Di salah satu unit apartemen mewah, terdapat dua lelaki tanpa busana masih tidur nyenyak di atas kasur. Dengan posisi pria bertubuh besar memeluk posesif pinggang yang lebih mungil. Hingga tak lama lelaki mungil itu bangun terlebih dahulu, karena terusik oleh sinar matahari yang menembus sela-sela gorden.
Lelaki mungil itu bernama Nathan, lelaki blasteran Jepang-Ausie.
merasa ada yang memeluk pinggangnya, ia melihat ke samping dimana ada lelaki lain yang bertubuh lebih besar darinya sedang terlelap dengan nyenyak tanpa merasa terganggu dengan sinar matahari yang masuk.
"Haah.. selalu saja berakhir seperti ini"
Dengan pelan-pelan Nathan turun dari atas ranjang, dan berjalan dengan tertatih ke arah kamar mandi.
.
.
.
Saat ini Nathan sedang berada di dapur, memasak sarapan untuk nya dan juga seseorang yang tidur dengannya.
Sedang asik-asiknya berkutat dengan semua alat masaknya, tiba-tiba sepasang lengan kekar memeluk pinggang rampingnya dari belakang. Nathan yang tau siapa pelaku yang memeluknya, jadi dia hanya diam saja.
"Pagi Nathan, masak apa kamu?!!"
"Hn, pagi Eiji... Aku masak nasi goreng dan ayam goreng."
Ya, seseorang yang memeluknya dari belakang tadi adalah Eiji sahabat(?) Nathan semenjak Sekolah Menengah Atas.
"Heey.. kamu kenapa dingin sekali, hmm!??"
"Tidak.."
Setelah mengatakan itu Nathan langsung melepaskan pelukan itu secara paksa, dan melanjutkan acara masaknya yang sedikit terganggu tadi.
"Hm, kamu kenapa Nathan, apakah kamu sakit?"
"Nathan kamu baik?"
"Tumben kamu diam seperti ini, seperti bukan kamu saja?"
"Apakah kamu ada masalah Nathan?"
"Nathan?"
Nathan tidak menghiraukan Eiji yang terus berbicara padanya, ia tetap fokus terhadap masakannya.
"Nathan, apakah 'itu'-mu masih sa--"
"Eiji, lebih baik kamu diam dan duduk di kursi saja daripada tidak membantu!!"
"B-baik!!!"
.
.
Selesai makan mereka berdua hanya diam saja di meja makan, dengan Eiji yang menatap lekat Nathan yang sepertinya sedang melamun. Dengan perlahan Eiji menggenggam tangan Nathan membuat si empunya terkejut.
"Hey, Nathan kamu kenapa hm... hari ini terlihat aneh??"
"Eiji... Kita ini sebenarnya apa, maksudku... Kita ini hanya sahabat... Tidak lebih... Kamu pasti paham maksudku kan???"
"Iya aku paham... Maaf Nathan aku sudah merusakmu, aku berjanji ini yang terakhir kalinya!!!"
"Kamu.. berjanji?"
"Iya aku berjanji!"
"Sekali lagi maaf."
"Baiklah, aku memaafkan mu. Asal kau benar-benar berjanji padaku!"
"Terimakasih Nathan, terimakasih."
Melihat pancar keseriusan di mata Eiji akhirnya Nathan memaafkannya, dan berharap ini benar-benar yang terakhir kalinya.
Mungkin kalian bingung dengan masalah yang dihadapi oleh mereka, akan aku jelaskan.
Nathan dan Eiji ini adalah sahabat tetapi, Nathan memiliki perasaan lebih pada Eiji semenjak SMA hingga sekarang, tapi akhirnya perasaan itu harus ia pendam lebih dalam lagi karena Eiji telah memiliki seorang kekasih. Permasalahan intinya adalah setiap kali Eiji ada masalah dengan kekasihnya ia akan berakhir mabuk-mabukan di club', menelfon atau datang ke apartemen Nathan tengah malam dan berakhir di atas ranjang. Itupun selalu terjadi setiap Eiji ada masalah dengan si kekasih, istilahnya Nathan menjadi pelampiasan Eiji. Kenapa Nathan tidak langsung pergi meninggalkan Eiji? Karena Nathan benar-benar mencintai Eiji, dan berharap suatu saat Eiji akan memilihnya. Tapi kenyataannya tidak. Bodoh memang, tapi mau bagaimana lagi namanya juga cinta bisa membuat orang gila. Apalagi untuk Nathan yang terbilang masih lugu dalam hal perasaan.
.
1 Bulan Kemudian
.
DRrrtt..
DRrrtt... DRrrtt...
~Because you know I'm all about that bass. 'Bout that b---
"Hmm, siapa menelfon tengah malam begini??"
"Halo.."
"Nathan-Hik aku ada di de-Hik pan apartement mu~ Hik."
TOK..
TOK.. TOK
"Astaga, Eiji kamu mabuk lagiii!!!"
"Tunggu sebentar aku akan bukakan pintunya!"
"Cepatlah sayang~ Hik."
Tut-Tut...
Setelah sambungan telepon terputus Nathan bergegas menuju pintu apartemennya, dan benar saja ia melihat Eiji dengan kondisi yang acak-acakan dan berbau alkohol yang membuat Nathan menahan nafasnya sesaat.
"Eiji kamu kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi??"
Nathan langsung menutup pintu dan memapah Eiji masuk ke apartemennya, membawanya ke kamar tamu yang berada di depan kamarnya.
"Kamu ini kenapa si Eiji, selalu saja seperti ini?!"
"Nathan-Hik, wanita itu jahat-Hik d-dia seling-Hik kuh~!!"
"Nasibmu!!"
