Mereka tidak pernah berjumpa tetapi tetap saling mendoakan. Veyra gadis manis berusia 17 tahun untuk pertama kalinya jatuh cinta kepada seorang pemuda yang bahkan tidak pernah dia temui secara nyata.
Kisah itu berawal saat Veyra dengan iseng membuat akun sosmed-nya dengan bantuan kakak iparnya. Gadis lugu dan polos yang bahkan belum pernah mengenal cinta bahkan jatuh cinta saja tidak pernah dia rasakan.
Pemuda itu bernama Farel. Pemuda tinggi yang tampan dan mempunyai senyum manis dan lesung pipi saat tersenyum. Awal mereka berkenalan adalah ketika Veyra tidak sengaja salah dalam mengenali orang.
Veyra yang mengetahui jika dirinya salah segera meminta maaf akan tetapi tanpa disangka, Farel mau menerima permintaan maaf hanya dengan satu syarat. Veyra harus mau menjadi lawan latihannya dalam berlatih drama.
Drama lewat ponsel? seperti apa? kenapa lelaki ini mengajakku yang bahkan baru dikenalnya? berbagai pertanyaan muncul dalam benak Veyra. Akan tetapi Veyra yang tidak pernah bisa menolak, mengiyakan permintaan Farel.
Farel meminta nomor ponsel Veyra dan menanyakan id wa nya. Tentu saja Veyra yang baru memiliki ponsel dan baru mengenal dunia maya hanya bisa bingung sambil mengerutkan keningnya.
Farel merasa jika Veyra terkadang sedikit menggemaskan. Dengan pelan dia mengajari Veyra hal-hal yang perlu diketahui dalam dunia maya. Setelah Veyra mendownload wa, mereka berdua bertukar id masing-masing.
Hari-hari berlalu, mereka masih saja berlatih drama dan mengarang sendiri dialog mereka. Veyra hanya diberi sedikit gambaran jika mereka sedang memainkan peran antara gadis dan seorang pemuda yang saling jatuh cinta tetapi terlalu enggan untuk mengakuinya.
Terkadang, Veyra menempatkan dirinya sebagai pemeran wanita dan membayangkan semuanya. Seperti saat dia mengetikkan kata saat pemeran wanita sedang berlari ketaman atau sedang menonton bioskop, seolah-olah Viera bisa melihat gambaran taman dan bioskop itu dikepalanya.
Drama itu hanya berlangsung selama seminggu tetapi Veyra yakin jika dijadikan sebuah buku atau film, itu akan menjadi sebuah cerita yang menarik.
Veyra mengira setelah apa yang mereka lakukan selama seminggu ini berakhir, mereka akan kembali pada titik sebelum mereka mengenal satu sama lain. Tetapi Farel tetap menghubunginya dan tetap mengobrol seperti biasa. Tanpa Veyra sadari, dia telah jatuh hati kepada farel yang bahkan sampai saat ini belum diketahui seperti apa dia sebenarnya di dunia nyata. Hanya lewat gambaran foto profilnya saja Veyra dapat menerka-nerka.
Hubungan mereka terus terjalin hingga berjalan satu bulan. Saat Veyra sedang berbaring santai, telepon Veyra berdering dan muncul nama Farel dilayar ponselnya. Setelah berpikir sejenak, Veyra mengangkatnya
"Halo?" sapa Veyra
"Hai, Vey" balas Farel menyapa. Suara sedikit berat tetapi entah mengapa memenangkan bagi Veyra setiap mendengar suara Farel.
"Iya ael?"
"Kamu lagi apa? aku ganggu ga?" tanya Farel lagi
"Enggak kok" jawab Veyra singkat bukan karena dia malas berbicara tetapi Veyra sangat malu dan tidak tahu harus berbicara apa
"Baguslah..Aku baru tahu jika suara kamu lembut seperti orangnya...manis dan enak didengar" puji Farel membuat wajah Veyra seketika memerah karena malu
"....."
