Dikamar yang suram,terdapat gadis berambut pendek yang masih tergulung oleh selimut dengar liur membasahi penuh pipinya. Padahal matahari sudah berdiri tegak di atas kepalanya. Apakah gadis itu melupakan hari ulang tahun ibunya yang ke-51? Padahal dia sudah merencanakan bersama ayahnya saat jauh hari.
Saatnya sudah terbangun dan sudah selesai mandi, dia segera menyiapkan kejutan ulang tahun kepada ibunya di dapur. Walau sederhana itu akan menjadi kenangan terhebat yang pernah ibunya temui. Gadis berambut pendek itu pun memanggil ibunya ke dapur. Saat ibunya menghampiri gadis itu di dapur, ibunya mulai menangis histeris. Mengapa ibunya menangis histeris? Seharusnya ibu gadis itu menangis dengan penuh kebahagiaan.
"Wah pasti ibuku terharu nih sama surprise buatanku sama ayah" gumamnya. "SURPRISE!! Selamat ulang tahun ke-51 ibuku tercinta. Maaf ya, kuenya tadi dimakan sama ayah, jadi sebagai gantinya kuenya aku pakai kepala ayah. Soalnya tadi aku agak sengaja menjambak rambut ayah, eh tiba-tiba malah kepisah sama badannya". Gadis berambut pendek itu tersenyum penuh kebahagiaan sambil menatap ibunya bertekuk lutut dihadapannya dengan air mata membasahi pipi. "Makasih banyak nak, akhirnya beban keluarga kita musnah juga". Mereka pun berpelukan mesra.