"Apa kurang nya aku-Hik?"
"Kekurangan mu banyak, sudahlah lebih baik kamu tidur!!"
Nathan terus saja mengomel dan menyahuti ucapan Eiji sambil membuka jaket, sepatu dan kaos kaki Eiji lalu membaringkan nya di ranjang. Baru saja ia hendak berbalik keluar kamar, tangannya sudah terlebih dahulu ditahan oleh Eiji.
"Sayang kamu mau kemana-Hik, jangan tinggalkan a-ku~~"
"Eiji stop!!! Aku ini Nathan, bukan kekasihmu!!"
"TIDAK!!! Kamu itu kekasih-Hik ku, kamu tidak bo-Hik leh pergi!!!"
Setelah membentak Nathan seperti itu, Eiji langsung menarik Nathan dan menindihnya di atas ranjang. Nathan terus saja memberontak tapi apalah daya kekuatannya tak sebanding dengan Eiji yang jelas-jelas tubuhnya lebih besar darinya, Nathan takut kejadian sebelum-sebelumnya terulang kembali.
"Eiji, sadarlah aku ini Nathan bukan kekasihmu, kamu sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi kan!!?"
"Tidak!! Kau itu kekasih ku, jadi diam saja ya~, dan nikmati apa yang akan aku berikan padamu sayang~!!"
Setelah mengatakan itu Eiji langsung mencium bibir Nathan dengan kasar dan menuntut.
.
Kejadian itu terulang kembali, bukan hanya malam itu saja. Ini sudah terulang 2x membuat Nathan berpikir keras agar terhindar dari Eiji untuk sementara.(Fyi Eiji sudah kembali kepada kekasihnya yang dulu). Dan disini dia sekarang di sebuah cafe ala Perancis di pinggiran kota Tokyo, ia sedang ada janji dengan temannya. Tak berselang lama kemudian orang yang ditunggu pun datang.
Mereka adalah Rihito dan Miku sahabat Nathan sejak SMP-SMA, tapi mereka berpisah pada saat ingin masuk universitas. Rihito masuk ke salah satu universitas ternama di Indonesia dan Miku yang masuk ke salah satu universitas ternama di Amerika, sedangkan Nathan memilih menetap di Jepang.
"NATHAN!!! Kami merindukanmu!!!"
"Aku juga!!!"
Ketiga lelaki manis itu langsung berpelukan layaknya Teletubbies, tapi itu wajar karena mereka sudah 3 tahun tidak bertemu, palingan mereka cuman berhubungan lewat handphone saja. Kegiatan mereka dilihat oleh pengunjung Caffe, banyak dari mereka yang menatap gemas interaksi ketiga lelaki manis tersebut. Setelah acara berpelukan tadi mereka langsung duduk.
"Kalian mau pesan apa biar aku saja yang pesankan, tenang aku yang traktir!"
Mendengar kata traktir Rihito dan Miku langsung menjawab dengan semangat.
"Benarkah, boleh-boleh!!!!!"
"Kalian ini selalu saja."
"Hehehe!"
"Pelayan!!!"
"Ya tuan, anda mau pesan apa?"
"Aku pesan savarin satu..."
"Aku juga!"
"Rihito kamu mau apa?"
"Mmm.. aku ingin savarin tapi aku juga ingin macarons..."
"Kalau begitu kami pesan 3 savarin dan 3 macarons, lalu minumnyaa..."
"Kopi saja!"
"Iya kopi saja!!"
"Okey, dan minumnya kopi 3!!"
"Baik silahkan ditunggu tuan-tuan!"
Setelah memesan akhirnya pelayan cafe tersebut pergi untuk menyiapkan pesanan mereka, mereka pun melanjutkan pembicaraan yang belum dimulai tadi.
"Btw, kapan kalian datang ke Jepang, dan bagaimana kabar kalian?"
"Aku datang seminggu yang lalu, dan seperti yang kamu lihat aku baik!"
"Aku datang 5 hari yang lalu, dan juga aku baik, bahkan jauh lebih baik!!"
"Jauh lebih baik, hee~ apakah kamu sudah punya kekasih Miku?!!"
"Ututututuuu~... Benarkah itu Miku?"
"Ah i-itu, mmm... be-benar!!"
"Wah, selamat yaa!!!"
"Ngomong-ngomong siapa namanya?"
"Namanya adalah Moran, dia senior ku di Universitas!!."
"Apakah dia tampan?"
"Apakah dia kaya?"
"Iiissh, kalian ini tentu saja dia tampan dan kaya apalagi sekarang dia sedang magang di kantor cabang ayahnya yang ada di sini, jadi dia akan menjemput ku kemari, nanti akan aku kenalkan kepada kalian!!"
"Wah beruntungnya kamu, bagaimana denganmu Rihito?"
"Aku? Aku sudah bertunangan!"
Mendengar pernyataan santai Rihito membuat kedua sahabatnya yang lain menjerit kaget, Sampai pengunjung Cafe mengalihkan atensinya kepada mereka(lagi). Mereka benar-benar terkejut, bagaimana tidak, Rihito tidak pernah cerita kepada mereka perihal bahwa dia sudah bertunangan.
"APAA!!!??"
"Tenanglah kalian ini, dilihat pengunjung lain loh!!"
"A-ah maaf!"
"Kenapa kamu tidak pernah cerita kepada kami kalau kamu sudah bertunangan??"
"Iya, apa kamu sudah tidak mau bersahabat dengan kami lagi?"
"Bukan seperti itu Nathan, Miku.. aku sebenarnya ingin memberi tahu kalian, tapi di waktu yang tepat saja!!"
"Terserah kamu saja, huft!!"
