"Hubungan lo sama dia bukan urusan gue.
"Kenapa sih, kali ini juga lo masih gak mau bantu gue, Zazz.
" Hem..
"Lo satu-satunya yang gue punya. Gue bahkan gak punya teman satu orang pun, lo masih aja, separah ini sama sahabat lo sendiri.
" Gue gak mau lo jadi, Ah...Payah.. gue ini bukan sahabat lo.
" Lo mau gue jadi jomblo abadi.. ?! Sekarang bahkan lo gak mau jadi sahabat gue gitu....
" Ck.. Dasar payah
" Apa payah?!...Hah.. ngomong apa lo tadi.. Coba ulang....Zazzzz.....!!!
Diam..dan hanya memandang Mue serius.......
" Malah diem. Pokoknya gue gak mau tau, lo harus bantu gue deket sama Grad, atau gue gak bakal mau lagi ngomong sama elo. Titik.
Kemudian pergi begitu saja meninggalkan Mue yang masih terus saja mengomel.
Esoknya..
Mue terus menantapnya...
" Apa..?
" Bantuin gue.. Zazz itu... Glad ada disebelah lo ( bisik.. bisik..) plissss, Zazzz...
" Ck... Berisik...!! Gak.
"Zazz
"Ck.. Dasar. ( Zazz pergi dengan kesal)
"Yah.. Yah.. Malah pergi.. Zazz...Heiii Zazzz...!!!
Mengejar Zazz...
" Lo kenapa sik.. Malah pergi.. Gue kan minta tolong sama lo Zazz. Lo ada masalah sama gue. Ngomong lo sama gue sini...
" Males.. Dasar payah.
Pergi dengan kesal......
" Hah.. Payah,, payah lagi kata lo?! Barusan lo bilang gue! Payah..!! Heiii.. Zazzz
Mue ditinggal begitu saja.. Dan tiap bertemu.. Zazz hanya diam.
" Zazzz....
" Hai... Zazzz...
" Woi... Zazzzz...
"Zazzz.. Zazzz... Zazzzz.. Ah.. Nyebelin...
Zazz juga terus saja menghindarinya.. Sudah seminggu mereka seperti itu. Sampai akhirnya......
"Jahat banget lo Zazz sama gue.. Lo kan tau, gue gak punya temen lain selain elo. Ini udah seminggu lo diemin gue.. Zazz!!! Heeeh.....
"Gue kangen... (Zazz menatap mata Mue serius) agak lama... Tapi... Kemudian.
" Makanya bantu gue deket sama Glad. Dan lo sebenernya lagi kenapa sih. Gue gak ngerti sama lo, bisa ya lo diemin gue lama banget.
" Masih ?!
" Apa?!
" Yang lo inget cuma Glad. ( meringis kecut)
" Em. Terus gue harus inget siapa lagi.?
" Oke. ( menatap Mue tajam)
" Oke!! Jadi lo mau bantu gue deket sama glad!!!
" Mm.
" Wah... Thanks banget Zazz lo emang sahabat gue paling baik.. ( kegirangan)
" Tapi, setelah ini. Gue.. Gue harus.. pamit ..
" Em.. Iya, iya. oke, tapi emang lo mau kemana..? Yah, yang penting lo bisa kan deketin gue sama glad dulu.. Janji Zazz... Janji...
Angguk. Zazz murung....
Hari itu akhirnya Mue berhasil deket degan Glad. Mereka berdua asik berbincang-bincang.
Tak memperdulikan Zazz yang berpamitan padanya,.
" Gue sayang elo... Dasar payah...
" Emm. Glad terus tadi gimana... bentar Zazz gue lagi ngobrol sama glad (bisiknya ke Zazz dan kembali melihat kearah Glad)
Zazz hanya menyentuh tangan lembut Mue dan kemudian pergi menjauhi mereka..
