Di kerajaan Adelberto para bangsawan benar-benar gila. Mereka memperjual beli kan manusia sebagai budak. Para bangsawan sering kali membeli seorang wanita sebagai budak. Wanita dengan perasaan yang cantik serta badan yang indah akan memiliki harga yang mahal.
Para budak wanita yang memiliki paras yang cantik akan berusaha merusak wajah mereka. Mereka lebih memilih merasakan sakit dari pada harus melayani para bangsawan gila itu. Namun yang mereka lakukan adalah usaha yang sia-sia. Karena kerajaan itu memiliki penyihir berbakat yang akan menghilangkan bekas luka yang mereka buat.
Ketika mereka dibeli oleh bangsawan, mereka harus menari untuk mereka. Mereka menari dengan memakai sepatu indah dengan duri dibagian dalam sepatu itu. Mereka harus menari sampai para bangsawan gila itu terpasang.
Budak yang mereka perjual balikan berasal dari kerajaan yang sudah mereka kalahkan. Kerajaan Adelberto memiliki kekuatan militer yang sangat kuat sehingga mereka bisa mengalahkan sebuah benua.
Suatu hari, saat kerajaan Adelberto merayakan kemenangan mereka. Para bangsawan Adelberto berkumpul di istana. Mereka memamerkan para budak mereka. Mereka tertawa melihat para budak yang tersiksa di lantai dansa.
Saat giliran budak terakhir menari, para bangsawan itu sungguh terpakau dengan budak itu. Parasnya sangat cantik terlihat jelas walau wajahnya tertutup setengah, ia memiliki mata indah berwarna ungu. Warna mata itu sangat langka.
Tarian budak itu hampir selesai, budak itu membuka penutup wajahnya. Ia membacakan sebuah mantra yang membuat para bangsawan itu tertidur lelap. Beberapa saat setelah mereka tertidur lelap para bangsawan itu terbangun. Sungguh terkejutnya mereka saat bangun tiba-tiba sudah berada dalam sangkar.
"Terkutuklah kalian para bangsawan rendahan. Dengan kekuasaan kalian, kalian menghina kaumku," ujar budak tersebut.
Para bangsawan menjadi panik, mereka terlihat bodoh. Keringat mereka bercucuran membuat baju mereka menjadi basah.
"Kau, apa yang kau lakukan dasar budak. Cepat lepaskan diriku," ucap salah satu bangsawan dalam sangkar.
"Aaa aku akan melepaskanmu," balas budak. Di leher bangsawan itu terdapat sebuah kalung tembaga hitam yang menyeret bangsawan itu tembus keluar dari dalam sangkar. Saat melewati sangkar kalung itu terbakar. Bangsawan yang ditariknya menjerit kesakitan. Kaki dari bangsawan itu bergerak dengan sendirinya mengikuti irama musik.
"Ahh, siapa yang ingin keluar dan berdansa dengannya?" Tanya budak itu pada bangsawan yang ada dalam sangkar. Tidak ada yang menjawab pertanyaan darinya.
"Uhh, apa kalian ingin menari juga?" Sambung budak itu. Para bangsawan yang ada dalam sangkar dibuat menari olehnya. Mereka menari di atas lantai yang penuh duri dan tanpa menggunakan alas kaki. Mereka tidak akan berhenti menari kecuali mereka kehilangan nyawa.