"Hey Miku jangan ngambek dong, yang penting kan Rihito sudah memberi tahu!!"
"Hmm... iyaa!!"
"Lalu siapa dia, maksudku namanya siapa apakah dia sudah mapan?"
"Kalian tenang saja dia itu lelaki idaman sama seperti kekasih Miku, dia senior ku dulu dan dia sudah lulus 1 tahun yang lalu, jika kalian berpikir kalau dia sedang magang di kantor ayah nya maka kalian salah, dia itu seorang CEO sekarang."
"Apa!!! Beruntungnya!!!"
"Lalu siapa namanya mulai tadi kamu tidak menyebutkan namanya!?"
"Sabar Miku, namanya adalah Yendra nanti dia juga akan menjemput ku kemari, dia baru datang 3 hari yang lalu, akan aku kenalkan kekalian nanti."
"Lalu bagaimana dengan dirimu, Nathan. Apakah kamu sudah bisa terhindar dari kebiasaan buruk Eiji??"
"Atau kamu sudah menjadi kekasihnya??"
Nathan yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya ia terdiam, bingung ingin berbicara seperti apa. Selama ini Nathan selalu bercerita tentang hubungan 'pertemanannya' dengan Eiji kepada mereka berdua. Keterdiaman Nathan yang lama membuat kedua sahabatnya merasa kalau permasalahan Nathan dengan Eiji masih belum selesai.
"Nathan, apa pe-"
Sebelum Miku menyelesaikan perkataannya, pelayanan Caffe datang membawa pesanan mereka. Kesempatan itu dimanfaatkan Nathan untuk mengalihkan percakapan kurang menyenangkan itu sesaat.
"Ini pesanan anda tuan-tuan, selamat menikmati."
"Iya terimakasih, ayo teman-teman dimakan!!"
"A-Ba-baiklah."
.
.
Selesai menikmati makanannya, Rihito langsung menanyakan pertanyaan Miku tadi yang terpotong.
"Jadi Nathan apa permasalahan mu belum selesai??"
"Bisa dibilang seperti itu, jadi... Aku ingin minta saran kepada kalian."
"Kamu beneran mau dengerin saran kita?" Tanya Rihito dengan memandang lurus mata Nathan.
"Kamu gak akan nyangkal kayak sebelum-sebelumnya kan? Iya kan?" Tanya Miku tak kalah menggebu.
"T-tidak! Aku sekarang serius ingin mendengarkan saran kalian."
"Bagus!"
"Jadi... Apa dia masih melakukan 'itu' padamu jika sedang ada masalah?"
"Iya!"
"Apa dia selalu menelfon mu dengan keadaan mabuk lagi?"
"Iya!"
"Datang ke apartemen mu tengah malam dengan keadaan mabuk lagi?"
"I-iya!"
"Sebenarnya itu mudah saja, kamu hanya perlu menjauhinya untuk selamanya!"
"Iya benar, itu sebenarnya sangat mudah, kenapa kamu tidak bisa melakukannya?!"
"Y-aa aku sebenarnya ingin melakukan itu tapi... Kalian taukan kalau aku..."
Mendengar perkataan Nathan yang seperti itu membuat Rihito gemas sendiri dengan pemikiran lugu temannya ini. Ia akui walaupun Nathan sudah dewasa tetapi ia itu masih lugu, membuat Rihito tidak tega jika Nathan nya yang lugu ini tersakiti.
"Nathan lihat aku, ok!!"
Rihito langsung menggenggam tangan Nathan dan menyuruh Nathan dengan tegas, membuat Nathan yang awalnya menunduk menjadi menatap Rihito dengan perasaan sedikit takut.
"Nathan dengarkan aku ok?, kamu itu tak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Kamu mencintainya, tetapi dia tidak mencintaimu, itu sama saja kamu menjadi alat pelampiasan dan boneka sex nya. Jika kamu tidak mau hancur maka kamu harus melakukannya, kamu harus menjauhinya!"
Nathan terdiam, mendengar perkataan Rihito, jika dipikir-pikir kembali itu memang benar. Ya emang benar, cuman Nathan aja yang masih menyangkal.
"Nathan listen to me..."
Akhirnya Miku yang asik dengan kopinya ikut berbicara, dan atensi Nathan ganti berpindah ke Miku
"One: don't pick up the phone, you know his only calling because he's drunk and alone.
Two: don't let him in, you have to kick him out again.
Three: don't be his friend, you know you're going to wake up in the bed in the morning. and if you're under him you ain't getting over him, you must have a new rules oke!"
"Dengar apa yang dikatakan Miku kan?"
"Iya aku dengar, terimakasih teman-teman."
"Iya sama-sama!!!"
.
.
.
Setelah mendengar saran dari teman-temannya waktu itu, Nathan benar-benar melakukannya. Di universitas ia mulai menghindari Eiji memberikan segala alasan yang ada di otaknya, dengan dibantu oleh sahabatnya yang lain. Sekarang ini dia sudah benar-benar terhindar dari Eiji, terhitung sudah 5 bulan ia menghindari kontak dengan Eiji, bahkan sekarang ia sudah punya seorang baru yang menepati hatinya yang kosong itu.
.
