Sinar mentari masuk menembus jendela kamar. Membangunkan seorang gadis bernama Zicha. Perlahan mtanya terbuka mencoba menyesuaikan cahaya yang menyilaukan. Setelah terbangun ia meregangkan tubuhnya yang kaku. Pandangan terarah menatap jendela. Burung-burung berkicau mengawali pagi yang indah. Ia terduduk ditepi ranjang mengumpulkan kesadarannya. Sambil matanya menatap keluar jendela.
Ceklek...pintu terbuka.
Seorang wanita paruh baya memasuki ruangan. Membawakan segelas susu dan roti. Tersenyum ramah pada zicha. Pandangannya teralihkan ke sosok wanita paruh baya yang datang dengan membawa nampan ditangannya.
"Nak, dimakan ya? " tersenyum menaruh nampan yang ada dimeja.
"Iya bun, terimakasih ya." balas tersenyum.
Wanita paruh baya itu adalah bundanya. Ia tinggal berdua bersama sang bunda. Dinding kamarnya dipenuhi oleh foto salah satu idolanya. Ia menatap dengan senyuman terukir di bibirnya. Langkahnya berjalan menuju meja rias dan duduk didepan cermin.
"Apa dia pantas untukku? " gumam zicha menatap cermin.
"Kita memang satu agama tapi..." menundukkan wajahnya.
"Dia sempurna berbanding terbalik dengan ku" mendongak menatap cermin dan melanjutkan kata-katanya.
Setelah mengatakan itu ia segera merias dikit wajahnya. Hari ini ia mendapatkan banyak tugas. Pekerjaan dikantor harus tertunda karena terlalu banyak skripsi kuliah. Ia melakukan kerja sambil melanjutkan kuliahnya. Setelah selesai merias ia memilih pakaian yang cocok tanpa mandi terlebih dahulu. Salah satu kebiasaan buruk yang tidak pernah di buang. Ia hanya cuci muka dan merias dirinya saja.
Ting...
"Update : image zyan and all member" notifikasi.
Layar ponsel menyala tanda notifikasi masuk. Dengan lesu ia melihat layar ponselnya. Seketika raut wajah lesu menjadi sebuah senyuman yang terukir indah. Raut wajah bahagia ia tunjukkan. Jemarinya terus mengetik kalimat komentar di postingan tersebut.
"Kyaaaa zyan ganteng banget! " komentar zicha.
"Omg my husband." sahut yang lain.
"Zyan suami gue"
"Rioo nikah sama gue mau ga? "
Komentar netizen terus mengomentari foto galaksi46 yang baru diposting. Ia pun ikut serta mengomentari idolanya yaitu zyan. Beberapa hari terakhir richa ngefans berat kepada zyan. Bukan hanya ketampanan saja, tapi juga karena mereka satu negara. Dan bakat zyan yang luar biasa bisa menjadi idol
kpop asal Indonesia.
Sebagai penggemar tentu ia ingin sekali hadir di konser galaksi46 Namun, beberapa hari ini ia sedang dihadapkan oleh skripsi tiada henti. Dan menurutnya zyan adalah penyemangat untuk menjalani harinya. Dan menghiburnya dari berbagai masalah yang ada. Serta skripsi yang menumpuk di atas mejanya.
Berhari-hari berlalu. Salah satu member grup galaksi46 dirumorkan berpacaran. Dan membuat seluruh dunia gempar. Termasuk zicha karena member itu zyan idolanya. Mendengar itu ia mencoba menepis dan berpikir positif. Menurutnya zyan tak mungkin melakukan itu. Padahal bisa saja zyan melakukannya, tapi perasaannya mungkin dipendam.
Suatu siang dengan terik matahari yang menyengat. Di bangku taman zicha terduduk. Menatap langit cerah tanpa mendung yang sedikit menyilaukan mata. Di kejauhan ia melihat seseorang yang familiar. Ia mencoba melihat lebih dekat dan itu idolanya. Ia hendak berlari menghampiri zayn akan tetapi Langkahnya terhenti sejenak. Dan merapikan riasan wajahnya. Sungguh hari yang penuh keberuntungan baginya. Ketika akan berjalan mendekatinya lagi. Tiba - tiba sebuah tangan menepuk pundaknya.
"Mau apa? " tanya seorang pria seumuran dengannya.
"Tuh ada idola gue, mau kesitu"menunjuk keberadaan zayyan.
" sampe kapan lo mau mengaharapkan dia? " menaikan alisnya.
"Sam..." ucapan terpotong.
"Sini duduk. " menarik zicha duduk ke bangku taman.
"Lo itu ga akan pernah dilihat sama dia, zich"
"Lo harus sadar posisi lo dimana"
"Tapi ga salah kan kalau gue berharap, ken? " menatap lekat mata kenzi.
Kenzi adalah teman kuliah zicha bahkan mereka satu jurusan yang sama. Selain itu mereka juga adalah sahabat sejak duduk di bangku smp.
"Itu salah...lo bisa aja sakit hati,apa yang lo mau ga bisa lo dapetin" mata kenzi menatap langit.
"Lo juga suka kan sama dea secret? "
"Itu dulu dan sekarang tentu saja... " menunda kata-katanya.
"Tidak" lanjutnya.
"Karena keadaan dan umur yang berbeda" sahut zicha.
"Tuh lo tau"
Mulutnya seakan bungkam. Tidak bisa dipungkiri kalau zyan jauh berbeda. Ada waktu untuknya menyerah sepertinya zicha sudah tidak dapat lagi mempertahankan seseorang yang sangat sulit didapatkannya. Ia dan zyan hanya sebatas fans dan idola. Seandainya ia berharap untuk memiliki zyan itu hanya sebatas mimpi yang sulit digapai dan penuh perjuangan.
Hatinya mencoba mengikhlaskan zyan. Dan mencoba mencari kebahagiaannya sendiri. Didunia nyata tanpa harus ber-ilusi. Dan kini ia sadar seseorang yang ia cari adalah orang yang selalu menemani disaat suka maupun duka. Tanpa sadar seseorang yang selalu ada ketika dia terluka atau bahagia adalah kenzi. Teman yang selalu dalam keadaan apapun.
Kenzi sahabat yang selalu menemaninya sejak masih smp. Seiring berjalannya waktu kata sahabat akan segera tergantikan. Sebenarnya kenzi sudah lama memendam rasa terhadap zicha. Mungkin perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Tapi sepertinya zicha mulai sadar kalau kenzi lah yang selalu ada didekatnya. Kini pintu hati zicha sudah terbuka untuk kenzi. Seseorang yang mencintainya sudah lama.
Hubungan kenzi dan zicha semakin dekat. Sampai hubungan akan menuju ke jenjang lebih serius. Setelah kuliah selesai kenzi melamar zicha menjadi istrinya. Dan ini semua diluar harapan zicha. Siapa sangka sahabatnya sendiri yang menjadi calon suaminya. Sedangkan zyan hanya ia anggap sebatas idola. Dan mencoba melupakan rasa cinta itu walaupun terasa sulit baginya, karena melupakan tak semudah mengingatnya. Bagaimana pun ia butuh waktu untuk menghilangkan cintanya pada zyan. Ia harus memikirkan perasaan kenzi yang kini menjadi suaminya. Lupakan yang ilusi dan mulai dengan yang nyata. Zyan memang nyata hanya saja hatinya belum tentu dimiliki. Kemungkinan untuk bersama dengan zyan sangat jauh dari kata mungkin. Walaupun zicha telah mmelupakan cintanya tapi ia akan tetap mengaguminya.