“Kau telah mati.”
“Ah, jadi memang benar begitu……”
Aku Hosikawa Miyu adalah seorang idol yang sedang naik daun di Jepang. Aku bahkan baru-baru ini melakukan sebuah live di budokan, yang menurutku di damba-dambakan oleh kebanyakan idol di luar sana.
Aku seharusnya mengalami kehidupan yang menyenangkan dalam puncak kehidupanku sebagai idol…
—Namun aku telah mati.
Aku tepatnya tidak tahu kenapa. Dalam ingatan terakhirku terukir kenangan tentang perjalanan pulangku dari sebuah acara tertentu bersama manajerku menggunakan sebuah mobil.
Dan… itu terputus di sana. Setelahnya yang aku ingat hanya rasa sakit yang cukup kuat untuk menghancurkan kesadaranku, yang tiba-tiba saja menerjang seluruh tubuhku.
Lalu sebelum aku menyadarinya aku sudah berada di rung putih ini.
“Bolehkah aku bertanya mengapa aku mati?”
“Kau telah tertabrak oleh sebuah mobil lain yang pengemudi di dalamnya sepertinya sedang mabuk, dan mati dalam kecelakaan lalulintas tersebut.”
Yah… sampai sejauh sana aku dapat menebaknya.
“Dan bagaimana dengan manajer yang ikut bersamaku?”
“Rupanya itu beruntung baginya karena dapat lolos, walaupun dia sendiri di penuhi luka yang begitu berat.”
Ah, jadi dia selamat… aku hanya merasa lega mendengarnya.
“Sekarang, mari sudahi momen tanya jawab ini dan langsung pada intinya.” Ucap gadis cantik di depanku yang aku pikir ialah seorang Dewi, seraya mengubah alur pembicaraan. “Karena kau telah mati, kau akan di hakimi berdasarkan baik burukmu di dunia, untuk apakah akan di masukan ke dalam neraka atau surga.”
“Begitu… jadi, yang mana aku akan pergi?”
“Tidak keduanya.”
“Huh?”
“Kau akan bereinkarnasi ke dunia lain untuk berjuang menyelamatkannya.”
“H-huh???”
Aku akan… apa……?
“U-um! Apa maksudmu dengan bereinkarnasi?”
“Seperti apa yang aku katakan, kau akan bereinkarnasi ke dunia lain, dunia di mana sihir dan pedang serta raja iblis bahkan pahlawan itu ada, untuk berjuang juga menyelamatkan dunia tersebut.”
“A-apa…? Tapi bagaimana dengan itu!?”
Aku hanya tidak mengerti…! Mengapa aku harus berinkarnasi ke dunia yang terdengar berbahaya seperti itu? Bagaimana dengan penghakiman baik burukku? Mengapa harus bereinkarnasi ke dunia lain? Apa yang akan terjadi pada tubuhku jika aku bereinkarnasi? Apakah aku dapat menolak? Dan lain-lain, dan sebagainya.
Sejujurnya banyak yang ingin aku tanyakan, tapi aku terlalu takut membuat Dewi itu marah, jadi aku menahan diri.
“Nyatanya kau cukup beruntung. Di antara banyak manusia yang hidup di bumi, kau — seorang idol yang sedang naik daun — mati dalam kurun waktu yang tepat.”
“Aku… beruntung?”
“Ya, karena di saat yang sama di dunia yang aku minta untuk kau bereinkarnasi kali ini sedang mengalami sebuah perang, atau yah… di sana memang selalu mengalami perang, namun peperangan kali ini sedikit berbeda dari peperangan lainnya. Kau tahu kenapa? Itu karena peperangan tersebut adalah sebuah titik balik yang menentukan masa depan dunia itu sendiri. Jika peperangan terus berlanjut maka dunia itu sendiri 100% di masa depan mendatang akan berakhir dengan kehancuran. Itu sebabnya aku memberimu kompromi.”
“K-kompromi? Mohon maaf, t-tapi aku tak berpikir dapat melakukan banyak hal dalam situasi tersebut…”
“Kau bisa.”
Tapi bagaimana……!?