Tepat tengah malam Eiji datang lagi ke apartemen Nathan dengan keadaan yang acak-acakan dan sedikit mabuk, tetapi Nathan sudah tidak memikirkan keadaan Eiji lagi. Ia membiarkan Eiji di depan apartemennya, hingga pada pagi hari pada saat Nathan ingin pergi berbelanja bulanan. Ia diam saja di depan pintu saat melihat Eiji yang sudah mulai bangun dari tidurnya. Nathan menatap datar Eiji yang kini sudah berdiri di hadapannya, Eiji menggenggam tangan Nathan dengan perlahan ia menatap Nathan dengan tatapan bersalahnya. Mungkin ia sudah sadar akan kesalahannya selama ini, merusak anak orang demi melampiaskan kekesalannya. Dia benar-benar merutuki kesalahannya selama ini, apa yang ia perbuat kepada Nathan benar-benar sebuah kesalahan untung saja Nathan tidak trauma, kalau iya bagaimana???. Eiji tidak bisa membayangkan hal itu terjadi, ia tidak tega.
"Nathan.. ak-aku minta m-maaf atas semua yang aku lakukan, aku minta maaf!!!"
Eiji meminta maaf kepada Nathan ia benar-benar menyesal sekarang sudah merusak anak lugu ini, walaupun sekarang sudah tidak lugu lagi.
"Minta maaf?? SETELAH KAMU MERUSAKKU SEENAKNYA, KAMU MALAH MEMINTA MAAF DENGAN MUDAHNYA. KAMU KIRA AKU INI APA HA!!! AKU INI JUGA MANUSIA BUKAN ALAT PELAMPIASAN MU, AKU INI JUGA BUKAN JALANG YANG BISA KAMU PAKAI SEENAKNYA. MEMANG AKU DIAM PADA SAAT KAMU MELAKUKANNYA, KARENA APA? KARENA AKU MENCINTAIMU!!! TAPI AKU MALAH MENCINTAI ORANG YANG SALAH hiks~, ORANG ITU TIDAK MENCINTAI KU hiks~... IA HANYA MENGANGGAPKU SEBAGAI BONEKA SEX-NYA SAJA hiks-hiks~. KAMU BENAR-BENAR TIDAK BERPERASAAN EIJI.. hiks!!! KAMU JAHAT.. Hiks, TIDAK PUNYA HATI NURANI.. hiks... Hiks EIJI JAHAT!!!!!"
Nathan benar-benar meluapkan semua emosi yang ia pendam selama ini, selama berbicara pun Nathan tidak sadar bahwa air matanya mengalir begitu saja pertanda ia benar-benar emosi dan frustasi. Ia menunduk lalu menghapus sisa air mata di pipinya lalu menatap Eiji dengan datar.
Eiji yang mendengarkan perkataan Nathan ia merasa menjadi orang yang benar-benar buruk dan jahat, apalagi melihat air mata yang mengalir di sepasang mata bulat indah itu membuat hatinya tiba-tiba merasa sakit, ia benar-benar merasa bersalah. Jika boleh berharap ia ingin waktu terulang kembali, ia akan mendampingi Nathan dengan segenap hati dan tidak akan membiarkan air mata kesedihan jatuh dari sepasang mata indah itu hanya air mata bahagia lah yang boleh jatuh.
"Nathan maaf... Aku benar-benar minta maaf sudah merusak mu.... seharusnya aku tidak melakukan itu kepada mutiara indah seperti mu... Aku minta maaf. Aku akan melakukan apapun agar kamu mau memaafkan ku... Jika kamu mau aku akan berlutut dihadapan mu, sampai kamu mau memaafkan aku!!"
"Eiji aku..."
Belum sempat Nathan menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Eiji langsung berlutut dihadapannya, tangisannya pecah seketika. Ia akan melakukan apapun demi mendapatkan maaf dari Nathan.
BRUUK...
"maaf Nathan hiks.. maaf..... Sungguh aku meminta ma-maaf hiks. Demi mendapatkan maaf darimu a-aku akan lakukan apapun hiks. Ka-katakan kamu mau apa..... Mati pun aku rela hiks.. demi mendapatkan maaf darimu..... K-katakan...!!!"
Nathan tidak tega melihat Eiji yang seperti ini apalagi dihadapannya, Eiji sedang berlutut sambil menangis demi mendapatkan maaf darinya. Akhirnya karena merasa tidak tega, apalagi dia sudah melupakan kejadian yang lalu Nathan memaafkan Eiji. Eiji yang mendengarkan itu langsung bangun dan memeluk Nathan dengan erat, namun tak lama kemudian Nathan langsung melepaskannya secara paksa.
"Nathan apakah kamu mau memulai dari awal lagi??"
"Maaf... Sepertinya tidak akan bisa, mungkin kita hanya akan sebatas menjadi 'teman' semasa SMA saja, kalau lebih tidak akan bisa!"
"K-kenapa.. apa kamu masih belum benar-benar memaafkan ku?"
"Bukan seperti itu tapi karena..."
Tap..
Tap..
Tap...
GREPP...
"Pagi sayang... cup~"
Sebelum Nathan menyelesaikan perkataannya seorang pria tampan bertubuh tegap dan kekar memeluk Nathan dari belakang lalu mencium pipi tembemnya sayang.
".... Lihat aku udah mempunyai kekasih!"
"Cup~ pagi juga sayang, ayo kita pergi."
"Ayo, tapi sebelum itu... dia siapa?"
"Dia 'teman' SMA ku, namanya Eiji!!"
"Oh~ hai Eiji aku Niro kekasih Nathan senang bertemu denganmu!!"
"H-hai ju-juga!"
"Kalau begitu kami pergi dulu bye-bye!!"
Padahal Eiji sudah berharap Nathan akan membuka hatinya kembali dan membuat lembaran baru bersama, namun nyatanya ia sudah terlambat. Hatinya bertambah sakit melihat Nathan mencium kekasihnya tepat dihadapannya tanpa rasa risih dilihat orang lain. Eiji menyesali perbuatannya sungguh menyesal, tapi tak apa, yang terpenting adalah ia sudah dimaafkan dan ia merasa bahagia walaupun hanya sedikit.