Pria itu hanya bisa menatap gadis tak peka didepannya itu dari kejauhan. Mereka sudah saling bersama lama, tapi sedikitpun Mue tak berfikir kalau dia begitu spesial bagi nya,.
Zazz harusnya sudah pergi sejak lama, karna harus melanjutkan sekolahnya ke luar negeri. Tapi karna alasan tak ingin jauh dari Mue.. Zazz memutuskan untuk lebih lama disana. Gadis itu sungguh tidak peka, tapi dia bahkan bisa membuat kekacauan dihati Zazz.
Mereka memang tak pernah saling mengatakan, tapi semua yang mereka lakukan Bersama rasanya sudah terlalu dekat. Hingga tidak bisa dikatakan itu hanya persahabatan saja. Namun selama ini Mue tak sedikitpun peka akan hal itu. Dan terus saja berfikir kalau mereka berdua sahabat.
Keesokannya.
Disekolah.. Mue tak lagi melihat Zazz. Selama berhari-hari, hingga bulan sudah berganti, Iya masih juga belum dapat kabar apapun dari Zazz.
" Apa.. Apaan.. Ini. Kemana lo Zazz dasar orang jahat..Bisa.. Bisanya gak ada kabar apapun. Dia anggap gue apa.. Ini terlalu lama, maksudnya pamit?! Apa ini?! Dasar jahat!..
Tahun berganti tahun.. Dia masih juga belum dapat kabar apapun dari Zazz.
Hingga hari kelulusan pun dia tak dapat melihat akan adanya Zazz lagi dihidupnya. Manusia satu itu bagai hilang tak pernah ada sebelumnya.
" Sebenarnya, kapan pertama kali nya gue kenal Zazz. Gue gak bisa inget itu. Yang gue inget cuma semua rengekan gue ke dia. Gue selalu beralaskan persahabatan dan memintanya ini itu. Gue hampir gak inget dia itu bagaimana.
Dia bener. Sekarang, gue emang benar-bener payah.. Gue kangen elo Zazz... Lo dimana dasar orang jahat...

Hari ☀ itu langit sangat cerah..
Beberapa hal terjadi, pada akhirnya, Mue berhasil melanjutkan kuliah dijurusan 🎨 seni.
Ditambah kehidupan asmara yang baik. Dia berhasil berpacaran dengan Glad saat terakhir kalinya dia bisa melihat sahabat baiknya pergi. Ironis.
"Kali ini aku lagi kan yang jadi korban kekerasan dalam corat-coret lukisan absurd kamu.. Sebenarnya, kenapa kamu pilih jurusan ini pasti ada yang salah deh. Coba cek ulang bakat kamu sayang 💕.
" Gak. Glad aku tu berbakat lukis. Titik. Bodo ah..
" Iya.. Oke kali ini kamu mau aku jadi apa lagi coba. Aku siap buat jadi objek lukis, jadi kita mulai dari mana 💕 sayang.
" Nah.. Gitu donk Glad gak ada komen lagi kali ini. Coba diem aja Oke.
" Em Oke.
Disebrang jalan... Sambil terus melihat kearah gadis yang terus merengek ke pacarnya disana.
"Si payah itu, masih saja berisik... ( menatap dari kejauhan...)
" Zazz? Kamu ngomongin apa
" Enggak. Udah selesai daftar nya.
" Em..,, kamu yakin kamu bakal pilih jurusan seni.. Setau aku kamu gak pernah suka corat coret Zazz.
" Mungkin akan menarik disana nanti, Dan Ajjesii tolong jangan banyak tanya, itu menyebalkan.
" Iya Sayang 💕....mucccha..
Memasuki mobil dan meninggal kampus....
**
Hari ini langit tiba-tiba mendung..
"Ah 😌 ini hari yang menyeramkan dibanding kemarin.. Glad kemana ya. Gue gak suka sendirian 😔
Seseorang menyentuh pundaknya.