"Hahahaha....kok diem Vey? malu yaa?? Aku jadi pengen lihat wajah malu-malu kamu, pasti manis" kata Farel yang masih senang menggodanya
"A...ael...a..aku tutup ya" kata Veyra terbata-bata
"Oke..oke..oke...aku stop, jangan ditutup" pinta Farel
"Ada apa?" tanya Veyra setelah bisa memfokuskan pikirannya lagi
"Aku kangen dan pengen denger suara kamu"
"......"
"Aku serius"
tiba-tiba telepon terputus membuat Farel kebingungan. Veyra yang tidak pernah mendengar rayuan seorang pemuda untuknya tidak tahu bagaimana cara menghadapi Farel. Jadi dia memilih menutup dan mematikan ponselnya.
Keesokan harinya ponsel Veyra menyala dan tanda pesan baru masuk. Dilihatnya itu pesan dari Farel
"Vey~~" panggilnya, Veyra seolah-olah bisa mendengar Farel sedang memanggilnya dengan nada sedikit manja
"Iya ael?" balas Veyra
"Jangan marah, aku minta maaf soal semalam"
"Iya, enggak marah kok"
"Lagi apa? udah makan?"
"Udah, ael sendiri?"
"Udah"
Veyra bingung harus membalas apa jadi dia hanya diam menunggu.
"Vey?" pesan baru dari Farel masuk
"Iya ael?"
"Aku mau ngomong nanti malam, penting"
tapi janji jangan dimatikan" kata Farel
"Janji asal jangan kaya semalam"
"ahahaha...iya iya aku janji"
"Eum"
"Yaudah aku tutup ya"
Veyra meletakkan ponselnya dan mulai melanjutkan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Malam pun tiba, dan Veyra yang selesai mandi dan berpakaian, merebahkan tubuhnya dan jatuh tertidur melupakan janjinya dengan Farel.
Dua hari Farel menghilang tidak ada kabar, Veyra mengira Farel marah dan kesal padanya karena kemarin malam dia ketiduran dan tidak mengangkat ponselnya. Veyra mengirim pesan dan menelpon tetapi tidak ada balasan maupun terjawabnya panggilan tersebut. Veyra yang sedih hanya menangis didalam kamarnya.
Di hari keempat saat Veyra akan memejamkan matanya, teleponnya berdering dan nama Farel tertera disana, dengan semangat Veyra mengangkatnya
"Aell!!!" jawab Veyra cepat
"Hahahaha..... Semangat amat Vey? kangen ya?" tanya Farel dengan suara khas dan terdengar santai
"Kemana aja?"
"Aku kira kamu ga mau lagi aku ganggu makanya aku pergi" kata Farel dengan pelan seolah-olah dia sedih
"Ael~~" Entah kenapa Veyra tiba-tiba memanggilnya manja
"Ya?"
"Maaf, Aku ketiduran kemaren malam" jelas Veyra
"....."
"Ael~ maaf" suara Veyra tiba-tiba seperti orang yang akan menangis membuat Farel kaget
"Vey~ iyaa maafin. Aku juga minta maaf karena beberapa hari ini ga ada kabar"
"eum"
"Vey...."
"eng??"
"Aku boleh cerita?"
"Soal apa?"
"Tapi janji jangan dimatikan atau marah"
"....."
"Vey??"
"Iya janji"
Farel menghela nafas berat seolah-olah memiliki masalah yang tidak bisa dia selesaikan membuat Veyra cemas dan menduga-duga.
"Vey..."
"hm?"
"Aku punya temen cewek. Dia anaknya cantik, manis dan juga lucu kadang bisa buat aku gemes"
-Deg- Entah kenapa pernyataan Farel tentang gadis lainnya membuat Veyra merasakan nyeri di dadanya.
"Lalu?" Veyra bertanya dan mencoba bersikap biasa saja
"Aku juga ga tau dia punya perasaan yang sama ke aku apa enggak"
"Kenapa ga tanya ke cewek itu?"
"Aku takut dia ga punya perasaan yang sama ke aku terus petemanan kita bakalan hancur..aku ga mau"
"Kamu ga akan tahu kalau kamu belum nyoba" Kata Veyra semakin berusaha menahan gejolak di dadanya. Ternyata lelaki yang selama ini dicintainya sudah memiliki wanita lain di hatinya dan terlihat jika Farel sangat mencintai teman wanitanya itu membuat Veyra ingin mematikan ponselnya dan mengubur wajahnya untuk meluapkan kesedihannya saat itu juga tetapi dia tetap menahannya.
