Aurelia Sahranja adalah gadis ceroboh dan bodoh, ia selalu melakukan kesalahan dan merugikan teman temannya sehingga tidak ada yang ingin berteman dengannya. Perlahan lahan teman teman Aurel menjauhinya, ia berpikir selama ini karena kecerobohan, kebodohan, dan juga kepolosannya membuat teman temannya menjauhinya, saat SD ia berusaha agar tidak menjadi orang bodoh dan berusaha untuk mendapatkan teman lagi, tetapi lagi lagi tidak berhasil.
Pada suatu hari, anak anak perempuan dari kelasnya mendatanginya, saat itu Aurel berpikir jika mereka ingin berteman dengannya, jadi ia tidak menaruh rasa curiga sama sekali terhadap mereka. Aurel berpikir jika ia telah berhasil mendapatkan teman, namun suatu hari saat ia ingin makan siang bersama mereka, mereka malah menjauhinya dan menyuruhnya untuk menjauh.
"Pergilah dasar bodoh"
"Jauh jauhlah dari kami"
"Kenapa kalian begitu? Bukankah aku adalah teman kalian?"
"Hahaha, sejak kapan kami memiliki teman bodoh, polos, dan ceroboh sepertimu"
"Iya, kau begitu polos sampai mudah ditipu"
Aurel benar benar terpukul dengan ucapan mereka yang selama ini ia anggap teman, semua murid memperhatikannya dengan tatapan jijik, ia tidak mempedulikannya lagi, ia sudah tidak ingin memiliki teman lagi.
Saat bel istirahat berbunyi, Aurel pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman, ketika dalam perjalanan, ia dipalak oleh kakak kelas, ketiga kakak kelas itu meminta uang jajannya tetapi Aurel menolak, saat ingin kabur ia terpeleset karena lantai licin, ia benar benar ceroboh karena tidak melihat tanda lantai basah, ketiga kakak kelas itu mengambil paksa uang jajannya dan segera melarikan diri.
Selama 5 tahun, Aurel dibully, dipalak, dan dikucilkan, ia diperlakukan seperti hewan oleh anak anak lainnya hingga suatu hari, datanglah murid baru, dia adalah anak perempuan berambut pirang dan bermata biru, dia adalah anak yang ramah dan baik hati, ia disenangi oleh semua anak kelas bahkan banyak laki laki yang jatuh cinta pada pandangan pertama, saat itu bel istirahat sudah berbunyi, Aurel bangkit dari kursinya dan berjalan keluar untuk menuju ke kantin, dalam perjalanan ia terus dipalak oleh kakak kelas 6 dan diejek oleh adik adik kelas.
Tetapi sebuah hal tidak terduga terjadi, gadis populer itu datang dan menolongnya dengan memberikan uang kepada para pengganggu itu, setelah itu mereka langsung pergi.
"Hei, bisakah kita berkenalan, namaku Luisa Legacya, kalau namamu?"
"Aurel"
"Aurel ya, nama yang bagus, bisakah kita berteman?"
Aurel hanya diam dan langsung pergi begitu saja, Luisa mengekori Aurel dari belakang, semua mata para murid tertuju kepada Aurel dan Luisa, Aurel mencoba untuk menjauh dari Luisa tetapi Luisa terus mendekatinya, Luisa bersikeras untuk menjadi teman Aurel tetapi selalu oleh Aurel sendiri, ia belum bisa mempercayai Luisa, ia tidak mau lagi dimanfaatkan oleh seseorang, ia tidak menginginkan teman untuk memanfaatkannya, ia hanya ingin teman yang mau menerimanya apa adanya.
Suatu hari pengumuman soal Ujian Tengah Semester (UTS) yang ditempel di papan pengumuman, semua murid murid langsung panik karena UTS sudah dekat, Aurel tidak terkejut karena ia tahu kalau ia bodoh dan ceroboh, ia tahu jika ia tidak akan lulus ataupun masuk peringkat manapun, setelah itu semua murid langsung bubar dengan wajah gelisah, Aurel kembali ke kelasnya lalu duduk di bangkunya, saat Aurel sedang melamun Luisa menghampirinya dengan membawa setumpuk buku pelajaran, Aurel heran untuk apa ia membawa setumpuk buku pelajaran ke mejanya.
