Bab 1
Tinggal bersama Nenek.
Namaku Tamara aku sejak bayi tingal dirumah Nenekku bersama ayah dan ibuku.
Ibuku anak ke 7 dari 8 bersaudara.
Nenekku nek siti ,memiliki 8 prang anak.
Anak pertama lelaki di Surabaya.
Anak kedua , ketiga, ke empat di Bogor.
Anak ke lima Tinggal dijakarta.
Anak ke enam, tujuh dan Delapan Tinggal bersama Dirumah Nenek.
Nenek sangat sayang kepada cucu-cucunya.
Nenekku seorang janda , kakekku meninggal 3 tahun yg lalu.
Nenekku berusia 70 tahun.
Nek siti nampak cantik di usia 70 tahun.
Dirumah Nenek ada warung.
Aku membantu Nenek berjualan diwarung.
Ara ...pangil nenek , ya nek ada yg bisa Ara bantu nek?
Ara Hari ini Nenek minta tolong jaga warung y .
Nenek mau bikin manisan Pala manis untuk jualan.
Baik nek jawabku.
Nenek masuk kedalam untuk membuat manisan Pala.
Hari menjelang sore Nenek sdh selesai membuat manisan Pala.
Nenek meletalan manisan Pala di warung.
Ara kamu mandi makan dan istirahat ya..
Biar Nenek yg jaga warung sampai malam.
Baik nek jawabku.
Warung Nek siti lumayan ada saja yg beli.
Lumayan untuk menyambung hidup.
Ayah dan ibuku berkerja pulang malam.
Bibi dan pamanku juga Tinggal dirumah nenek.
Paman ku yg bungsu juga tinggal dirumah Nenek.
Mereka semua kerja.
Aku tidur bersama Nenek.
Keponakan tidur dengan ayah dan ibu mereka.
Bibiku yg ke enam bernama bibi Lana memiliki 3 orang anak.
Bernama Veronika ,Denny dan Ike.
Kami hidup rukun dan damai .
Rumah Nenek cukup besar memiliki 4 kamar.
Dan rumah 1 lagi 1 kamar untuk pembantu.
Pembantu kami bernama bi yana.
Bab 2
Jualan kepiting goreng Nenek
Hari ini Nenek mengoreng kepiting goreng sambel kacang.
Ara ... ya Nek ada apa nek.
Hari ini Ara dan andre bantu Nenek jualan kepiting ya ?
Baik nek jawabku.
Kepiting goreng Nenek sangat enak.
Setelah selesai mengoreng kepiting.
Dan membuat bumbu kacang.
Aku dan andre membantu Nenek untuk keliling menjual kepiting goreng buatan Nenek.
Kepiting, kepiting,teriakku.
Setelah itu andre juga berteriak kepiting, kepiting, selama perjalanan berjualan kami selalu bercanda.
Kepiting goreng sdh mau habis karna banyak yg membeli.
Kami pulang kerumah Nenek.
Nek... nek jualanya habis nek teriakku dan andre.
Nenekku tersenyum dan memeluk Kami.
Ayuuk Ara dan andre kalian istirahat dan setelah itu mandi.
Setelah itu makan kepiting goreng yg Nenek bikin untuk makan malam.
Baik Nek jawab ku dan andre.
Kami makan malam Bersama-sama.
Kepiting Nenek sangat enak nek...pantes pada suka ya nek.
Ucapku kepada Nenek.
Besok jualan manisan Pala y Ara Nenek sudah bikin lagi tadi sore.
Baik Nek jawabku.
Bab 3
Simanis mati di tabrak Bajaj
Pagi itu paman dan bibiku pergi berkerja dengan mengendarai motor Vespa.
Tanpa mereka safari anjing Nenek si manis mengikuti dari belakang.
Tiba-tiba brukkk ,laing, kaing, kaing terdengar suara rintihan simanis.
Lalu tetangga yg tau itu anjing milik Nenekku langsung membawa si manis kerumah.
Aku melihat simanis sdh berdarah ,Aku menangis hik, hik,hik.
Nenek juga menangis hik, hik,hik,manis, manis kata Nenek.
Tapi si manis sdh tidak Bergerac lagi.