“Itu dengan karisma dari nyanyian juga tarianmu! Karena kau adalah seorang idol, kau hanya perlu mengisi hati para manusia di sana yang hanya berisi siasat peperangan lapuk tersebut dengan entertainment dan kesenangan yang juga di kenal sebagai idol!”
“Apa!?”
Apa sih yang Dewi itu katakan!? Mana mungkin aku dapat menghentikan sebuah peperangan hanya dengan nyanyian serta tarian!
“Lagi pula… aku adalah seorang Dewi yang mencintai kedamaian, namun entah kenapa orang-orang di dunia yang aku jaga tersebut selalu bertarung dan berperang, itu… hanya membuatku layu dan layu sepanjang saat, namun untungnya kau mati dalam waktu yang tepat!”
Tunggu, aku tidak terlalu menyukai arah percakapan ini…
“T-tolong tunggu seben—”
“Itulah sebabnya aku mengatakan kalau aku memberimu sebuah kompromi! Biasanya tergantung bagaimana hasil penghakiman baik burukmu, jiwa seseorang yang mati akan masuk antara neraka atau surga, dan kemudian mengalami reinkarnasi dan menjalani kehidupan baru sebagai bayi dengan tentu saja ingatan serta kepribadiannya yang di setel baru. Dengan kata lain, jika kau memilih jalur ini kau pada akhirnya tidak akan menjadi dirimu lagi.”
Guh… bukankah itu sama saja dengan kematian? Walau aku toh sudah mati.
“Tapi jika kau menerima persyaratanku untuk bereinkarnasi di dunia lain dan berjuang untuk menyelamatkannya, sebagai kompromi atas tindakan tersebut aku akan dengan baik hati membiarkan ingatan serta kepribadianmu tidak akan di hapus, sehingga kau bisa tetap menjadi kau dan melanjutkan hidupmu di dunia lain sana.”
Itu… sebenarnya bukan tawaran yang buruk, atau harus aku pikir……
“Dan sebagai bonus! Kau akan aku berikan kekuatan khusus padamu agar kau dapat setidaknya bertahan hidup di dunia itu.”
Apa itu seperti yang ada di dalam novel-novel fantasi yang baru-baru ini aku baca? Seperti sebahu cheat!?
“Jadi apa yang kau pilih?”
“Umumu……”
Itu sulit.
Jika, dan hanya jika, kalau memang aku mendapat sebuah cheat aku mungkin dapat bertahan hidup di dunia yang keras itu…
Tapi di lain hal, jika aku tak tahu cheat apa itu rasanya akan percuma….
“Apakah aku dapat memilih sendiri che— maksudku kekuatan khusus tersebut? Dan seberapa banyak yang dapat aku pilih?”
“Yah, baiklah tentu, mengapa tidak? Tapi karena sepertinya akan lama jika kau memilihnya di sini jadi kau dapat memilih kemampuan khusus tersebut di dunia lain sana setelah reinkarnasimu, dan kau hanya boleh memilih tiga dari daftar yang sudah aku siapkan.”
“Oh, baiklah terima kasih.”
Maka aku pikir tidak apa-apa untuk menerima tawaran Dewi itu…
“Maka aku akan menerima tawaranmu.”
“Kalau begitu sudah di putuskan! Sekarang mari mulai reinkarnasinya! Kau akan bereinkarnasi ke dunia lain yang bernama Geteria.”
“Ya.”
“Pergi dan lakukan tugasmu sebagai seorang idol untuk mengubah hari orang-orang di sana yang gila peperangan menjadi otaku dengan jas happi!”
“Ya, ya…?”
“Dan oh, aku lupa mengatakan. Jikalau bereinkarnasi ke dunia lain cukup sulit… jadi kau akan di tempatkan secara acak pada sejumlah makhluk hidup humanoid yang ada di sana.”
“Ya, ya— tunggu apa!?”
Aku baru mendengar itu untuk pertama kalinya!
“Baiklah, selamat bersenang-senang!”
“’Selamat bersenang-senang!' Endasmu! Argh… SIAL! Aku terkena scam!!!!!!!!!”
—Dan begitulah petualanganku di dunia lain di mulai.