.
Di salah satu unit apartemen mewah, terdapat dua lelaki tanpa busana masih tidur nyenyak di atas kasur. Dengan posisi pria bertubuh besar memeluk posesif pinggang yang lebih mungil. Hingga tak lama lelaki mungil itu bangun terlebih dahulu, karena terusik oleh sinar matahari yang menembus sela-sela gorden.
Lelaki mungil itu bernama Nathan, lelaki blasteran Jepang-Ausie.
merasa ada yang memeluk pinggangnya, ia melihat ke samping dimana ada lelaki lain yang bertubuh lebih besar darinya sedang terlelap dengan nyenyak tanpa merasa terganggu dengan sinar matahari yang masuk.
"Haah.. selalu saja berakhir seperti ini"
Dengan pelan-pelan Nathan turun dari atas ranjang, dan berjalan dengan tertatih ke arah kamar mandi.
.
.
.
Saat ini Nathan sedang berada di dapur, memasak sarapan untuk nya dan juga seseorang yang tidur dengannya.
Sedang asik-asiknya berkutat dengan semua alat masaknya, tiba-tiba sepasang lengan kekar memeluk pinggang rampingnya dari belakang. Nathan yang tau siapa pelaku yang memeluknya, jadi dia hanya diam saja.
"Pagi Nathan, masak apa kamu?!!"
"Hn, pagi Eiji... Aku masak nasi goreng dan ayam goreng."
Ya, seseorang yang memeluknya dari belakang tadi adalah Eiji sahabat(?) Nathan semenjak Sekolah Menengah Atas.
"Heey.. kamu kenapa dingin sekali, hmm!??"
"Tidak.."
Setelah mengatakan itu Nathan langsung melepaskan pelukan itu secara paksa, dan melanjutkan acara masaknya yang sedikit terganggu tadi.
"Hm, kamu kenapa Nathan, apakah kamu sakit?"
"Nathan kamu baik?"
"Tumben kamu diam seperti ini, seperti bukan kamu saja?"
"Apakah kamu ada masalah Nathan?"
"Nathan?"
Nathan tidak menghiraukan Eiji yang terus berbicara padanya, ia tetap fokus terhadap masakannya.
"Nathan, apakah 'itu'-mu masih sa--"
"Eiji, lebih baik kamu diam dan duduk di kursi saja daripada tidak membantu!!"
"B-baik!!!"
.
.
Selesai makan mereka berdua hanya diam saja di meja makan, dengan Eiji yang menatap lekat Nathan yang sepertinya sedang melamun. Dengan perlahan Eiji menggenggam tangan Nathan membuat si empunya terkejut.
"Hey, Nathan kamu kenapa hm... hari ini terlihat aneh??"
"Eiji... Kita ini sebenarnya apa, maksudku... Kita ini hanya sahabat... Tidak lebih... Kamu pasti paham maksudku kan???"
"Iya aku paham... Maaf Nathan aku sudah merusakmu, aku berjanji ini yang terakhir kalinya!!!"
"Kamu.. berjanji?"
"Iya aku berjanji!"
"Sekali lagi maaf."
"Baiklah, aku memaafkan mu. Asal kau benar-benar berjanji padaku!"
"Terimakasih Nathan, terimakasih."
Melihat pancar keseriusan di mata Eiji akhirnya Nathan memaafkannya, dan berharap ini benar-benar yang terakhir kalinya.
Mungkin kalian bingung dengan masalah yang dihadapi oleh mereka, akan aku jelaskan.
Nathan dan Eiji ini adalah sahabat tetapi, Nathan memiliki perasaan lebih pada Eiji semenjak SMA hingga sekarang, tapi akhirnya perasaan itu harus ia pendam lebih dalam lagi karena Eiji telah memiliki seorang kekasih. Permasalahan intinya adalah setiap kali Eiji ada masalah dengan kekasihnya ia akan berakhir mabuk-mabukan di club', menelfon atau datang ke apartemen Nathan tengah malam dan berakhir di atas ranjang. Itupun selalu terjadi setiap Eiji ada masalah dengan si kekasih, istilahnya Nathan menjadi pelampiasan Eiji. Kenapa Nathan tidak langsung pergi meninggalkan Eiji? Karena Nathan benar-benar mencintai Eiji, dan berharap suatu saat Eiji akan memilihnya. Tapi kenyataannya tidak. Bodoh memang, tapi mau bagaimana lagi namanya juga cinta bisa membuat orang gila. Apalagi untuk Nathan yang terbilang masih lugu dalam hal perasaan.
.
1 Bulan Kemudian
.
DRrrtt..
DRrrtt... DRrrtt...
~Because you know I'm all about that bass. 'Bout that b---
"Hmm, siapa menelfon tengah malam begini??"
"Halo.."
"Nathan-Hik aku ada di de-Hik pan apartement mu~ Hik."
TOK..
TOK.. TOK
"Astaga, Eiji kamu mabuk lagiii!!!"
"Tunggu sebentar aku akan bukakan pintunya!"
"Cepatlah sayang~ Hik."
Tut-Tut...
Setelah sambungan telepon terputus Nathan bergegas menuju pintu apartemennya, dan benar saja ia melihat Eiji dengan kondisi yang acak-acakan dan berbau alkohol yang membuat Nathan menahan nafasnya sesaat.
"Eiji kamu kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi??"
Nathan langsung menutup pintu dan memapah Eiji masuk ke apartemennya, membawanya ke kamar tamu yang berada di depan kamarnya.
"Kamu ini kenapa si Eiji, selalu saja seperti ini?!"
"Nathan-Hik, wanita itu jahat-Hik d-dia seling-Hik kuh~!!"
"Nasibmu!!"
