Zeno adalah putra seorang saudagar dari Citium, yang selalu membawakan buku-buku bacaan kepadanya ketika pulang dari perjalanan. Salah satunya adalah buku filsafat dari Athena. Hal ini membuatnya sangat tertarik pada kota kerajaan Yunani tersebut. Ketika dia berusia 22 tahun, Zeno memutuskan untuk berdagang dari Citium menuju Athena.
Pada pukul 6 pagi, Zeno berangkat dari dermaga Citium. Suasana di dermaga begitu sejuk, burung-burung terbang bermain di langit, suara ombak menghiasi pagi yang cerah, dan para nelayan mulai bersiap-siap mencari ikan.
Di pagi yang cerah itu, Zeno berangkat menggunakan kapal dengan membawa seluruh harta kekayaan dan barang dagangannya. Perjalanan dari Citium ke Athena memakan waktu 5-7 hari perjalanan laut. Pada hari pertama, perjalanan berjalan lancar, begitu juga dengan hari kedua.
Namun sayangnya, pada hari kelima, kapalnya hancur diterjang ombak dan akhirnya karam. Zeno kehilangan harta kekayaannya yang tenggelam ke laut dalam bersama kapalnya. Beberapa hari kemudian, Zeno terombang-ambing di lautan hanya dengan sepotong papan kapal yang tersisa.
Setelah beberapa hari, Zeno yang lemas dan hampir kehabisan tenaga, akhirnya terdampar di pantai Athena. Meskipun harta kekayaannya habis dan barang dagangannya hilang, Zeno masih memiliki sejumlah uang yang terikat di pinggangnya.
Setelah bangun dari pingsannya, Zeno pergi ke kota Athena untuk membeli makanan agar bisa bertahan hidup. Di tengah perjalanan, setelah membeli sepotong roti, ia tertarik pada sebuah kios buku tua di Athena. Di sana, ia menemukan sebuah naskah yang menjadi cikal bakal ajaran filosofi besar hingga saat ini, yang berjudul "Memorabilia Socrates".
Setelah meninggalkan kios itu, Zeno mengucapkan sebuah kalimat yang menginspirasi banyak orang dengan kisahnya. Kalimat tersebut adalah "ada untungnya jugakapalkutenggelam." Kalimat ini mengubah perspektif manusia tentang pentingnya harta. Beberapa pembaca mungkin akan merasa putus asa jika mengalami hal serupa.
Dari kisah Zeno, kita belajar bahwa kita tidak bisa mengendalikan hal-hal eksternal seperti cuaca, ombak, atau takdir. Yang dapat kita kendalikan hanyalah ketenangan terhadap prosesnya, bukan hasil dari proses tersebut. Zeno menjadi pencetus ajaran filosofis terkenal yang dikenal sebagai Stoicism. Banyak tokoh terkenal, termasuk Marcus Aurelius, yang mengikuti ajarannya.