Kamar mandi adalah tempat yang menakutkan bagi beberapa orang, begitu juga bagi Ani. Ani adalah siswi SMA yang terletak di daerah yang jauh dari perkotaan. Sekolah Ani bisa dibilang SMA yang favorit dan meniliki gedung sekolah yang amat besar. Sekolah Ani memiliki banyak ruangan dan halaman sekolah yang luas. Sekolah Ani juga terdapat banyak pepohonan dan tanaman hias gantung yang membuat sekolah Ani tampak teduh, tapi suasananya malah mirip seperti hutan.
Tiap jam istirahat banyak siswa-siswi yang berkeliaran di sekolah. Entah siswa-siswi hanya sekedar duduk diluar kelas, ke kantin ataupun ke toilet. Waktu istirahat adalah waktu yang bebas bagi seluruh siswa-siswi untuk bersantai dan melakukan aktifitas yang disukainya.
Berbeda dengan anak lainnya Ani lebih suka menghabiskan waktu istirahatnya didalam kelas sambil membaca sebuah buku. Terkadang Ani membaca novel ataupun buku pelajaran. Ani sudah membawa bekal dari rumah karena dia tidak mau repot-repot keluar kelas. Membaca buku sambil memakan bekal yang dibawanya sudah menjadi rutinitasnya setiap hari.
Ani juga dikenal sebagai anak yang cerdas tetapi sulit untuk diajak bersosialisasi sehingga teman-temannya tidak begitu akrab. Ani jarang sekali keluar kelas dan hanya keluar kelas ketika ke toilet saja. Berbeda dengan anak-anak perempuan di sekolah Ani yang setiap ke toilet harus ditemani, Ani lebih sering sendirian karena tidak mempunyai teman akrab untuk dimintai tolong mengantarnya.
Anak-anak perempuan di sekolah Ani merasa takut ke toilet karena toilet sekolah terasa sangat sunyi. Toilet sekolah ani berada di pojok kanan sekolah dan disebelahnya terdapat pohon beringin besar yang membuat suasananya begitu menakutkan untuk anak perempuan. Ditambah hiasan tanaman gantung yang begitu lebat karena jarang dipotong membuat siapapun yang melihat mengira bahwa toilet sekolah Ani jarang dibersihkan.
Toilet para guru dan toilet laki-laki berada sejajar dengan toilet wanita tetapi tidak sesunyi toilet wanita. Toilet wanita disekolah Ani sudah memiliki fasilitas yang bisa dibilang bagus dan modern. Fasilitasnya berupa wastafel beserta kaca untuk berias dan toilet duduk yang nyaman. Tetapi anak-anak perempuan banyak mengeluh karena pintu toilet yang tidak tertutup pada bagian kakinya, sehingga kita bisa melihat kaki orang yang berada didalam toilet.
Toilet pada sekolah Ani hanya memiliki 4 ruangan untuk buang air kecil maupun besar, yang disekat menggunakan sekat terbuat dari papan kayu yang bisa dibilang tebal. Terkadang terdapat bekas pahatan-pahatan usil yang dibuat oleh siswi di sekolah Ani. Mulai ungkapan cinta hingga patah hati.
Ani paling suka menempati toilet yang dekat berada di pintu keluar, karena Ani bisa mendengar suara siswa-siswi lalu lalang yang membuat hatinya tenang dan tidak takut.
Tetapi akhir-akhir ini Ani tidak merasa takut karena ada seseorang yang sering berada di dalam toilet saat Ani pergi ke toilet. Ani hafal dengan suara gumaman anak perempuan itu yang membentuk sebuah irama dan anak itu selalu menggunakan toilet yang berada disebelah Ani.
Ani juga hafal sepatu anak itu. Anak itu selalu menggunakan sepatu pantofel hitam dengan pita merah diatasnya. Kadang kala anak itu selesai terlebih dulu sebelum Ani dan meninggalkannya sendirian di Toilet.
Terkadang Ani penasaran dengan wajah siswi tersebut karena sering menemaninya tetapi tidak mengetahui wajahnya.
Pada suatu sore sesudah jam bel pulang berbunyi, Ani merasa ingin pergi ke toilet. Seperti biasanya Ani memilih bilik toilet yang dekat dengan pintu keluar. Ani sudah berada cukup lama di dalam toilet seorang diri dan hanya terdengar suara gemercik air dari keran air yang dibuka Ani.
Tiba-tiba terdengar suara decit pintu kamar mandi yang dibuka dan sebuah bayangan mulai berjalan. Ani penasaran siapa yang masuk ketoilet dan dilihatnya sepasang sepatu yang sering dilihatnya. Pantofel hitam dengan pita merah diatasnya.
