Suatu hari saya bertemu lelaki pada saat saya lagi trauma akan perselingkuhan. Sebelum itu saya pernah menjalani hubungan 5 tahun yang kandas karena perselingkuhan. Dari sekian lama saya menjomblo saya ketemu seseorang lelaki yang berprofesi sama seperti saya seorang model. Singkat cerita kami jalani hubungan beberapa bulan keluarga dari dia ingin bertemu dengan saya. Suatu hari pas libur kerja saya dibawa ke rumahnya untuk bertemu orang tua dan sanak keluarganya. Kita saling bertukar cerita dan keluar pertanya"an tentang karir. Singkat cerita akhirnya kami balik dari rumah keluarganya . Saudaranya bermusyawarah untuk hubungan kami kejenjang keseriusan. Orangtuanya ngobrol ke dia untuk meminta tunangin saya. Dan pasangan saya minta izin buat saya kabari ke keluarga besar saya untuk mengatur waktu untuk acara pertunangan kami. Dan keluarga saya juga mensetujuin pertunangan itu untuk ke jenjang pernikahan.
Tiba di hari pertunangan dengan hari meriah karena saling bertemu keluarga saya dan keluarga pasangan saya. Berjalannya waktu didiskusi untuk hari pernikahannya dan sepakat untuk memberi jarak sekitar 1 tahun kedepan dari hari H pertunangan.
Hari terus berjalan hubungan kami sangat harmonis seperti layaknya hubungan pasangan . Sebucin"nya lelaki itu membuat saya yakin akan cinta tulusnya buat saya. Kami laluin semua dengan segala aktivitas masing". Berjalannya waktu karir saya juga begitu bagus ,saya dapat kabar dari atasan saya bahwa saya akan di naikan jabatan sebagai Staff perkantoran. Saya antara percaya dan tidak percaya karena ada dua orang yang di pilih dengan berbeda tamatan. Saya dengan tamatan SMK dan satu lagi adalah tamatan Sarjana. Dengan keputusan atasan saya yang terpilih untuk menduduki posisi tersebut dikarenakan prestasi saya di pertimbang oleh atasan banyak peningkatan.
Perjalanan waktu hari demi hari perkerjaan semangkin meningkat dan sangat mulus. Waktu saya sudah sangat full dari pagi hari hingga malam hari saya lembur karena posisi pekerjaan saya semangkin sangat padat. Waktu luang hanya di hari libur dan itu saya manfaatkan untuk istirahat seharian dirumah. Dan dalam hubungan dengan pasangan juga hanya bisa lewat call atau chat jarang untuk ketemu lagi.
Tiba berjalannya waktu jarak pernikahan kami sudah dekat fikiran saya timbul overthiking dengan pasangan saya. Saya sudah coba untuk tidak overthiking tetapi hati saya mengatakan benar. Tanpa saya ambil pusing di hari libur saya langsung kekediamannya untuk mengecek kebenarannya. Dihari saya libur pasangan saya lagi kerja dan handphone ditinggal dirumahnya. Saya beranikan izin untuk membuka handphone pasangan saya . Ternyata benar ada beberapa chat atau call dari wanita lain ,hati saya sangat hancur antara percaya atau tidak tapi kenyataan sudah didepan mata bahwa pasangan saya punya wanita lain selain saya.
Tiba waktunya malam pasangan saya pulang dengan riang karena tau bahwa saya datang kerumahnya. Dengan basa basi nya menanyakan saya sudah sampai dari kapan dan gimana dengan karir saya. Saya hanya bisa diam dan meneteskan air mata langsung balik kerumah saya. Begitu terkejutnya pasangan saya karena liat saya tiba" pergi meninggalkan dia dengan keadaan menangis. Dia langsung mencoba menghubungi saya terus untuk memastikan saya aman atau tidak. Saya tetap tidak meresponnya karena saya masih terkejut dengan kenyataan yang saya dapatkan.
Akhirnya dia menyadari atas kesalahannya sudah berpaling dengan saya sebagai tunangannya. Dua Minggu mendekati pernikahan saya bingung harus bagaimana. Mau saya batalkan tapi semua persiapan pernikahan sudah siap dan undangan sudah di sebar. Dengan berat hati saya bertemu dengan tunangan saya untuk membicarakan kelanjutan hubungan ini. Dengan mudahnya dia berkata ingin berubah dan menyakinkan saya untuk tentang lanjut jenjang pernikahan ini.
Dengan berjalannya waktu di hari H pernikahan saya ,saya menyakinkan diri dan memberi kesempatan kepadanya untuk berubah. Dan hari pernikahan itu pun berjalan dengan lancar . Keluarga dan kerabat kerja juga menikmati pesta pernikahan tersebut hingga selesai. Dan kami memulai hidup baru dengan perubahan setatus dari single menjadi seorang istri.
Berjalannya waktu di hari pernikahan kami sangat bahagia menjalaninya dan saya sudah tidak overthiking lagi untuk hal itu. Tetapi saya salah ternyata dia tidak berubah malah saya mendapat kenyataan ada yang chat di handphone suami saya ada satu chat dari beberapa cewek dengan chat genit kepada suami saya. Tapi saya mencoba tidak overthiking karena saya sudah menganggap saya pemenangnya karena saya sudah dinikahinya. Beberapa bulan kemudian ada salah satu teman saya seleting model dahulu kalau saya di cariin oleh satu laki" yang sudah lebih dewasa. Lelaki tersebut ternyata gay. Dan lebih terkejutnya saya menerima pernyataan bahwa lelaki tersebut adalah pasangannya dulu. Saya syock dengan kejadian itu dimana saya juga baru menjalani pernikahan beberapa bulan lalu. Lelaki itu menjelaskan semua bahwa dia sudah banyak rugi karena sudah banyak biaya untuk suami saya. Lelaki itu tidak terima dengan pernikahan kami dan meminta ketemu dengan saya. Tetapi saya tidak mau bertemu dengannya karena saya merasa malu ternyata suami saya be sex (bisa keduanya).
Ternyata lelaki tersebut mendatangi suami saya