" Sorry.. Bisa tanya sebenarnya saya dan pacar saya baru pindah kuliah disini. Kelas seni ada disebelah mana ya?
"Oh.. Bareng sama gue aja. Gue juga di jurusan seni.. Gimana..?
" Oya hampir lupa nama saya Ajjesii.. Kamu?
" Mue...
" Ayo Zazz. Sayang.....
Terpaku... Mue tak mungkin salah dengar dengan nama itu.
" Hemm..
" Zazz tunggu kamu bisa ke jurusan seni barang Mue. Dia juga dijurusan yang sama. Mue.. Aku gak dijurusan itu. Cuma Zazz ini pacar ku yang dijurusan seni.. Tolong banget ya, aku gak bisa ikut karna harus ke jurusan hukum dulu Oke. Gak pa. Pa kan
" Hah..em..ya. ( Mue terdiam. Tak tau harus berkata apa, dia sangat merindukan sahabat baiknya itu. Tapi rasa canggung ini sulit dijelaskannya.
" Oke thanks banget Mue.. Aku duluan ya sayang 💕 Mucch.. ( mencium pipi Zazz mesra)
Mue kaget.. Tak percaya.
Setelah Ajjesii pergi. Mue berjalan perlahan, dia binggung harus memulai obrolan mereka entah dari mana. Apa mereka masih sahabat atau kini sebagai orang asing.. Dia sendiri juga tak tau pasti .
Zazz terus menerus menatap Mue, yang bersikap canggung.
" Kenapa cuma diem. Apa kabar, gue kangen lo.
"Baik.. Emm. (Mue tak yakin dengan ucapannya barusan. Tapi apa yang baru diucap Zazz tadi.. Kangen)
Setelah sampai di kelas seni..
" Ini kelas seni..Permisi.. Em gue, harus keluar. ( Mue segera berlari.. Entah apa yang dia kejar dia hanya ingin menjauhkan dirinya dari tempat itu, atau mungkin, lari sejauh mungkin dari manusia satu itu.)
Dikelas seni.
" Reaksi yang mengecewakan..( Zazz tertunduk lesu.. Padahal dia masih sangat merindukan Mue.)
Saat diujung jalan. Glad melihat Mue berlari.. Dia langsung cepat mengejarnya.
" Sayang.. Kenapa lari..
" Glad..
" Iya. Kamu kenapa?
"Zazz...
'Deg.. ( nama itu. Entah kenapa Glad tak ingin mendengarnya. Apapun yang akan Mue katakan nanti. Rasanya dia tak ingin tau apapun itu. )
" Iya.. Kenapa..
" Dia dikelas seni.. Sekarang.
Glad tak tau reaksi apa yang harus dia tunjukkan. Dia selalu merasa cemburu tiap nama itu disebut oleh Mue. Ada yang lain dari perasaannya tiap Mue menceritakan Zazz. Glad sadar, disana dia tak menemukan perasaaan yang sederhana.. Dia tau betul Zazz begitu istimewa bagi Mue.
Hanya saja selama ini Mue sendiri tak pernah menyadarinya. Dia berharap Mue tak kan pernah menyadari perasaanya terhadap Zazz.
" Glad. Dia sahabat baik, sekaligus manusia paling jahat, dihidup gue... Dia pergi gitu aja coba,. Terus sekarang tiba.. Tiba dateng. Dia juga udah .. Emm.
" Apa?
" Pacarnya.. Gadis itu cantik, dia juga ramah, terlihat pintar. Gimana bisa orang jahat kayak gitu punya pacar yang sempurna, seperti Ajjesii.. Harusnya gue bilang selamat. Atau gue ngtuk dia dulu. Dia udah pergi gitu aja. Ninggalin sahabat nya sendirian. Dasar jahat. Gue benci banget sama dia.. Sekaligus.. Emm.. Gue kangen dia. 'DEG....
