Ini adalah karya pertama ku harap dukungan dan bimbingan semuanya 🙏🙏🙏
Awal kisahku.aku seorang kakak dan ketiga adikku merasakan kehilangan seseorang ayah penompang hidup kami yang mana kakakku mempunyai seorang suami dan anak yang akan segera dilahirkan.ayah telah tiada ada emak yang selalu termenung keadaan ini di manfaatkan kakak dan ipar ku mereka kembali ke rumah memanfaatkan keadaan kami yang di tinggalkan ayah untuk selamanya.kakak dan ipar menguasai usaha ayah yang mana kami masih kecil kecil.
Tak terasa dah setahun kepergian ayah untuk tahlilan saja kami tak mampu uang hasil usaha tak di berikan ke emak dan makan minum kami seperti mengemis dengan ipar sungguh ironis bukan.ayahku meninggal karena perbuatan ipar ku,timbullah fitnah bahwa emak berbuat zinah aku bingung harus bagaimana umur ku baru 15 tahun jadi aku meminta emak untuk menikah lagi agar iparku tak menguasai kehidupan kami,selang beberapa bulan emak nikah dengan duda penghasilannya lumayan ada dia juga ada empat anak usianya sama dengan kami,tak lama kemudian kami di satukan tinggal bersama dengan hasutan kakak dia meminta adik bungsuku tinggal bersamanya aku pun mengijinkannya entah berkah atau musibah untuk adik bungsuku yang jelas saat itu hanya pikiran ku untuk segera lulus sekolah agar bisa cari uang untuk biaya sekolah adikku,
Tak terasa hidup bersama dengan orang baru banyak hal yang mengubah hidup kami yang mana adik lelakiku menjadi liar dan diluar kendali emak mengadu ke ipar bagaimana solusinya tapi jawaban ipar sungguh menyayat hati emak,"itulah hasilnya dari nikah lagi anak menjadi liar" entahlah mungkin ini hari terburuk untuk keluarga kami dan inilah kata yang tidak dapat kami lupakan terutama emak ku.setelah lulus sekolah aku pergi ke merantau untuk mencari rejeki dengan bekal hasil menjual emas dan duitnya di kantongi ipar di minta alasannya ini itu sungguh ironis bukan caranya menghasut pikir emak biar aku tak memegang uang, dalam hati biarlah semoga tuhan tidak tidur dan melihat keadaan umatnya yang terjepit hanya itulah doaku saat itu,selang beberapa hari aku mendapatkan pekerjaan walaupun numpang dengan sepupu makan minum seadanya yang penting sekarang ini aku bekerja menghasilkan uang untuk kebutuhan keluarga, kerja di pabrik lumayan lelah gajih pun lumayan untuk biaya kebutuhan keluarga, setiap bulan aku menyisihkan uang untuk kebutuhan keluarga ku di rumah walaupun sedikit aku titipkan uang untuk biaya adik-adik di kampung, tibalah hari raya waktunya cuti bersama aku pulang kampung banyak cerita yang kudapat kakak dan ipar ku tak amanah adik bungsuku disenggol mobil sampai retak tulang ekor mereka bertengkar dengan adik lelakiku yang mana mereka di usir dari rumah dan pergi dari rumah, rumah yang dulunya bersih terawat rapih kini seperti kandang kambing di jebol kanan kiri jendela kacanya pecah ganti papan belum lagi piring gelas pecah belah lainnya habis mereka jual dengan alasan untuk biaya makan adik bungsu sungguh tak masuk akal itulah yang membuat adik lelakiku marah dan berakhir mereka di usir dari rumah kami,aku sungguh menyesal dan berdosa dengan adik bungsuku, hari hari terakhir di kampung walaupun ada masalah tapi dah teratasi emak kembali ke rumah jadi ada yang merawat adikku tak terasa tibalah waktunya kembali bekerja kembali merantau.setelah libur panjang bekerja menjadi semangat ada tanggung jawab yang harus ku lakukan hari hari terasa indah berharap ada seorang yang mau menjadi pasanganku seperti teman teman yang lain, ternyata tuhan tidak tidur doa ku terkabul aku berkenalan dengan lelaki menurut ku dia baik hari hari terasa indah kami bertemu bercerita ada teman untuk berbagi cerita tempat mengadu tapi lama kelamaan kok ada yang aneh setelah aku pertemukan dengan teman ku, setiap malam Minggu dia tidak datang malahan malam Selasa dengan alasan lembur dan anehnya lembur kok temannya tak ada yang lembur,iseng iseng aku pergi ke pasar dan mampir ke rumah temen ku ternyata dia di sana lalu ku hampiri mereka salah tingkah setelah itu aku pulang aku cuma berharap jangan kecewakan aku tuhan cuma itu harapan ku nyatanya aku benar benar kecewa, setelah kejadian itu aku malas bicara dengan mereka berdua aku selalu menghindarinya dan keputusan pulang kampung, untuk menenangkan diri lagipula hari libur pabrik juga libur satu Minggu.
