Aku terkejut saat pulang sekolah melihat papa dan kak Naila bersenda gurau dengan akrabnya di ruang tamu.
Aku : pa,kenapa membawa kak Naila kerumah
Papa: oh kamu sudah pulang nak,bagus kalau gitu,papa akan mempertahankan kak Naila lagi.kak Naila akan menjadi mamanya Kaira.
Dengan marah aku meninggalkan mereka dan masuk ke kamar dengan membanting pintu.Brakk
"Kiara" teriak papa dan aku mengabaikan nya.aku menangis tersedu-sedu dan membenamkan wajah ku ke bantal,agar tidak terdengar suara tangisan ku.
Nama ku Valeria Kiara Subekti,,aku anak kelas VII di salah satu sekolah swasta terkemuka di kota ku.Kesedihan ku berawal dari perubahan papa ku yang sekarang tidak terlalu antusias atau perhatian terhadapku.sedangkan ibuku, beliau sudah meninggal saat melahirkan Ku,tapi aku tidak pernah merasakan kehilangan ibuku,karena kasih sayang papa ku,dan orang di sekitar ku, apalagi papa yang sangat mencintai ku .
Dengan membawa nya orang baru di keluarga,aku merasa akan di ambil semua yang aku miliki termasuk kasih sayang papa.
Di sekolah,,,
Aku mencari-cari seseorang tapi tidak juga menemukan nya,hingga mata ku tertuju pada segerombolan anak laki-laki yang sedang bersenda gurau.dan aku mendatangi nya
" Sini,Bob,ikut aku bentar"kata ku sambil meraih tangan Bobby dan menarik nya.aku tidak peduli dengan teriakan dan tatapan teman2 lain"ciiee ciieee"
Aku terus menggiring Bobby dan membawa nya ke pinggir lapangan Voli yang kebetulan sedang sepi."Bob,selamat..kak Naila akan menjadi ibu ku." Kata ku sambil menyunggingkan senyum.
" Iya kai,aku sudah tau,,semua keluarga juga sudah tau," jawab Bobby
"Kenapa bisa Bob" air mata ku tak sanggup lagi ku bendung. Dan Bobby pun secara spontan memeluk ku dan menenangkan ku.
Bobby adalah adik dari kak Naila,,teman ku sedari kecil,jarak kak Naila dan Bobby terpaut jauhnya,yaitu 15 tahun.
" Tenanglah kai,lebih baik kak Naila menjadi ibu mu, daripada orang lain,dia mencintai papa mu dan dia menyayangi mu juga," kata Bobby menenangkan ku.
"Tapi Bob" sela ku sambil sesenggukan.
" Kai,aku ingin mengakui sesuatu" kata Bobby sambil menatap ku dengan penuh arti" aku mencintaimu kai,aku mencintaimu sejak dulu,sejak kita kecil,tapi aku rela melepas kebahagiaan ku agar kakak ku juga bahagia,jadi kai, bisakah kamu mengalah demi mereka, seperti aku."tangis ku berhenti mendengar pengakuan Bobby,dan mencoba mengerti
"Baiklah Bob, terimakasih untuk semuanya dan terimakasih sudah mencintai ku,ku rasa aku mulai mengerti,papa ku juga sudah lama sendiri.dan aku juga ingin papa bahagia,jika itu dengan kak Naila maka aku ikhlas" Kata ku sambil melepaskan pelukan Bobby.dan Bobby tersenyum sambil mengelus puncak kepala ku.
****
Saat bell pulang sekolah berbunyi,aku bergegas pulang dan tidak sabar menemui papa, ternyata dirumah ada kak Naila juga.dan mereka berdua menjelaskan jika aku tidak bahagia maka mereka akan membatalkan pernikahan ini,karena kak Naila tidak ingin menyakiti ku.aku tersentak dan merasa bersalah karena mencoba memisahkan cinta mereka.
"Kak Naila,papa,maaf untuk ke egoisan Kaira, Kaira menerima kak Naila menjadi mama Kaira," kata ku dengan penuh ketulusan
"Terimakasih Kaira " kata kak Naila
"Terimakasih nak" kata papa ku yang menjawab hampir bersamaan dengan kak Naila.
"Tapi kak,kak Naila harus membuat papa Kaira bahagia,,dan papa juga harus membuat kak Naila bahagia" kata ku sambil memegang tangan keduanya
Papa dan kak Naila meneteskan air mata" ya kami berjanji" jawab kedua nya bersamaan.
Dan berakhirlah bahagia papa dan mama baru ku.
Tidak ada salahnya membuat orang yang ku sayangi bahagia jika dengan menerima semuanya. The end