" Sayang...Kita pulang dulu. Nanti kita bahas ini di mobil.. Ayo.. ( Glad tak bisa berbuat banyak dia tak akan mungkin bisa menjauhkan Mue dari Zazz) pria itu terlalu berarti untuk Mue.
Ketakutan yang selama ini dia sembunyikan akhirnya muncul.. Kehadiran Zazz kembali dihidup Mue berarti ketakutan seumur hidup baginya.
Keesokannya...
Di kelas seni..
" Hai.. Hari ini kehilangan sesuatu? Tanya Zazz pada Mue yang mencoba menjauhi dirinya lagi.
"Em. Gak. Gak ada yang ilang..
" Gue, kangen..elo juga kangen gue?..(Terus menatap mata Mue dan makin mendekat....
" Hah!! Ck..Em gue..Apa?!! Permisi gue harus pergi...
( Mue keluar kelas dan menjauhi Zazz)
" Tolong jangan terus menghindar.. ( Zazz mengejar Mue yang sudah keluar kelas. Dan cepat menarik erat tangan Mue.
" Heii...!!! ( marah.. Mue menghempas tangannya yang dipegang erat oleh Zazz)
" Apa
" Apa?? Apa kata lo... Gue gak tau ya, kenapa lo harus ada didepan gue sekarang. Kita ini bukan lagi main teman temanan, atau apapun itu. Kita cuma orang asing.. Jadi tolong, menjauhlah seperti sebelumnya.
" Kenapa. Tiba-tiba kita jadi orang asing?
" Lo tanya kenapa? buat lo itu hal sepele. Karna lo selalu dengan mudah dapat taman. Tapi gue cuma elo teman gue. Tapi sekarang lo bukan lagi teman gue., dan anggap kita gak pernah saling kenal.. Gue gak mau juga Ajjesii jadi berfikir enggak..nggak..
"Jadi, lo lagi cemburu..
" Hah..
" Lo cemburu..
" Tolong jangan salah faham.. Gue punya Glad. Dan lo bukan siapapun buat gue. Sekarang. Jelas.
" Trus kenapa. Begitu marah.. Kalau kita cuma orang asing.
" Hah..Iya. Harusnya gue gak marah... Permisi kalau begitu. Satu hal lagi.. Gue bakal keluar dari kelas seni, karna lo sangat mengganggu.
" Kenapa kehadiran gue jadi mengganggu.
Apa yang harus dikhawatirkan oleh orang asing kayak gue. Buat lo?!
" Apa sik mau lo..Hah... Tolong stop main..main.. !!!
" Ajjesii cuma teman baik saat diluar negeri. Dia bukan pacar. Tolong jangan berasumsi asal. Cuma karna dia cium pipi gue.. Lo cemburu. Emm.
" Apaan sik.. Gue gak cemburu.. Dia bilang lo itu pacarnya.!!
" Itulah dia. Selalu menjaga gue dari siapapun.
" Em. Aneh.. Pertemanan yang aneh...
( Zazz tersenyum..
" Kenapa lo senyum. Dasar.. Apa itu lucu buat lo.. Sial.?!
" Jadi sekarang gue lagi diinterogasi.. Dan apa sekarang lo udah gak marah...
" Apa maksudnya.. Lo tetep salah.. Lo ninggalin sahabat lo gitu aja.. Lo fikir gue udah maafin lo..
" Udah.. Lo udah maafin gue. Dan kita ini emm bukan sahabat.. Gue udah berkali-kali bilang ini. Dasar payah..
" Payah..?! Kalau bukan sahabat kita apa?? Elo yang payah Zazz..
Zazz lagi..Lagi tersenyum melihat sikap Mue yang salah tingkah..
Tak lama.. Glad muncul..
" Sayang.. ( glad cepat mengecup leher Mue dihadapan Zazz..
Dengan tatapan tajam Zazz terus mengepal tangannya keras.. Ingin sekali dia menghajar glad karna mencium Mue mesra dihadapannya seperti itu.