Perjalanan pulang kampung begitu tenang aku berkenalan dengan lelaki dia baik banyak bercerita ini itu aku jadi tertarik mendengar ceritanya mau heran tapi itulah aku cukup penasaran,tak terasa sampailah tujuan ku kami pun berpisah , setelah sampai di rumah hatiku terasa damai melihat adik adikku bersekolah melihat senyuman emak dan ayah sambungku aku jadi berpikir aku harus berusaha yang kuat untuk kebahagiaan adik adikku bagaimana caranya agar aku bisa menghasilkan uang yang banyak.malampun berlalu ada tamu yang mencari ku entah bagaimana orang itu bisa tau rumah ku ,dia cepat menyesuaikan diri dalam keluarga ku bercerita dengan emak dan adik lelakiku mereka cukup akrab tak terasa malam pun tiba emak bertanya bertemu di mana aku menjelaskan kami bertemu di jalan pulang jadi jangan diambil serius, cuti pun telah habis aku kembali untuk bekerja seperti biasa pergi pagi pulang malam sekaligus lembur lumayan untuk isi kantong, sebulan penuh lembur terus waktu gajihan dia datang meminta maaf bahwa dia menyesal dan saya yang salah paham sampai dia duduk didepan orang banyak agar di maafkan hatiku pun luluh merasa kasian walaupun hatiku tak percaya tapi apa salahnya di coba lagi, sebulan telah berlalu kami jalani seperti biasa anehnya aku berjalan ke kontrakan teman ku kulihat dia di sana tertawa bahagia lalu ku hampiri mereka temanku berkata bahwa mereka akan menikah rasa tak percaya mendengarnya tapi tetap saja ku ucapkan selamat,akupun pulang ke kontrakan menangis pun percuma gak ada gunanya cuma bisa duduk sambil menatap langit dan berdoa cepatlah masalah ini berlalu , hari pun semakin larut mataku tak dapat di pejamkan tetap duduk sendirian di bawah pohon bambu tempat teman teman kontrakan berkumpul bernyanyi bersama ,ada tamu tak di undang datang entah dari mana dia tau tempat tinggal ku ini,dia tersenyum menyapa yang lain aku cuma berharap dalam hati agar dia jangan menggangguku saja malas melayani lelaki kadal.mereka bercanda bercerita sambil memperhatikan ku ,akupun hanya melihatnya hatiku masih kecewa dengan apa yang barusan ku lalui aneh tapi nyata kalau tidak kecewa dengan apa yang terjadi setelah di maafkan ternyata cuma di jadikan bahan percobaan teman yang kita percayai, benar kata orang musuh utama kita adalah teman dekat kita sendiri.malampun semakin larut dia berpamitan untuk pulang teman teman kontrakan pun bubar satu persatu hati yang kecewa pun sedikit terobati cuma berharap besok jangan lagi merasakan sakit dan kekecewaan datang lagi.
Seminggu dah berlalu aku pikir tak ada lagi gangguan ternyata harapan tak seindah kenyataan si penghianat datang dengan alasan tak jadi nikah kawin dengan teman ku alasannya dia mengandung anak orang lain aku hanya diam melihat omong kosong yang dia lontarkan seolah olah hanya dia yang tersakiti teraniaya hanya diam itulah yang dapat aku lakukan untuk menjawab semua omong kosongnya sungguh pintar sekali dia memuntahkan omongan, tapi anehnya airmata mengalir di kelopak mataku entahlah perasaan apa itu padahal dalam hati dan pikiranku tak selintas pun bersimpati dengannya,tiba tiba ada yang memelukku menenangkan pikiran ku yang akupun tak tau apa itu pelukan nya terasa menenangkan yang belum pernah aku rasakan, seperti ada perlindungan yang membuat ku merasa ada tempat berharap,lambat lambat kulihat siapa yang memelukku seperti ini ternyata sidia orang yang baru beberapa waktu lalu yang datang walaupun hatiku tak bergerak ke arah nya tapi dia selalu ada di saat aku membutuhkan bantuan apakah harus kubuka hatiku untuk nya sudahlah biarkan ini berjalan perlahan jika dia jodoh ku apapun akan ku terima, tuhan kalau memang dia jodoh yang kau kirimkan aku terima itulah kata hatiku, kembali ke kenyataan sidia begitu marah berdalih bah aku selingkuh dari sehingga berpura-pura tersakiti ingin rasanya aku meremas mulutnya dengan sambal petis tak sadar apa dia yang menyakiti dia yang mengkhianati dia pula yang merasa terzolimi aneh mulut lelaki seperti lambe turah ini memutar balikkan fakta,mau herannya lagi mantan teman yang baik dulu pun datang jadilah drama gratisan tetangga kontrakan jadi tontonan orang ramai kontrakan belum lagi depan belakang semuanya kontrakan om Batak kumpul semua maklumlah dah sore mereka pulang kerja jadi semangat nonton drama manusia terzolimi hebat bukan.