Suara langkah siswi itu mulai terdengar berjalan dan membuka pintu bilik toilet disebelah Ani. Siswi itu mulai bergumam lagi dan mulai mengetuk ngetuk dinding kayu yang membatasi antara Ani dan Siswi itu. Ani merasa agak terganggu tapi Ani diam saja karena tidak ingin mengganggu siswi itu.
Tiba-tiba siswi itu mulai berhenti mengetuk dan bergumam, lantas bertanya kepada Ani.
"Hai, aku sering melihatmu ke kamar mandi sendirian. Kenapa kau selalu sendirian?"
Ani awalnya ragu-ragu untuk menjawab, tetapi dia putuskan untuk menjawab, karena merasa tidak sopan jika tidak menjawab.
"Aku lebih suka sendirian" jawab Ani dengan suara yang pelan
"Aku tahu kau berbohong" jawab Siswi itu.
"Dari mana kau tahu aku berbohong, Aku saja tidak mengenal dirimu" jawab Ani yang semakin curiga.
" Kau sama sepertiku, anak kutu buku yang tidak memiliki teman" jawab siswi itu dengan nada sedikit bercanda.
"Kenapa kau tahu tentangku" Tanya Ani yang mulai merasa tidak nyaman
"Karena setiap kamu ke toilet, aku datang untuk menemanimu"
" Kenapa kau melakukannya?" Tanya Ani penasaran dan memutuskan untuk keluar dari bilik toilet.
*** Ani kemudian mencuci tangannya di wastafel dan berkaca.
" Aku suka denganmu, jadi aku memutuskan untuk menemanimu ketika kau berada di toilet" jawab siswi itu sambil tertawa malu.
"Kau aneh" Ani cepat-cepat keluar dari toilet dan sebelum keluar Ani menengok kebelekang.
Ani melihat tangan siswi itu begitu putih pucat sedang mendorong pintu untuk keluar dari kamar mandi. Ani tidak hanya bisa melihat tangan siswi tersebut dan Ani pun pulang menuju rumah.
Sudah berbulan-bulan Ani tidak mendapati siswi aneh itu membututi Ani ketoilet lagi. Seperti biasa Ani dengan santai pergi kekamar mandi, setelah selesai buang air kecil Ani mencuci tangannya dan berkaca. Tapi ada yang aneh, Ani merasa ada yang memegang pundaknya tetapi saat dilihat dikaca tidak ada siapa-siapa.
Tangan itu terasa dingin dan meremas pundak Ani dengan kuat hingga Ani merintih kesakitan. Ani segera berlari dan keluar dari kamar mandi. Pintu kamar mandi masih terbuka akibat Ani mendorong pintu keluar kamar mandi dengan kuat.
Terlihat seorang anak sekolah yang cantik dengan rambut dikuncir dua tengah melihat kearah kaca kamar mandi. Ani melihat seragamnya sangat kotor penuh dengan tanah. Saat siswi itu menoleh terlihat mata yang merah dan kulit putih perpaduan yang menakutkan. Siswi itu kemudian berteriak ke Arah Ani.
"Teganya kau meninggalkanku sendirian"
Ani lantas kabur dan menceritakan semuanya kepada guru dan teman sekelasnya. Tak lama kemudian toilet wanita disekolah itu dirobohkan beserta pohon besar disebelahnya. Kemudian dibangunlah toilet wanita yang baru.
Ani awalnya takut untuk ke toilet lagi, tapi karena sudah tidak ada lagi kejadian yang aneh Ani merasa mulai aman dan tenang.
Saat jam istirahat Ani pergi ke toilet. Tiba-tiba terdengar suara gumaman lagu yang sering didengarnya beserta sepatu pantofel hitam yang sering dilihatnya. Ani segera membuka pintu toilet tetapi tidak bisa dibuka.
Mata Ani kemudian ditutupi oleh kedua tangan yang tiba-tiba muncul dari belakang. Tubuh dingin mulai mendekati tubuh Ani. Sosok itu menempelkan pipi dinginnya dan mulai berbisik.
Seketika tubuh Ani terasa kaku karena gemetar ketakutan. Ani hanya bisa merasakan sensasi mengerikan. Dibelakang lehernya terasa rambut halus mulai menggelitik. Ani melihat rambut sosok itu terurai melewati pundak Ani. Perlahan sosok itu mulai memeluk erat Ani. Ditengah kesunyian dan gemercik keran air yang terbuka, semua orang tidak menyadari bahwa Ani sudah hilang.