Di sebuah desa dekat hutan terdapat remaca bernama Fauzi. Dia adalah anak cerian dan penakut. Kesehariannya membantu pekerjaan orang tuannya.
Saat dia pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, dia merasa kayu bakar yang di dapat sedikit. "Hah... Kenapa sedikit sekali kayu yang ku dapat hari ini?" Keluhnya. "Apa aku coba masuk lebih dalam? Mungkin disana ada banyak." Fauzi akhirnya memutuskan untuk masuk lebih dalam ke hutan.
Fauzi hendak pulang setelah kayu yang didapat sudah cukup, akan tetapi "Ah, sepertinya aku masuk terlalu dalam." Katanya setelah sadar bahwa ia lupa jalan pulang. "Seharusnya ini hanya perlu jalan terus lurus kesana kan? Iya jalan saja." Ia meyakinkan dirinya sendiy
Setelah lama berjalan ia belum juga menemukan jalan kemabi. "Bagaimana ini? Hari sudah semakin gelap." Ucapnya khawatir
Semakin lama bayak suara hewan-hewan hutan terdengar.
"Krik-krik krik-krik"
" Gerrr"
Fauzi ketakutan mendengarnya.
Fauzi terus melangkah walau tak tahu arah pulang, ia hanya mengandalkan instingnya.
Saat ia putus asa datang seorang peri. Peri itu seolah-olah ingin membantunya keluar dari hutan. "Kamu ingin membantu ku?" Tanya Fauzi ragu. Peri itu lantas berputar-putar.
Fauzi akhirnya mengikuti kemana peri itu terbang. Hingga akhirnya sampailah mereka dipinggiran hutan. Fauzi sangat senang mengetahui bahwa mereka telah sampai.
"Terimakasih, peri karena telah mengantar ku kembali." Ucap Fauzi kepada sang peri. Peri itu hanya terbang berputar-putar, lalu berlalu dari sana menuju hutan kembali. " Seklai lagi terimakasih peri." Teriak Fauzi bahagia.
Fauzi melangkah menuju rumahnya. Beberapa saat berjalan ia sampai di rumahnya. "Ayah, ibu aku pulang," katanya riang. " Kenapa baru pulang, Fauzi?" Tanya ibunya cemas. "Hehe," Fauzi hanya tertawa canggung menanggapinya.