Akhirnya simanis dikuburkan di pohon belimbing di teras rumah Kami.
Selamat jalan manis .
Ucapku didalam hati.
Semenjak si manis mati ,Kami tidak memelihara anjing lagi.
Nenek sangat sedih sejak kepergian simanis.
Nenek Sempat sakit Selama 2 minggu.
Tapi setelah itu Nenek sehat kembali seperti sedia Kala.
Bab 4
Ulang tahunku kecebur ke dalam got.
Hari ini ulang tahunku yang ke 9 tahun.
Semua saudara hadir.
Aku sangat bahagia.
Setelah meniup lilin Kami berfoto di luar rumah berfoto dimotor Baru pamanku.
Mungkin saying kebanyakan anak-anak yg berfoto akhirnya motor dan Kami semua tercebur ke dalam got.
Hhhhh....kami semua hitam kena air got.
Ibu memandikan kami semua.
Setelah selesai mandi kami makan-makan dan berfoto lagi.
Lucu sekali ya ulang tahunku yang ke 9 aku kecebur ke got hhhhh.
Itu adalah kenangan yg lucu di ulang tahunku yang ke 9.
Di ulang tahunku aku mendapat hadiah baju yg bagus dari ibu dan boneka dari ibu.
Nenek mengajak aku kerumah pamanku yg kedua di Bogor.
Dengan naik bus ke Bogor.
Aku sangat senang di ajak Nenek jalan-jalan ke Bogor.
Sampai di bogor sdh malam.
Bogor sangat dingin.
Aku tidur Bersama anak paman.
Besok paginya Nenek mengajakku kerumah paman pertama dan ketiga.
Nenekku sangat hebat pergi kerumah anak-anaknya uang .
Nenekku wanita yg hebat.
Setelah Nenek melepas kangen kepada anak-anaknya kamipun pulang kembali ke jakarta.
Satu bulan kemudia Nenekku mengajak aku pergi ke Surabaya untuk menengok pamanku yg pertama di Surabaya.
Kami pergi ke Surabaya naik bus.
Pamanku disurabaya memiliki restaurant.
Sesampai disana sudah malam kami beristirahat.
Surabaya dingin sekali dimalam Hari.
Pagi harinya aku makan di restaurant
Paman masakan istri paman sangat enak.
Aku sangat suka tahu cabe manis.
Setealah makan selesai Nenek mengajak aku pergi jalan-jalan kerumah anak paman di madura.
Kami kesana mengunakan kapal feri.
Sesampainya disana Aku bermain sepeda dengan Karna turunan aku akhirnya nyungsep masuk ke got.
Dan kepalaku berdarah.
Untung tidak parah dan tidak perlu dibawa kerumah sakit.
Hadeh kenapa ya aku dikit-dikit nyungsep masuk got.
Bab 5
Anak-anak lelaki Nenek yg Durhaka
Waktu cepat berlalu usiaku sdh 22 tahun dan tinggal bersama ibu dirumah ayah dan ibu.
Dan aku juga sudah berkerja.
Aku bila Ada waktu sengang tidak berkerja selalu mengunjungi Neneku dirumah Nenek.
Aku menyemirkan rambut Nenek yg sdh beruban.
Nenek juga diminta dibelikan bedak yg wangi.
Aku juga memberikan uang jajan untuk nenek.
Tiba-tiba anak-anaknya Nenek yang tingal di Bogor meminta agar Nenek menjual rumah Nenek yg dijakarta dan meminta uangnya dibagikan untuk mereka.
Istilahnya warisan gitu.
Padahal mereka sdh memiliki rumah sendiri-sendiri.
Tanpa sepengetahuan aku Nenekku dibawa ke bogor dan Tinggal dibogor.
Ada rasa sedih karna sekarang jadi jauh kalau mau menengok Nenek.
Sejak Nenek pindah ke Bogor aku jarang menengok Nenek .
Hanya ibu yg pergi kesana dan aku menitipkan uang jajan untuk Nenekku.
Ada rasa sedih di hati ini.
Aku berjanji bila aku sdh memiliki rumah sendiri aku Akan membawa Nenek untuk Tinggal bersama denganku.