"UTS sudah dekatkan, nah ayo kita belajar bersama sama agar bisa lulus"
"Eh?, tapi aku sangat bodoh dan ceroboh, aku tidak yakin bisa lulus ataupun masuk peringkat manapun"
"Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya, kan? Kau tidak bisa langsung menyimpulkan begitu saja"
Aurel masih tidak yakin, bahkan ia belum mempercayainya seratus persen, Luisa mengajari semua hal yang tidak dimengerti Aurel dan Aurel perlahan lahan mulai mengerti pelajarannya, Luisa begitu serius mengajarinya sampai membuat Aurel penasaran kalau ia dengan tulus mengajarinya atau demi mendapatkan hatinya untuk menjadi teman lalu memanfaatkannya, semakin penasaran ia pun bertanya.
"Kenapa kau mengajariku?"
"Hee... Memangnya kenapa? Bukankah kita itu teman? Teman saling membantu disaat yang lain membutuhkannya"
"Apa benar begitu? Murid murid lain mengejek dan mengucilkanku, mereka tidak menganggapku sebagai teman mereka"
"Kenapa begitu?"
"Karena aku ceroboh, bodoh, juga polos"
Setelah Aurel mengatakan hal itu, Luisa bangkit dari bangkunya dan pergi meninggalkannya, Aurel hanya diam dengan wajah murung dan berpikir jika memang semua orang membencinya, beberapa menit kemudian, saat itu Aurel masih membaca salah satu buku pelajaran yang ia sukai, Luisa datang sambil membawa susu cokelat yang ia baru saja beli di kantin, ia memberikan susu itu sambil berkata.
"Ambillah, kita tidak bisa mengambil kesimpulan begitu saja, jika kau berpikir itu yang membuat mereka menjauhimu, maka ubahlah agar mereka tahu kalau kau pantas menjadi teman mereka"
"Apa bisa?"
"Tentu saja, manusia juga bisa berubah, bumi ini berputar kau tahu, yang payah bisa menjadi hebat dan yang hebat bisa menjadi payah, artinya kau bisa menjadi hebat asalkan kau berusaha untuk mengubahnya"
Kata kata itu membuat Aurel menjadi bingung sekaligus senang, kata kata itu membuatnya untuk berusaha agar tidak menjadi ceroboh, bodoh, maupun polos. Ia berusaha untuk mengubahnya sebisa mungkin hingga hari UTS tiba, setelah UTS selesai, betapa terkejutnya semua murid karena melihat anak yang paling ceroboh, bodoh, dan polos lulus dan masuk peringkat 5 kelas 5. Beberapa murid mulai mengakui si bodoh dan beberapa tidak terima si bodoh masuk peringkat 5, Aurel berterima kasih banyak kepada Luisa karena sudah membantunya untuk berubah.
Aurel dan Luisa sejak itu selalu belajar bersama sama, dan seiring waktu beberapa murid mulai berteman dengannya, Aurel tidak terlalu mempercayai mereka, ia hanya mempercayai Luisa seorang, hingga kelas 6 mereka tetap belajar bersama setiap pulang sekolah. Setelah lulus, Luisa harus kembali ke kota asalnya, sebagai kenang kenangan, Luisa memberikan sebuah liontin dengan gambar mereka berdua didalamnya, dan Aurel memberikan sebuah bunga kesukaannya yaitu mawar, lalu keduanya melakukan salam perpisahan dan berharap agar bisa bertemu kembali suatu hari nanti.
"Selamat tinggal Luisa, aku harap kau tidak melupakanku"
"Aku juga berharap begitu, jangan lupakan aku ya Aurel, selamat tinggal"
"Selamat tinggal"
~~ TAMAT ~~