"Hai.. Apa kabar Zazz. Kamu udah balik ke sini..
" Em. ( muka Zazz berubah mengeras dia tak ingin memungkiri bahwa dia sedang sangat cemburu saat ini. )
" Lo pasti udah tau kalau kita sekarang pacaran .. (Jelas Glad pada Zazz memberi peringatan..
" Gue gak tanya. ( Zazz memutuskan untuk pergi, dengan sangat marah)
"Gue duluan. Nanti kita ngobrol lagi Mue.. Gue masih kangen banget sama lo...gue tau lo juga. Gue duluan ya.
Glad menatap wajah Mue
" Kenapa? Glad
" Enggak.. Kalian udah baikan..?
" Entahlah.
" Kamu tolong.. jauhi Zazz ( Glad cemas
" Em?! Kenapa? Glad dia itu satu.. Satunya sahabat aku. Jadi mungkin maaf glad aku gak bisa. Dan tolong beri alasan kenapa aku harus jauhi Zazz?
" Dia mungkin. Punya perasaan lebih ke kamu .
" Gaklah Glad, itu mustahil. Lagian, kenapa kita harus bahas hal ini. Aku gak bisa Glad. Dia sahabat aku, Satu-satunya.
" Kalau gitu, kamu bisa melepas..Hubungan. Em..hubungan kita. Mulai sekarang.
" GLAD?!
" Sorry. ( Glad lekas pergi meninggalkan Mue sendirian..
" Kenapa sama glad? Dia cemburu sama Zazz? Apa yang dia fikir sebenarnya? Konyol. Gue harus minta tolong Zazz untuk ngejelasin ini ke glad.
Ditempat lain....
"Hai , Mue.. ( Ajjesii menyapa Mue..
"Hai.. Ajjesii
" Jadi kamu gadis spesial yang selalu disebut.. sebut Zazz.
" Hah?
" Gak usah, kaget.. Kamu harusnya tau kalau kamu spesial buat Zazz.. Tapi yang aku dengar..
Kamu udah punya pacar bukan? .
"Maksudnya..
" Kenapa tanya maksudnya aku.. Maksudnya kamu bagaimana ya? Aku cuma mau satu hal. Jangan buat Zazz sakit. Karna Mue.. Kalau hal itu sampai terjadi..
Kamu harus hati.. hati dengan aku mulai sekarang..
Aku bakal ngelakuin apapun buat Zazz..Jelas.
Mue hanya bisa terdiam. Setelah akhirnya Ajjesii pergi dari hadapannya.
"Teman macam apa dia.. Apa harus se posesif itu. Iih(Ucap Mue kesal. Mengingat masalah nya dengan Glad saja masih belum selesai, kini dia juga harus berurusan pula dengan Ajjesii.
Dikelas seni..
" Kenapa? ( Zazz menyapa Mue sambil mencubit lembut pipinya
" Zazz..
" Hem..
" Gue perlu tanya sesuatu. Lo pernah bilang, kalau gue bukan sahabat atau temen lo bukan. Apa lo.. Sebenarnya...
" Gue cinta sama lo. Sangat..
" Jadi.. Glad bener. Dan ucapan Ajjesii juga sama..
" Apa?
" Lo,, dari kapan? Gak mungkin.
" Kenapa muka lo semarah ini?
" Tolong dijawab aja Zazz..(Mue makin serius
"Dari gue kenal elo.. Di hari pertama kali gue liat lo. Setiap harinya gue selalu dengan perasaan itu.
"Kalau gitu.. Kita gak bisa lagi, saling deket. Kita gak akan pernah bisa.
Tolong jauh in gue, seperti sebelumnya.
Mue menatap mata Zazz .. Berkaca... (Tak ingin juga tapi dia tak mau Glad terluka)
" Jangan asal ngomong. Gue gak mau.. ( tolak Zazz tegas.
" Gue serius Zazz..