"Apa kurang nya aku-Hik?"
"Kekurangan mu banyak, sudahlah lebih baik kamu tidur!!"
Nathan terus saja mengomel dan menyahuti ucapan Eiji sambil membuka jaket, sepatu dan kaos kaki Eiji lalu membaringkan nya di ranjang. Baru saja ia hendak berbalik keluar kamar, tangannya sudah terlebih dahulu ditahan oleh Eiji.
"Sayang kamu mau kemana-Hik, jangan tinggalkan a-ku~~"
"Eiji stop!!! Aku ini Nathan, bukan kekasihmu!!"
"TIDAK!!! Kamu itu kekasih-Hik ku, kamu tidak bo-Hik leh pergi!!!"
Setelah membentak Nathan seperti itu, Eiji langsung menarik Nathan dan menindihnya di atas ranjang. Nathan terus saja memberontak tapi apalah daya kekuatannya tak sebanding dengan Eiji yang jelas-jelas tubuhnya lebih besar darinya, Nathan takut kejadian sebelum-sebelumnya terulang kembali.
"Eiji, sadarlah aku ini Nathan bukan kekasihmu, kamu sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi kan!!?"
"Tidak!! Kau itu kekasih ku, jadi diam saja ya~, dan nikmati apa yang akan aku berikan padamu sayang~!!"
Setelah mengatakan itu Eiji langsung mencium bibir Nathan dengan kasar dan menuntut.
.
Kejadian itu terulang kembali, bukan hanya malam itu saja. Ini sudah terulang 2x membuat Nathan berpikir keras agar terhindar dari Eiji untuk sementara.(Fyi Eiji sudah kembali kepada kekasihnya yang dulu). Dan disini dia sekarang di sebuah cafe ala Perancis di pinggiran kota Tokyo, ia sedang ada janji dengan temannya. Tak berselang lama kemudian orang yang ditunggu pun datang.
Mereka adalah Rihito dan Miku sahabat Nathan sejak SMP-SMA, tapi mereka berpisah pada saat ingin masuk universitas. Rihito masuk ke salah satu universitas ternama di Indonesia dan Miku yang masuk ke salah satu universitas ternama di Amerika, sedangkan Nathan memilih menetap di Jepang.
"NATHAN!!! Kami merindukanmu!!!"
"Aku juga!!!"
Ketiga lelaki manis itu langsung berpelukan layaknya Teletubbies, tapi itu wajar karena mereka sudah 3 tahun tidak bertemu, palingan mereka cuman berhubungan lewat handphone saja. Kegiatan mereka dilihat oleh pengunjung Caffe, banyak dari mereka yang menatap gemas interaksi ketiga lelaki manis tersebut. Setelah acara berpelukan tadi mereka langsung duduk.
"Kalian mau pesan apa biar aku saja yang pesankan, tenang aku yang traktir!"
Mendengar kata traktir Rihito dan Miku langsung menjawab dengan semangat.
"Benarkah, boleh-boleh!!!!!"
"Kalian ini selalu saja."
"Hehehe!"
"Pelayan!!!"
"Ya tuan, anda mau pesan apa?"
"Aku pesan savarin satu..."
"Aku juga!"
"Rihito kamu mau apa?"
"Mmm.. aku ingin savarin tapi aku juga ingin macarons..."
"Kalau begitu kami pesan 3 savarin dan 3 macarons, lalu minumnyaa..."
"Kopi saja!"
"Iya kopi saja!!"
"Okey, dan minumnya kopi 3!!"
"Baik silahkan ditunggu tuan-tuan!"
Setelah memesan akhirnya pelayan cafe tersebut pergi untuk menyiapkan pesanan mereka, mereka pun melanjutkan pembicaraan yang belum dimulai tadi.
"Btw, kapan kalian datang ke Jepang, dan bagaimana kabar kalian?"
"Aku datang seminggu yang lalu, dan seperti yang kamu lihat aku baik!"
"Aku datang 5 hari yang lalu, dan juga aku baik, bahkan jauh lebih baik!!"
"Jauh lebih baik, hee~ apakah kamu sudah punya kekasih Miku?!!"
"Ututututuuu~... Benarkah itu Miku?"
"Ah i-itu, mmm... be-benar!!"
"Wah, selamat yaa!!!"
"Ngomong-ngomong siapa namanya?"
"Namanya adalah Moran, dia senior ku di Universitas!!."
"Apakah dia tampan?"
"Apakah dia kaya?"
"Iiissh, kalian ini tentu saja dia tampan dan kaya apalagi sekarang dia sedang magang di kantor cabang ayahnya yang ada di sini, jadi dia akan menjemput ku kemari, nanti akan aku kenalkan kepada kalian!!"
"Wah beruntungnya kamu, bagaimana denganmu Rihito?"
"Aku? Aku sudah bertunangan!"
Mendengar pernyataan santai Rihito membuat kedua sahabatnya yang lain menjerit kaget, Sampai pengunjung Cafe mengalihkan atensinya kepada mereka(lagi). Mereka benar-benar terkejut, bagaimana tidak, Rihito tidak pernah cerita kepada mereka perihal bahwa dia sudah bertunangan.
"APAA!!!??"
"Tenanglah kalian ini, dilihat pengunjung lain loh!!"
"A-ah maaf!"
"Kenapa kamu tidak pernah cerita kepada kami kalau kamu sudah bertunangan??"
"Iya, apa kamu sudah tidak mau bersahabat dengan kami lagi?"
"Bukan seperti itu Nathan, Miku.. aku sebenarnya ingin memberi tahu kalian, tapi di waktu yang tepat saja!!"
"Terserah kamu saja, huft!!"
