Sienna merasa gugup saat tahu dia harus menghindari Ethan di koridor. Dia takut semua yang dia rasakan padanya akan terbongkar, terutama di malam pertama pergantian tahun baru. Sienna dan Ethan berteman sejak mereka masih kecil dan saat ini, di tahun terakhir SMA mereka, Sienna menyadari bahwa perasaannya terhadap Ethan berubah menjadi lebih dari sekadar teman.
Saat Ethan memperguakan tangan Sienna di koridor, Sienna merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Ethan mencium Sienna di pipi sebelum ia berlalu dengan terburu-buru, membuat Sienna bergetar hebat.
Pada malam pergantian tahun, Sienna menghadiri pesta Tahun Baru di rumah temannya. Semenjak Ethan menciumnya di koridor, Sienna merasakan kebingungan dan ketidakpastian di dalam hatinya. Dia terus berpikir apakah ciuman itu hanyalah main-main atau serius.
Saat itu, Ethan tiba-tiba muncul di tengah kerumunan orang-orang dan terus bergerak mendekati Sienna. Dia menutupi matanya Sienna dengan tangan dan berkata padanya, "Jangan membuka matamu sampai saya bilang, Sienna."
Sienna merasakan detak jantungnya merayap naik dan turun saat dia merasakan tangan beku Ethan merayap naik hingga kini mengalir di atas bahunya. Dia merasakan bibir Ethan lembut pada bibirnya, wanita itu terperangah tak tahu harus berbuat apa.
Tiba-tiba merasa panik, Sienna memutuskan untuk membuka matanya. Ketika dia membuka matanya, dia melihat Ethan yang berdiri di hadapannya dan mencoba membenarkan dirinya, "Maaf, Sienna. Aku merasa kesepian dan terus berharap kamu jatuh cinta padaku."
Sienna shock, dia merasa seperti dunianya runtuh. Selama ini dia berpikir Ethan memiliki perasaan terhadapnya. Tapi kenyataannya, itu hanya ketergantungan sesaat. Setelah kejadian tersebut, hubungan mereka menjadi renggang. Dan Sienna memutuskan untuk berhenti mempercayai cinta yang tak pasti.