"Hana,didepan sana ada es krim ayo kita beli.." rafael menarik lengan hana menuju penjual es krim.
Ya,ternyata mereka sudah saling mencintai sejak kedua ibunya berteman. Tidak ada yang tahu bahwa hana dan rafael memiliki hubungan sudah lama. Orang tua mereka pun hanya menganggap anak yang masih kecil yang tidak tahu apa apa. Karena umur hana 7th dan rafael 8th.
"Tapi aku tidak bawa uang rafa" hana sedih.
"Em.. aku hanya bawa uang yang hanya cukup untuk beli satu es krim" rafa mengeluarkan uang.
"Ishh.. yang benar saja mengapa tadi kau mengajakku kalau kau tidak punya uang!" hana kesal dan buang muka.
Rafael merasa bersalah,ia tidak mau hana marah. Ingin memberikan es krim milik rafa kepada hana. Tapi dia juga mau es krim itu. Rafa mulai berfikir sejenak dan mempunyai ide cemerlang.
"Ini nak es krim rasa cokelatnya.."
Pak penjual es krim memberikannya kepada pembeli rafa lalu membayarnya.
"Kita makan bersama sama saja!" rafa menyodorkan es krim ke hana.
Seketika wajah hana memerah. Entah apa yang hana pikirkan sekarang.
"Baiklah.." ucap hana malu malu.
Hana setuju tak mungkin ia melihat rafa makan es krim sendirian apalagi rasa cokelat.
Mereka pergi menuju kursi panjang yang terbuat dari kayu di taman.
"Kau duluan hana.." rafa ingin menyuapi hana.
Sekali lagi wajahnya memerah sembari menjilati es krim.
"Ennak..!" mata hana berbintang bintang.
Semua orang yang duduk santai melihat anak kecil yang sepertinya sedang pacaran. Terutama lagi para kaum jomblo sangat kesal melihat semua ini langsung pergi ke tempat yang lain.
"Hana!hana hana.." suara teriakan dari jauh.
"Rafa,sepertinya itu suara ibuku" hana menengok kesana kemari.
Suara yang lama kelamaan jelas dan mulai terlihat seseorang yaitu ibunya hana.
"Ibu aku disini!" tangan hana melambai lambai.
Ibu hana melihat anaknya yang melambaikan tangan ia langsung menuju mereka berdua.
"Astaga hana mulutmu dipenuhi cokelat makan apa?" Ibu mengelap menggunakan bajunya.
"Aku makan es krim bersama rafa bu" hana sangat ceria.
"Oh,hana ayah kerja pulang cepat hari ini karena mendapatkan bonus dari perusahaan. Ayah mengajak kita ke pantai"
"Benarkah? Asyik!" hana melompat lompat.
Rafa hanya bisa mendengar percakapan mereka. Hana melihat rafa murung membuat cerianya tiba tiba pudar.
"Emh.. ibu aku ingin mengajak rafa supaya bisa ada teman bermain. Jika jalan jalan sendiri aku bosan boleh yaa.." hana membuat wajah memelas.
Ibu hanya mengikuti keinginan hana. Sepertinya hana benar juga pasti sangat bosan jika tidak ada teman. Sekalian ibunya bisa romantisan dulu dengan ayah.
"Boleh boleh. Rafa kamu mau ikut ga? kalo mau ikut izin dulu sama ibumu" ibu hana mengelus kepala rafa.
Seketika kemurungan rafa terhapus dengan kesenangan. Ia menggangguk dan pergi kerumah untuk meminta izin ke orang tuanya.
***
Keluarga hana sudah tiba di pantai. Angin yang berhembus sangat kencang membuat rambut hana ikut terbawa angin.
"Rafa ayo kita membuat istana pasir!" hana menarik rafa sampai dia belum berbicara langsung ikut ikut saja.
Ayah dan ibu hana duduk di sebuah ayunan karet yang terikat oleh dua kelapa. Sembari melihat putrinya bermain.
"Sayang, sudah lama sekali tidak jalan jalan rasanya seperti waktu dulu kita bermesraan disini. Hanya kita berdua" ayah hana mengecup tangan istrinya.
Ia tersenyum, mulailah percakapan yang sangat romantis diantara mereka berdua.
"Haha..lihat rafa ibu sedang bercinta bersama ayah" hana melihat ke ibu.
"Bisakah suatu saat nanti kita bersama seperti ayah ibumu?" dengan polosnya rafa berbicara seperti itu.
Hana diam sekejap langsung menjawabnya dengan hati senang.
"Tentu saja!" hana tersenyum.
Rafa melihat hana yang seperti itu mulai merasakan cintanya yang tadinya berawal dari pertemanan. Hati hana dan rafa berdebar debar dan mulai berdiri satu sama lain. Mumpung ibu dan ayah sedang fokus tentang hal pribadi. Ada kesempatan rafa memegang kedua tangan hana.
"Hana,berjanjilah padaku suatu saat nanti kita akan terus bersama apapun keadaannya" rafa serius.
Walaupun hana masih belum mengerti ucapan rafa. Intinya hana akan terus bersama rafa dimanapun ia berada.
"Iya rafa. Aku janji" setelah hana mengatakan itu ia melihat ke laut.
Mereka berdua membalikkan badan ke arah laut,tangan hana masih dipegang erat oleh rafa. Kedua pasangan cilik itu sudah direstui oleh sang maha pencipta. Ketika sudah direstui semua yang tak mungkin menjadi mungkin.
-TAMAT-