Suatu hari ada sekelompok orang yang datang ke rumah ku, merekah membawa semua anggota keluarga ku untuk ngancam adik laki-lakiku di saat aku tidak ada di rumah.
Anggota keluargaku ada 5 orang ya itu ibu, aku, dan 3 adik ku, dan mereka semua laki-laki hanya aku seorang anak perempuan, ayahku sudah meninggal saat usia ku yang ke 16 tahun, sekarang usia ku sudah 21 tahun, adik kedua ku berusia 19 tahun, dan adik ketiga ku berusia 16 tahun, sedangkan adik keempat ku berusia 3 tahun, karena adik keempat hanyalah anak angkat jadi wajar usianya 3 tahun.
Kembali ke awal cerita
Mereka mau adik kedua ku yaitu adrian datang ke tempat di manah mereka suda sepakati, alasan mereka merencanakan itu semua agar adrian mau melakukan apa yang merekah peringkat, karena adrian sangat pintar dalam hal menembak, jadi merekah maafkan nya karena cara menembak adrian sama persis separti penembak jitu master M yang tidak di jetahu identitas nya.
Saat adrian sampai ke tempat itu, mereka pun memberikan sebuah foto yang di mana adrian harus membunuh orang itu kalau dia mau keluarga'nya selamat, adrian pun pergi untuk membunuh orang yang ada di dalam foto itu, tapi mereka tidak tau kalau adrian baru belajar menembak dan itu pun jarak dekat.
Di saat yang sama aku pun pulang ke rumah.
Aku :aku pulang, ibu adee ini aku bawain
Sesuatu buat kelian, loh ko nga ada
Suara.???
ibu ade mereka ke mana ya ko nga
Di rumah.
Aku pun menelpon ibuku tapi nga di angkt sama sekali, saat itu pun aku mulai merasa cemas,hingga aku pun mulai bergegas pergi ke kamar mengambil leptop ku dan melihat sisitv dan di situ lah aku tau bahwa keluargaku dalam bahaya.
Aku pun bergegas ke luar dan naik ke mobil, sambil menyetir aku menelfon seseorang dan menyuruh nya untuk nelacak di mana keluarga ku berada, 5menit kemudian orang itu pun mengirim pesan di mana pesan itu berisi lokasi ibu dab ke dua adik ku, dan adrian tidak ada karena dia suda pergi menjalan kan tugas agar ibu dan adik nya tidak terluka.
Aku pun sampai ke lokasi yang di kirim orang ku, saat sampai 2 temanku pun suda sampai dan aku pun turun dari mobil dan menghampiri mereka, tidak banyak bicara aku pun bertanya kepada mereka, "berapa jumla orang di dalam gedung ini. Dan mereka pun menjawab, "sekitar 37 orang.
"Baik lah ayo kita masuk. Kami pun masuk dan aku menyeru mereka menutup pintu gedung itu karena tidak akan ada yang bisa keluar hidup" dari pintu itu selain keluarga ku. Aku pun naik ke atas seorang diri dan aku melihat sebuah ruangan, saat aku membuka pintu ruangan itu aku pun melihat ibu dan kedua adiku di ikat dengan tali padah tangan dan kaki mereka.
Aku mulai marah saat melihat keluarga ku seperti itu, tapi aku tidak mau menunjukan sifat asliku pada ibuku karna jika ibuku tau sifat asliku dia pasti akan kecewa, dengan berat hati aku membuka tali ibu dan adik" saat talinya suda di buka aku pun membawa meraka turun ke bawah dan saat turun kami tidak berjumpa dengan sekelompok orang yang membawa ibu dan adik" ke sini, sesampai di depan pintu aku menyeru kedua temanku membawa pulang ibu dan adik ku.
Percakapan :
Aku :sisi, adel, tolong bawa ibu dan
adikku pulang ke rumah.
Sisi:oke bos
Adel:serakan saja pada kami
Aku :baik lah ibu kalian duluan pulang
ya aku masi ada hal yang harus di
selesaikan.
Ibu :tidak kita pulang barang saja ya
Aku :ibu tenang saja aku tidak akan
kenapa-kenapa aku janji
Ibu :baik lah kamu harus janji ya
Aku :iya sisi adel cepat bawa ibu dan
adik ku pergi
S,A :oke
Mereka pun pergi dan aku pun masuk kedalam lagi untuk memberi mereka pelajaran karna suda menyentu keluarga ku, tidak membutukan waktu lama untuk membunuh mereka semua, dan saat aku mulai keluar dan pergi ke adrian ada suara seseorang yang sedang menelfon, aku pun pergi melihat siapa orang itu, ternyata dia salah satu dari komplotan itu, orang yang sedang di telvon pun mengangkat telvonya.
Dan di saat itu pun aku menembak mati dia dan mengambil hempon nya, "aah jadi kamu yang suda berani menyentuh keluargaku. Pria di telfon itu pun kaget mendengar suaraku, "siapa kamu, dan apa mau mu. Aku yang mendengar itu pun tertawa, "kenapa kamu tertawa. Tanya pria itu, aku pun mengatakan "aku ingin kamu mati. Aku pun menutup telfon itu,
TUNGULAH SEBENTAR LAGI KAMU PASTI MATI DI TANGAN KU, KAREBA SUAPA PUN YANG MENYENTU KELUARGAKU AKAN MATI.
SELESA