"Sepertinya kisah kita harus berakhir sampai di sini"ujarnya malam itu.
Aku terdiam bak tersambar petir, mengingat sudah berapa jauh aku melangkah ke arah nya sudah berapa jasa yang aku perjuangkan untuk nya,Tapi..., sekarang dia memilih mengakhiri semuanya begitu saja tanpa ada nya ๐๐๐๐๐. Aku berdiri sembari bergumam dalam hati..
" kenapa tiba tiba saja dia ingin mengakhiri hubungan ini? Padahal kita kemarin tidak ada masalah.. "
"Apa mungkin saja dia sudah tidak lagi mencintai ku.. Ataukah ia menemukan wanita yang lebih baik dari pada diriku.. 'Sudahlah jika itu memang keinginan biarlah kisah ini berakhir sampai di sini... "
"Kau ingin kita berakhir sampai di sini, kenapa apa sebebanya? Ucap ku
" iya aku hanya ingin mengakhirinya saja bukan karena ada sebeb apapun"balasnya sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Bukan kah kamu pernah bilang kepada ku bahwa kau tidak akan mengakhiri hubungan ini"๐ญ๐๐ง๐ฉ๐ ๐๐๐ ๐ง๐ฒ๐ ๐ฌ๐๐๐๐"bukan kah kau pernah berkata bahwa kau tidak bisa hidup tanpa ada nya diriku? "
"Yasudahlah jika itu mau mu" balas ku semabari pergi meninggalkan mu sendiri.
Sebulan berlalu, aku sudah tidak lagi memikirkan nya, tanpa sengaja aku bertemu dengan mu yang sedang asik berselfie-selfie dengan kekasih beru mu.
***
Ternyata ucapan mu dulu hanyalah omongan kosong "Rea aku tidak bisa hidup tanpa mu" nyatanya tanpa adanya diriku di samping mu kamu masih baik baik saja.
***
"Hay rea apa kabar mu? " tanya nya
"Baik" Jawab ku sambil tersenyum tipis.
Bagiku seburuk-buruknya masa lalu dia adalah seseorang yang mengajarkanku dengan caranya yang manis dan pahit agar seseorang yang kelak aku tahu bahwa dia adalah cinta sejatiku.
Menurutku perpisahan itu bukan sesuatu yang harus disesali justru kita harus merelakan dan yakin bahwa Tuhan Punya rencananya sendiri untuk membahagiakan kita.
" aku selalu percaya bahwa kenangan Sepahit apapun itu bukanlah untuk dilupakan tetapi untuk diingat dengan persepsi yang tidak menyakitkan" aku yang sudah berjuang melupakannya.