Di sebuah kota kecil yang dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun, sekolah menengah Willow Creek adalah tempat di mana kisah cinta pertama Ethan dimulai. Ethan adalah seorang remaja laki-laki yang pendiam dan penuh dengan mimpi. Dia sering duduk di bawah pohon ek tua di halaman sekolah, tempat di mana dia merenung dan menulis puisi-puisi tentang cinta yang tak terucapkan.
Hari-hari di sekolah berlalu begitu cepat. Ethan dikelilingi oleh teman-temannya yang riang dan aktif, tetapi dia selalu merasa sedikit berbeda. Ada satu gadis di sekolah itu yang selalu membuat hatinya berdebar setiap kali dia melihatnya: Lily. Lily adalah siswi yang cantik dengan rambut pirang dan senyum manis yang membuat Ethan tidak bisa berhenti memikirkannya.
Mereka sering bertemu di taman sekolah saat istirahat atau setelah jam pelajaran. Ethan akan duduk di bangku taman, mencoba menulis puisi-puisi atau hanya menikmati suasana damai, sementara Lily akan duduk di sebelahnya, membaca buku atau hanya menikmati cahaya matahari sore yang menyapa wajahnya.
Setiap kali Ethan mencoba untuk berbicara dengan Lily, lidahnya terasa kelu dan kata-kata yang direncanakannya terasa kaku. Lily selalu ramah padanya, tetapi Ethan tidak pernah bisa menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Dia khawatir akan mengecewakannya atau bahkan merusak persahabatan mereka yang sudah terjalin.
Suatu hari, Ethan memutuskan untuk memberanikan diri. Dia membuat keputusan untuk memberikan sesuatu kepada Lily, sesuatu yang mungkin bisa mengungkapkan perasaannya tanpa harus mengucapkannya. Dia pergi ke tukang bunga terdekat dan memilih satu mawar merah muda yang segar dan indah.
Saat istirahat makan siang berikutnya, Ethan menyusun keberanian untuk mendekati Lily. Dia berjalan dengan langkah-langkah gemetar menuju tempat di mana Lily sedang duduk sendirian di taman sekolah.
"Lily," panggil Ethan perlahan.
Lily mengangkat kepalanya, senyum hangat menyambutnya. "Hai, Ethan. Ada yang bisa kuminta?"
Ethan menelan ludah, tetapi tangannya tetap menyerahkan mawar merah muda itu pada Lily dengan hati-hati. "Ini untukmu. Aku harap kamu suka."
Lily terkejut, tetapi matanya berbinar melihat keindahan mawar itu. Dia tersenyum terima kasih. "Terima kasih, Ethan. Mawar ini sangat cantik. Apakah ada alasan khusus mengapa kamu memberikannya padaku?"
Ethan menatap mawar itu sejenak, sebelum akhirnya mengangkat pandangannya ke arah Lily. "Aku... Aku hanya ingin kamu tahu betapa aku mengagumimu, Lily. Kamu adalah orang yang istimewa bagiku."
Lily tersenyum lembut, matanya memancarkan kehangatan. "Terima kasih, Ethan. Aku sangat menghargainya."
Walaupun hatinya berdebar kencang, Ethan merasa lega setelah memberanikan diri untuk memberikan mawar itu pada Lily. Setelah hari itu, mereka menjadi lebih dekat. Mereka sering duduk bersama di taman sekolah, berbagi cerita, mimpi, dan tertawa bersama. Ethan merasa bahwa dia bisa menjadi dirinya sendiri di dekat Lily, tanpa rasa canggung atau takut ditolak.
Namun, tidak semua berjalan lancar. Ada saat-saat ketika Ethan merasa cemburu saat melihat Lily menghabiskan waktu bersama teman-teman lainnya, atau ketika dia mendengar rumor tentang pria lain yang tertarik padanya. Ethan merasa takut kehilangan Lily, meskipun mereka belum pernah menjadi lebih dari sekadar teman.
Suatu hari, Lily mendekati Ethan dengan senyum malu-malu. "Ethan, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu."
Ethan mengangkat alisnya, merasa tegang. "Ya, Lily? Apa itu?"
Lily menggigit bibirnya sebentar sebelum akhirnya mengucapkan kata-katanya dengan hati-hati. "Ethan, aku suka padamu. Aku suka betul-betul."
Ethan terkejut, matanya memancarkan kegembiraan. Dia tidak percaya bahwa Lily memiliki perasaan yang sama dengannya. "Lily... Aku juga suka padamu. Sudah lama aku merasa seperti itu."
Lily tersenyum lega, dan keduanya tertawa kecil. Mereka duduk bersama di taman sekolah, tangan mereka saling berpegangan erat, merasakan kebahagiaan yang tak terungkapkan. Akhirnya, mereka telah menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain, dan itu membawa mereka pada petualangan cinta yang indah dan penuh dengan harapan.
Di antara pohon-pohon dan pepohonan yang rimbun, Ethan dan Lily tumbuh bersama. Mereka belajar tentang cinta, kepercayaan, dan komitmen satu sama lain. Di antara senyum dan tatapan, mereka menemukan bahwa cinta pertama yang sulit diungkapkan ternyata adalah yang paling berharga dan tak terlupakan.