.
"Lin? Lina? Kamu dimana? Lina?" Tanya Dinda yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. "Om? Om kenapa menangis? Lina mana om?" Cerocos Dinda. "Lina. Lina udah gak ada😭😭 Din." Ucap papa nya Lina sambil menangis. "Maksud om? Lina udah meninggal?" Tanya Dinda sambil menahan air matanya. Tadi Lina sempet koma terus Lina gak kuat katanya." Jawab papanya Lina. "Berarti tadi Lina sempet bangun?" Tanya Dinda. "Iya tadi Lina sempet bangun dan cariin kamu katanya." Ucap papa Lina.
"Cari aku?" Tanya Dinda. "Iya katanya mau ngasih surat ini ke kamu." Jawab papanya Lina sambil memberikan surat dan kotak kecil dari Lina. Dinda mengambilnya lalu membaca surat itu
Assalamu'alaikum. Din kalo kamu baca surat ini berarti kita udah gak bisa ketemu lagi. Aku mau bilang terimakasih udah jadi sahabat yang baik buat aku. Terimakasih udah mau jadi temen aku. Terimakasih karena kamu selalu ada saat aku butuh. Banyak kenangan yang dilewati bersama. Susah senang kita bersama. Tolong terima kado ulangtahun terakhir dariku. Itu ada foto kita berdua dan ada gantungan kunci yang bertuliskan nama kita berdua dan juga foto kita berdua. Aku tunggu kamu di Syurga ya... Wassalamu'alaikum.
Setelah membaca surat itu, Dinda menangis sambil membuka kotak kecil itu. Ternyata benar ada foto mereka dan gantungan kuncinya.