Cerita punya cerita si mantan mereka dengan tak tau malu menyalahkan ku bawah diriku yang menyebabkan mereka gagal nikah lucu benar lontaran kata demi kata yang terucap padahal kenyataannya mereka yang menyakitiku.setelah di tenangkan RT setempat akupun menceritakan awal mulanya dari situlah si mantan mereka berdua di sorakin orang orang kontrakan dengan tak tau malunya mereka melenggang pergi, kembali kekenyangan si dia tengah asik memegang tanganku sadar puntak sadar kami pun tertawa bersama,dalam hati ku semoga dia memang jodoh ku tuhan.kupandangi wajahnya manis aku jadi tersipu malu karena ketauan melihat dia tersenyum.terasa berbunga hati ku melihat senyumannya entahlah baru kali ini merasa perasaan yang seperti ini dia memegang tangan pun terasa lain di hatiku apa namanya perasaan ini akupun tak tau.setelah mereka semua pergi tinggal diriku sendiri kupikir lebih baik menerimanya kujalani hubungan ini semoga saja ke jenjang yang lebih baik nantinya.
Tak terasa dah tiga bulan hubungan kami si mantan tak lagi tau apa ceritanya yang jelas mereka hilang dari cerita hidupku tibalah saatnya kabar kurang baik dari kampung emak meminta ku pulang apapun yang terjadi harus pulang, dengan perasaan yang tak karuan aku cuti pulang diapun mengantarkan setelah sampai di rumah ternyata iparku buat ulah menyebarkan fitnah bahwa banyak anak gadis di rantau hamil di luar nikah jadi walau apapun yang terjadi kami harus di nikahkan astaga ingin berontak tapi lihat muka emak dah pucat seolah olah percaya dengan kata kata ipar durjanah itu, jadi akupun diskusi dengan nya maukah dia menikah dengan ku dalam waktu dekat ini entah apa yang ada dalam pikirannya dia pergi pulang ke kampung halamannya yang jaraknya sekitar dua jam perjalanan dari kotaku tinggal berbagai macam jenis pikiran dan perasaan yang campur aduk ku serahkan kepada tuhan meminta yang terbaik.selang dua hari ada rombongan datang dia datang bersama paman dan bibinya meminang katakanlah begitu walaupun keadaannya seperti terdesak tapi aku benar-benar berterima kasih kepadanya dia benar-benar menunjukkan dirinya lelaki yang bertanggung jawab, seminggu kemudian kami di nikahkan Tampa perayaan yang mewah hanya akad nikah memangil tetangga kanan kiri memberitahukan bahwa kami telah Syah menjadi sepasang suami istri , kalau di pikir seperti dongeng jalan hidup ku , sehari setelah menikah aku dan dia kembali merantau kami bekerja seperti biasa walaupun dapat peringatan dari perusahaan,kami jarang bertemu aku kerja pagi sampai sore dia kerja sore sampai pagi bertemu pun hari Minggu itupun kalau kami tidak ada lemburan.hari hari kami lalui seperti biasa dan di penghujung bulan kami kepasar membeli keperluan rumah dan bertemu dengan mantan mereka seperti sengaja menampakan diri bertutur sapa seolah-olah kerabat jauh yang telah lama tak bertemu kami hanya diam mendengar mantan bercerita yang mana katanya mereka menikah dan bercerai setelah tiga bulan menikah aku berpikir apakah itu karma dari pengkhianatannya ke padaku atau ujiannya untuk menarik simpati ku sudahlah untuk apa memikirkan nya yang penting sekarang kujalani hidup ku dengan bismillah.
Tiga bulan kemudian aku merasakan ada yang aneh dengan diriku tiba-tiba pusing seperti kurang darah dan pandangan mata gelap,aku merasa ada suara yang memanggil namaku kucoba membuka mataku kucari arah di mana asal suara itu berasal lagi lagi mataku Suli untuk di buka tak berapa lama kemudian barulah bisa ku buka ternyata dialah yang memanggil namaku kulihat raut wajahnya seperti merasa lega melihat ku membuka mata dia langsung memelukku dan mencium ku dia berterima kasih kepada ku dan memberi tau bahwa kami akan menjadi orang tua ,rasa bahagia datang ke hatiku Tuhan memberikan kami titipan yang sangat berharga aku bahagia sekali aku menjadi seorang ibu akan ku jaga titipan yang tuhan berikan kepada ku , tibalah cuti bersama datang kami pulang kampung perjalanan begitu panjang di dalam bus yang berdesakan kulihat dia selalu menjaga ku walaupun kelelahan dia tetap bersiaga di dekatku tuhan kau berikan padaku lelaki yang baik dan bertanggung jawab seperti ini kepada ku terimakasih kau berikan lelaki yang bertanggung jawab dan harapan ku semoga anakku kelak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya dan menjadi kebanggaan kami sekeluarga Amin .