"Hey Miku jangan ngambek dong, yang penting kan Rihito sudah memberi tahu!!"
"Hmm... iyaa!!"
"Lalu siapa dia, maksudku namanya siapa apakah dia sudah mapan?"
"Kalian tenang saja dia itu lelaki idaman sama seperti kekasih Miku, dia senior ku dulu dan dia sudah lulus 1 tahun yang lalu, jika kalian berpikir kalau dia sedang magang di kantor ayah nya maka kalian salah, dia itu seorang CEO sekarang."
"Apa!!! Beruntungnya!!!"
"Lalu siapa namanya mulai tadi kamu tidak menyebutkan namanya!?"
"Sabar Miku, namanya adalah Yendra nanti dia juga akan menjemput ku kemari, dia baru datang 3 hari yang lalu, akan aku kenalkan kekalian nanti."
"Lalu bagaimana dengan dirimu, Nathan. Apakah kamu sudah bisa terhindar dari kebiasaan buruk Eiji??"
"Atau kamu sudah menjadi kekasihnya??"
Nathan yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya ia terdiam, bingung ingin berbicara seperti apa. Selama ini Nathan selalu bercerita tentang hubungan 'pertemanannya' dengan Eiji kepada mereka berdua. Keterdiaman Nathan yang lama membuat kedua sahabatnya merasa kalau permasalahan Nathan dengan Eiji masih belum selesai.
"Nathan, apa pe-"
Sebelum Miku menyelesaikan perkataannya, pelayanan Caffe datang membawa pesanan mereka. Kesempatan itu dimanfaatkan Nathan untuk mengalihkan percakapan kurang menyenangkan itu sesaat.
"Ini pesanan anda tuan-tuan, selamat menikmati."
"Iya terimakasih, ayo teman-teman dimakan!!"
"A-Ba-baiklah."
.
.
Selesai menikmati makanannya, Rihito langsung menanyakan pertanyaan Miku tadi yang terpotong.
"Jadi Nathan apa permasalahan mu belum selesai??"
"Bisa dibilang seperti itu, jadi... Aku ingin minta saran kepada kalian."
"Kamu beneran mau dengerin saran kita?" Tanya Rihito dengan memandang lurus mata Nathan.
"Kamu gak akan nyangkal kayak sebelum-sebelumnya kan? Iya kan?" Tanya Miku tak kalah menggebu.
"T-tidak! Aku sekarang serius ingin mendengarkan saran kalian."
"Bagus!"
"Jadi... Apa dia masih melakukan 'itu' padamu jika sedang ada masalah?"
"Iya!"
"Apa dia selalu menelfon mu dengan keadaan mabuk lagi?"
"Iya!"
"Datang ke apartemen mu tengah malam dengan keadaan mabuk lagi?"
"I-iya!"
"Sebenarnya itu mudah saja, kamu hanya perlu menjauhinya untuk selamanya!"
"Iya benar, itu sebenarnya sangat mudah, kenapa kamu tidak bisa melakukannya?!"
"Y-aa aku sebenarnya ingin melakukan itu tapi... Kalian taukan kalau aku..."
Mendengar perkataan Nathan yang seperti itu membuat Rihito gemas sendiri dengan pemikiran lugu temannya ini. Ia akui walaupun Nathan sudah dewasa tetapi ia itu masih lugu, membuat Rihito tidak tega jika Nathan nya yang lugu ini tersakiti.
"Nathan lihat aku, ok!!"
Rihito langsung menggenggam tangan Nathan dan menyuruh Nathan dengan tegas, membuat Nathan yang awalnya menunduk menjadi menatap Rihito dengan perasaan sedikit takut.
"Nathan dengarkan aku ok?, kamu itu tak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Kamu mencintainya, tetapi dia tidak mencintaimu, itu sama saja kamu menjadi alat pelampiasan dan boneka sex nya. Jika kamu tidak mau hancur maka kamu harus melakukannya, kamu harus menjauhinya!"
Nathan terdiam, mendengar perkataan Rihito, jika dipikir-pikir kembali itu memang benar. Ya emang benar, cuman Nathan aja yang masih menyangkal.
"Nathan listen to me..."
Akhirnya Miku yang asik dengan kopinya ikut berbicara, dan atensi Nathan ganti berpindah ke Miku
"One: don't pick up the phone, you know his only calling because he's drunk and alone.
Two: don't let him in, you have to kick him out again.
Three: don't be his friend, you know you're going to wake up in the bed in the morning. and if you're under him you ain't getting over him, you must have a new rules oke!"
"Dengar apa yang dikatakan Miku kan?"
"Iya aku dengar, terimakasih teman-teman."
"Iya sama-sama!!!"
.
.
.
Setelah mendengar saran dari teman-temannya waktu itu, Nathan benar-benar melakukannya. Di universitas ia mulai menghindari Eiji memberikan segala alasan yang ada di otaknya, dengan dibantu oleh sahabatnya yang lain. Sekarang ini dia sudah benar-benar terhindar dari Eiji, terhitung sudah 5 bulan ia menghindari kontak dengan Eiji, bahkan sekarang ia sudah punya seorang baru yang menepati hatinya yang kosong itu.
.
