Di sebuah SMA yang ramai di kota kecil, Sendi dikenal sebagai cowok yang populer. Dia pandai, tampan, dan sering menjadi pusat perhatian di antara teman-temannya. Tapi ada satu hal yang membuat hatinya berdebar tiap kali melewati lorong sekolah: Nelza, cewek cantik type Sendi banget yaitu cewek hitam manis dan mata yang membuat hati Sendi berbunga-bunga.
"Bro, lu kan tahu Nelza tuh emang lagi naksir sama gue," canda Sendi pada temannya, Warid, yang senyumnya terasa sedikit terlalu lebar.
Warid, yang sebenarnya iri dengan kepopuleran Sendi, hanya mengangguk dan berkata, "Ya, ya, mungkin aja deh."
--------------Singkat Cerita------------
Sendi dan Nelza semakin dekat. Mereka sering bertukar senyuman di kelas, berbagi beban cerita tentang sekolah dan teman-teman. Sendi mulai merasakan bahwa Nelza adalah orang yang dia mau untuk selamanya.
Namun, suatu hari, ketika Sendi sedang berjalan menuju kantin, dia melihat sesuatu yang mengguncangnya. Nelza berdiri di dekat pintu kelas bersama Warid. Mereka tertawa-tawa dan sesekali saling sentuh. Sendi merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Bro, lo ngapain ngeliatin mereka gitu? Cemburu ya?" goda salah satu temannya.
Sendi mencoba mengesampingkan perasaannya yang cemburu, tetapi hatinya terus berdesir. Dia mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi semakin banyak yang dia pelajari, semakin sakit hatinya.
Pada suatu hari, Sendi akhirnya memutuskan untuk bicara langsung dengan Nelza. Mereka bertemu di bawah pohon besar di halaman sekolah.
"Nel, ada apa sebenarnya antara lo sama Warid?" tanya Sendi, wajahnya pucat.
Nelza terdiam sejenak sebelum akhirnya mengaku, "Sendi, maafin aku. Aku udah jatuh cinta sama Warid dari dulu. Aku nggak bisa bohongin perasaanku sendiri."
Sendi merasa dunianya runtuh. Dia merasa seperti tertusuk ribuan jarum. Segala harapan dan impian yang dia bangun dengan Nelza hancur dalam sekejap.
"Lu jangan ganggu Nelza lagi, Sendi. Udah jelas kan dia lebih suka gue," ucap Warid sambil mengusap kepala Nelza lembut.
Sendi berjalan pergi dengan hati yang terluka. Dia merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri dan orang yang dia cintai. Di malam itu, dia menangis sendirian di kamarnya, mencoba mengobati luka yang begitu dalam.
Cinta pertamanya berakhir dengan sedih dan pahit. Sendi belajar bahwa tidak semua cerita cinta memiliki akhir bahagia, dan tidak semua teman adalah seperti yang mereka tunjukkan.
**Note: Sorry ya guys klo ceritanya singkat dan garing,, gw baru bljr bikin cerita karena gabuttt.. hhee**
Btw like sma komen atuh da baik kalian tehhh🥺🥺