" Glad yang minta .. Lo sama dia , silahkan. tapi jangan pernah minta gue berhenti deket sama lo.. Gue gak mau ngelepas lo lagi. Gue gak masalah lo gak cinta. Dideket lo, Itu cukup.
" Omongan lo yang asal.. Gimana bisa.. Lo juga harus bahagia Zazz, walaupun gak ada gue. Lo gak mungkin terus.. sama perasaan itu. Suatu hari lo juga akan bertemu seseorang.
" Gak usah mendongeng.
"Zazz gue harus pergi. Tolong ngertiin gue..
" Lo mau buang gue.. ( Zazz tersenyum getir
" Lo yang harusnya buang perasaan lo ke gue Zazz..
"Gak..
" Sorry Zazz.. (Mue berlalu pergi meninggalkan Zazz disana.
Beberapa hari setelah Mue memutuskan tak ingin lagi dekat dengan Zazz karna takut dengan perasaan yang dirasakan Zazz padanya.
Zazz juga tak pernah berhenti mendekati nya. Semakin pria itu mencoba mendekati nya semakin gadis itu terus menjauh.
Sekeras apapun Zazz mencoba, tetap tak bisa merubah keputusan Mue.
Akhirnya agar dia tetap bisa bersama dengan Mue. Dan tetap bisa melihat senyum diwajah gadis itu lagi untuk dirinya.
Zazz memulai sandiwara itu. Kebohonganlah satu-satunya cara, agar Mue tetap mau berada didekatnya. Sandiwara yang mungkin akan membuatnya menjadi gila...
Didepan semua orang Zazz menyatakan perasaannya pada Ajjesii.. Melihat hal itu berapa terkejut nya Mue.. Dan juga Glad yang kemudian kini bisa kembali dekat dengan Mue setelah Zazz akhirnya berpacaran dangan Ajjesii.
" Apa yang lagi lo lakuin Zazz... ( ucap Mue lirih... Yang saat ini dia lihat bukan lagi Zazz yang sebelumnya.
Dia juga tak menjauhkan diri dari dirinya. Hanya saja bedanya pria itu, kini sudah menjadi milik seseorang.
Tak ada alasan bagi Mue untuk tetap berteman dengan Zazz. Tapi tak juga ada alasan baginnya menjauh dari Zazz.
Hanya saja.. Mata itu lain.. Zazz seperti orang lain saat ini.
Matanya hanya berbinar jika berada didekat Mue. Tapi dia bukanlah kekasihnya.
Walaupun ada Ajjesii. Dia selalu diam-diam menatap dan menyentuh Mue dengan rasa yang sangat dalam..
Hingga pada malam itu.. Saat acara pesta kembang api di kampus...
" Zazz.. Gue harus ngomong sesuatu, bisa.. Boleh, Ajjesii.. (Mue meminta izin Ajjesii yang ada disamping Zazz kekasihnya saat itu.
" Ya.
Zazz mencium pipi Ajjesii. Dan menghampiri Mue..
Dikejauhan....
" Apa yang lagi lo rencanain.. Zazz?
" Apa? Sebaiknnya lo cepet balik ke sebelahnya, coba lo lihat Gald terus menatap kearah kita.. Apa dia segitu gak percayanya sama pacar sendiri. ( sindir Zazz.. Dan meninggalkan Mue disana
"Gue belum selesai ngomong Zazz,
" Kalau gitu, kita lanjut nanti di belakang mereka berdua. Gue juga kangen banget sama lo. sayang. 'Tangannya menyentuh tangan Mue lembut.
Setelah Zazz jauh... Bulu kuduk Mue bergidik... "Siapa pria barusan.. Dia jelas bukan Zazz yang gue kenal. Dia udah punya Ajjesii.. Tapi dia juga terus memperlakukan gue seperti miliknya...
"Lo sebenarnya kenapa Zazz? Apa yang udah gue lakuin. Sampai lo jadi kayak gini (Mue cemas...