Tepat tengah malam Eiji datang lagi ke apartemen Nathan dengan keadaan yang acak-acakan dan sedikit mabuk, tetapi Nathan sudah tidak memikirkan keadaan Eiji lagi. Ia membiarkan Eiji di depan apartemennya, hingga pada pagi hari pada saat Nathan ingin pergi berbelanja bulanan. Ia diam saja di depan pintu saat melihat Eiji yang sudah mulai bangun dari tidurnya. Nathan menatap datar Eiji yang kini sudah berdiri di hadapannya, Eiji menggenggam tangan Nathan dengan perlahan ia menatap Nathan dengan tatapan bersalahnya. Mungkin ia sudah sadar akan kesalahannya selama ini, merusak anak orang demi melampiaskan kekesalannya. Dia benar-benar merutuki kesalahannya selama ini, apa yang ia perbuat kepada Nathan benar-benar sebuah kesalahan untung saja Nathan tidak trauma, kalau iya bagaimana???. Eiji tidak bisa membayangkan hal itu terjadi, ia tidak tega.
"Nathan.. ak-aku minta m-maaf atas semua yang aku lakukan, aku minta maaf!!!"
Eiji meminta maaf kepada Nathan ia benar-benar menyesal sekarang sudah merusak anak lugu ini, walaupun sekarang sudah tidak lugu lagi.
"Minta maaf?? SETELAH KAMU MERUSAKKU SEENAKNYA, KAMU MALAH MEMINTA MAAF DENGAN MUDAHNYA. KAMU KIRA AKU INI APA HA!!! AKU INI JUGA MANUSIA BUKAN ALAT PELAMPIASAN MU, AKU INI JUGA BUKAN JALANG YANG BISA KAMU PAKAI SEENAKNYA. MEMANG AKU DIAM PADA SAAT KAMU MELAKUKANNYA, KARENA APA? KARENA AKU MENCINTAIMU!!! TAPI AKU MALAH MENCINTAI ORANG YANG SALAH hiks~, ORANG ITU TIDAK MENCINTAI KU hiks~... IA HANYA MENGANGGAPKU SEBAGAI BONEKA SEX-NYA SAJA hiks-hiks~. KAMU BENAR-BENAR TIDAK BERPERASAAN EIJI.. hiks!!! KAMU JAHAT.. Hiks, TIDAK PUNYA HATI NURANI.. hiks... Hiks EIJI JAHAT!!!!!"
Nathan benar-benar meluapkan semua emosi yang ia pendam selama ini, selama berbicara pun Nathan tidak sadar bahwa air matanya mengalir begitu saja pertanda ia benar-benar emosi dan frustasi. Ia menunduk lalu menghapus sisa air mata di pipinya lalu menatap Eiji dengan datar.
Eiji yang mendengarkan perkataan Nathan ia merasa menjadi orang yang benar-benar buruk dan jahat, apalagi melihat air mata yang mengalir di sepasang mata bulat indah itu membuat hatinya tiba-tiba merasa sakit, ia benar-benar merasa bersalah. Jika boleh berharap ia ingin waktu terulang kembali, ia akan mendampingi Nathan dengan segenap hati dan tidak akan membiarkan air mata kesedihan jatuh dari sepasang mata indah itu hanya air mata bahagia lah yang boleh jatuh.
"Nathan maaf... Aku benar-benar minta maaf sudah merusak mu.... seharusnya aku tidak melakukan itu kepada mutiara indah seperti mu... Aku minta maaf. Aku akan melakukan apapun agar kamu mau memaafkan ku... Jika kamu mau aku akan berlutut dihadapan mu, sampai kamu mau memaafkan aku!!"
"Eiji aku..."
Belum sempat Nathan menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Eiji langsung berlutut dihadapannya, tangisannya pecah seketika. Ia akan melakukan apapun demi mendapatkan maaf dari Nathan.
BRUUK...
"maaf Nathan hiks.. maaf..... Sungguh aku meminta ma-maaf hiks. Demi mendapatkan maaf darimu a-aku akan lakukan apapun hiks. Ka-katakan kamu mau apa..... Mati pun aku rela hiks.. demi mendapatkan maaf darimu..... K-katakan...!!!"
Nathan tidak tega melihat Eiji yang seperti ini apalagi dihadapannya, Eiji sedang berlutut sambil menangis demi mendapatkan maaf darinya. Akhirnya karena merasa tidak tega, apalagi dia sudah melupakan kejadian yang lalu Nathan memaafkan Eiji. Eiji yang mendengarkan itu langsung bangun dan memeluk Nathan dengan erat, namun tak lama kemudian Nathan langsung melepaskannya secara paksa.
"Nathan apakah kamu mau memulai dari awal lagi??"
"Maaf... Sepertinya tidak akan bisa, mungkin kita hanya akan sebatas menjadi 'teman' semasa SMA saja, kalau lebih tidak akan bisa!"
"K-kenapa.. apa kamu masih belum benar-benar memaafkan ku?"
"Bukan seperti itu tapi karena..."
Tap..
Tap..
Tap...
GREPP...
"Pagi sayang... cup~"
Sebelum Nathan menyelesaikan perkataannya seorang pria tampan bertubuh tegap dan kekar memeluk Nathan dari belakang lalu mencium pipi tembemnya sayang.
".... Lihat aku udah mempunyai kekasih!"
"Cup~ pagi juga sayang, ayo kita pergi."
"Ayo, tapi sebelum itu... dia siapa?"
"Dia 'teman' SMA ku, namanya Eiji!!"
"Oh~ hai Eiji aku Niro kekasih Nathan senang bertemu denganmu!!"
"H-hai ju-juga!"
"Kalau begitu kami pergi dulu bye-bye!!"
Padahal Eiji sudah berharap Nathan akan membuka hatinya kembali dan membuat lembaran baru bersama, namun nyatanya ia sudah terlambat. Hatinya bertambah sakit melihat Nathan mencium kekasihnya tepat dihadapannya tanpa rasa risih dilihat orang lain. Eiji menyesali perbuatannya sungguh menyesal, tapi tak apa, yang terpenting adalah ia sudah dimaafkan dan ia merasa bahagia walaupun hanya sedikit.