Tak peduli apa pun yang kau katakan, tak peduli seberapa kerasnya kau, tak peduli apa pun yang kau buat. Diri ini tetap ingin hidup sesuai keinginan jiwa ini sendiri.
Diri ini ingin bergerak dan bertindak sesuai hati dan pikiran ini sendiri. Kau ancam jiwa ini, kau suruh jiwa ini untuk bergerak dengan paksaan mu yang begitu kejam.
Diri ini ingin bahagia, hati ini ingin bersenang-senang. Dengan cara engkau memaksa diri ini untuk bekerja itu tidak akan sama sekali membuat hati ini goyah.
Kau selalu membangun kan aku sepagi ini, menyuruhku untuk bangun dan ikut bersamamu bekerja mencari uang makan. Tapi aku tidak ingin melakukannya. Ada ayah yang masih bisa bekerja, masih ada ayah yang bisa cari makan.
Seberapa kau baik padaku, seberapa semakin bencinya jiwa ini kepada mu. Karena hati ini tau, bahwa wajah dan rayuan mu yang menghibur itu hanyalah tipuan belaka. Agar engkau bisa memanfaatkan diri ini untuk bekerja.
Aku masih pelajar, masih sekolah menengah, dan yang hanya aku butuhkan sekarang adalah, kasih sayang yang tulus dari kalian. perhatian yang mendalam dan yang paling utama adalah, dukungan dari kalian.
Yang bisa membantu ku untuk mengetahui apa impian ku sebenarnya. Jalan apa yang harus aku pilih di kemudian hari. Dan langkah apa yang paling tepat untuk jalanku menuju kebahagiaan dan hidup yang tenteram.
Tolong dengarlah tangisan hati ini, seberapa inginnya hati ini untuk bahagia. Kau memperkerjakan ku sesuka hatimu. Seharian tak ada senyuman ikhlas yang aku tunjukkan. Pekerjaan ini tidak akan ada manfaatnya dan pahalanya. Karena diri ini tak ikhlas untuk bekerja.
Itulah sebabnya, aku benci hari libur, aku benci libur panjang. Karena di saat itulah, aku bersedih bagaikan boneka. Semua orang bersenang senang dihari libur, sedangkan aku bersedih ingin cepat semua ini berakhir.
Andai betul ada Reinkarnasi, aku ingin hidup menjadi semut, kucing atau burung saja. Semut memang bekerja, tapi mereka kompak dan saling sayang. Kucing itu lucu, kadang tersiksa diluar sana dan ada pula yang bahagia.
Tapi aku senang karena kucing itu adalah mahluk kesayangan Tuhan. Sedangkan burung, mereka punya sayap dan dapat terbang setinggi mungkin. Menerobos apa yang ada didepan mereka, menembus langit dan awan. Aku ingin menjadi mereka.
Jiwa, raga, hati dan diri ini selalu kuat ya. Kamu hanya bisa berbicara melalui surat dan cerpen. Tak berani mengungkap kannya kepada dunia, semangat diriku, sehat sehat selalu ya. Eh, engga boleh juga sehat sehat selalu. Bagusnya ada sakitnya juga, biar engga kerja.
Berjuanglah diriku, kamu itu sangatlah hebat. Meski selalu menangis hampir tiap malam. Engga usah pedulikan mereka. Jalani aja hidup kamu sesuai apa adanya. Tersenyum lah bagai mentari........
Saat ini diriku butuh hiburan dan pelukan. Untuk semua orang yang engga sengaja baca cerpen aku ini, tolong like dan komen ya. Ajukan pendapat kamu tentang situasi yang saat ini diriku alami.
Aku tunggu jejak kalian 💪💪👏👏😫😖😢😭😭😭😭