Disamping Glad, Mue terus tak bisa fokus.. Mata nya malah trus, mengamati Zazz dan Ajjesii.
" Apa hubungan mereka begitu menarik? (Tegur Glad.
" Hah..?!
" Kalau sebegitu menariknnya, kenapa gak sekalian kamu ikut kesana.
" Sorry, Glad. Aku. Emm. Gak. Aku agak cape. Aku harus pulang duluan gak, apa kan...
" Aku anter. Tunggu disini. Aku ambil mobil dulu.
" Hem iya...
Saat Glad pergi mengambil mobilnya...
Zazz menghampiri Mue. Dan menarik tangannya dari keramaian disana.
Pria itu membawanya ketempat lain di atap gedung kampus..
" Zazz.. Apaan sik lo... Gue harus balik ke bawah... Glad nungguin gue..
" Bukannya tadi lo mau kita berdua ngomong sesuatu. Cuma berdua. Gue kangen elo..
Tangan dan mata Zazz merapat kearah nya. Tapi entah mengapa dia tak bisa menghindarinya.
Bibir Zazz juga semakin mendekati bibirnya disana.. Tapi tak saling bersatu Zazz hanya membiarkannya tetap dekat dan terus merasakan hembusan nafas Mue yang tak menentu. Tangannya tak henti menyentuh lembut tangan Mue.
"Tolong... BERHENTI...!! ZAZZ...
" Kenapa..? Bukannya lo juga menginginkannya. Lo cuma gak mau mengakuinya aja. Lo yang berhenti membohongi diri lo sendiri. Akuin lo juga mau gue..
" Kenapa sama lo Zazz..
Gue.. Apa gue buat salah, atau apa.. Gue benar.. bener minta maaf Zazz.. Tolong stop ini disini.
" Apa maksudnya.. Kita akan terus seperti ini. Selama elo masih gak mau mengakuinya.. Kita berdua akan selalu dibelakang mereka seperti ini.. Lo juga mau begitu bukan,..
Sekarang pergi.. Lo pasti dicari..pacar lo.. Gue masih mau disini.
" Gue.. Em.. Gue masih mau disini..
" Em.. Apa sekarang kita berdua harus ngelanjutin ciuman tadi. Dibelakang mereka berdua.. Apa ini menyenangkan💕..
" Zazz.. Sorry. Lo salah faham. Gue cuma mau lo kembali jadi sahabat gue. Itu aja. Walaupun kita gak sama-sama, tapi jangan kayak gini Zazz.. Plissss.. Gue mohon.
Zazz. Tertunduk.. Dia tak bisa merubah apapun disana rupanya.
Tak lama Zazz kembali kebawah sendiri.
Glad disana masih kebingungan. Mencari Mue..
Sementara Mue masih diatap sendirian.
" Dia ada diatas atap. Tadi gue sama dia emm., Gue duluan Glad..( ucap Zazz dan pergi menghampiri Ajjesii..
" Br#@*ksk..!! (Maki Glad..Dan langsung berlari ke atap menyusul Mue.
Ditengah jalan. Menuju atap, Glad menghentikan langkahnya.. Mue juga sedang menuju ke bawah dan menatapnya.
" Ayo, sayang mobilnya udah siap. ( ajak Glad tenang, dibanding meminta penjelasan Mue.. Dia seribu kali lebih takut jika Mue terus memikirkan Zazz.
" Glad. Tadi Zazz..
" Ayo, 💕sayang.. (Glad menggandeng tangan Mue dengan lembutnya. Dia tak ingin diantara mereka ada pembicaraan mengenai Zazz.
Mereka berdua akhirnya kebawah dan menuju mobilnya.
Didalam mobil rasanya pun tak kalah dingin dari di luar.
Hubungan itu.. Entah bagaimana nantinya.
Mue sangat mencintai Glad tapi baginya Zazz sangat berarti.