"Kalau misalkan teman cowok kamu yang selama ini kamu lihat sebagai temen nyatain perasaan gimana?"
"Eh?"
"Misalkan"
"Enggak tau"
"Anggap aja yang aku sukai itu kamu" kata Farel membuat Veyra semakin menahan nyeri di dadanya.
"Aku ga akan....." Veyra diam sesaat
"Ga akan apa?"
"Ga akan nerima co-"
"Oke" Farel memotongnya. Keduanya terdiam. Sampai Farel mendengar isak tangis yang sangat lirih diujung telepon.
"Vey?? Kamu nangis?" tanya Farel kebingungan
"......"
"Vey?? jawab...kenapa kamu nangis?"
"Vey....Sayang? Maaf kalau apa yang aku bilang buat kamu nangis...kamu bisa lupain" kata Farel lagi membuat Veyra bingung
"Ael???"
"Ya? maaf" kata Farel menyesal
"Buat apa?" bingung Veyra
"Maaf karena udah lancang jatuh cinta sama kamu hingga buat kamu bingung dan bikin kamu nangis..maaf"
"......" Veyra masih bingung tapi masih sesekali terdengar isakan kecilnya
"Kamu istirahat aja, mulai besok lupain apa yang kita obrolin malam ini" pinta Farel
"Malam Vey...love you" Farel kemudian mematikan teleponnya membuat Veyra semakin kebingungan.
Farel mencintainya? Dia tidak salah dengarkan? Farel juga mempunyai perasaan untuknya? Jadi gadis yang diceritakan Farel dan membuat dia menangis ternyata dirinya sendiri?? pertanyaan demi pertanyaan menyerangnya. Diusapnya air matanya dan segera di tekannya nomor ponsel Farel. Panggilan pertama diabaikan, Kedua pun sama. Veyra bingung dan takut jika setelah ini Farel akan kembali menghilang.
Hingga pada panggilan ke empat, Farel baru mengangkatnya. Keduanya terdiam
"Ael~~"
"hm?" terdengar nada suara yg berbeda dari Farel dan sedikit pelan
"Love you too....hiks" air mata Veyra kembali jatuh
"!!!"
"Ael~~ ??"
"Vey? tadi bilang apa?" tanya Farel tak sabar dan takut jika dia sudah salah mendengar
"hiks...I love you... saranghae..aishiteru...wo ai ni...hiks" ucap Veyra sedikit cepat membuat Farel gemas sesaat
"Do you love me?" tanya Farel masih tak percaya
"Yes, i love you...so much"
"Vey?!! hahahaha....serius?!"
"eum!"
"Serius? Vey?? Sayang??"
"Pabo"
"Hahahaha" Farel tertawa bahagia dan menyeka air mata diujung matanya. Ternyata cintanya berbalas.
"Lalu kenapa tadi nangis saat aku cerita?" heran Farel
"Ya...habis ael jahat, kan aku kira kamu suka cewek lain" jelas Veyra
"Pantes aja aku belum selesai cerita kamu udah mewek duluan"
"Ya habis...."
"Habis apa hm??"
"Enggak!"
"Hahaha"
"Ael pabo!"
"Hahaha"
"Ael nyebelin!"
"Love you too"
"Nyebelin!"
"Hahaha iyaaa maaf"
"eum!"
"Vey...sayang??"
"hm??"
"Aku tahu kita ga pernah ketemu, jarak kita jauh tapi aku serius, aku ga peduli seperti apa kamu nanti. Aku sayang kamu, mau kan jadi pacar aku?"
"eum!! mau"
"Makasih sayang...love you"
"Love you too"
"Muachhh"
"Ehhh???"
"Muachhh.. muachhh"
"Aell~~~~ bikin malu!" teriak Veyra yang memerah seketika seolah-olah Farel menciumnya dengan gemas.
"Hahahaha"
-TAMAT-