Pagi yg buruk hari senin tiba aku meiroh biasa dipanggil mei harus menjalani sekolah dengan para pembully
"Mbak ayo berangkat"
"Hmmm"
Dia mai adiku kami beda 1½ tahun entah mengapa ia selalu ceria
"Heh lo sini dulu"anak geng vorefer
"Kenapa"
"Songong kali lo kak gak cukup luka di punggung lo hah" dia tia adik kelas yg suka bully wajar kakak juga Suka bully dia satu kelas dengan adiku
"Ini Kenapa" guru pun tiba
"Gak papa bu"tia
"Kamu sebagai kakak kelas harus masuk kelas udah mau mulai itu"
Lagi guru disi lebih tidak adil dari pada penjahat
"Hmmm...iya bu"aku berjalan menuju kelas dan memulai pelajar
Sebelum pulang sekolah aku di panggil oleh geng itu aku kembali dipukulin ia memukul ku di tempat di mana orang gak bisa liat seperti punggung misalnya.
Akhirnya Pulang dari sekolah aku memainkan hp tiba2 ayah ku datang
"Main hp terus belajar gitu loh liat adik mi bantu ibu masak kamu gak bantu"
"Diam lah aku capek tau"
Dibandingkan dengan adik sendiri dibully di sekolah aku sudah mulai muak dengan semua
Hari demi hari aku lewati 1 tahun di bully kakaknya tia dan 5 tahun diblly tia membuat ku muak dan sekarang itu membuat ku trauma jika aku mengingat kembali aku akan marah dan sedih semua jadi satu.
Di kehidupan smp aku mendapat kan teman dan menjadi orang yg sedikit lebih baik tapi trauma itu tidak bisa ku lupakan
aku meiroh maratra anak pertama dari 3 saudara
Aku mairoh anak kedua dari 3 bersaudara mungkin mereka kira aku selalu bahagia karena sikap ceria tapi nyatanya tidak aku korban bully dan korban pemaksan oleh ortu nilai kedisipilan dan lainnya aku hampir menyerah
"Nilai kamu turun belajar lebih lagi"suara walaupun biasa tapi penuh penekanan
"Liat kakakmu nilainya selalu naik dia pintar gak kayak kamu"
"Maaf yah aku akan belajar lebih giat"
"Iya sudah"
Aku pergi aku ingin belajar tapi tiba2 ibu ku memanggil aku
"Mai tolong ibu masak ini ibu mau beli bumbu"
"Iya"
Kenapa aku selalu disuruh bahkan kakak ku gak pernah disuruh tapi jika aku menolak itu akan membuat masalah pasti akan jadi begini
"Ok kamu nolak gitu cuma disuruh kamu gak mau gak usah makan sekalian pergi dari rumah sana gak usah balik"
"Tapi kan masih ada kakak"
"Kakak kamu terus, kalo dibilang jangan jawab kamu anak gak guna nyesel aku ngelahirin kamu pergi sana gak usah makan kerjain semua sendiri sana"
"Maaf iya aku kerjain"
"Gak usah"
Ya begitulah jika aku menolak dan aku gak bakal dikasih makan sampai 1minggu lah paling lama
Pagi yg indah aku berangkat sekolah tapi tidak indah jika sudah sampai sekolah
"Anak gak guna"
"Anak aneh"
Ya bully secara mental lebih nyakitin dari pada fisik
*****
6 tahun bully membuat ku trauma dan saat smp kelas 1 aku tidak punya teman sama sekali setiap malam aku tidak bisa tidur aku selalu memukul kepalaku pernah suatu hari aku tidak tidur sama sekali kepala ku pusing padahal pagi aku harus ikut ujian
Kelas 8 aku sudah memiliki teman walau masih takut jika itu terjadi lagi ada yg lebih baik lagi kakakku mai bercerita tentang dia yg jadi korban bully mata Ia berkaca kaca aku hanya berpikir
*jadi aku di dibully karna kakak ku juga di bully pantas saja mereka setiap aku tanya kenapa bully aku mereka selalu menjawab biar senasib sama saudaramu*suara hati ky
Aku tidak membencinya aku sudah memaafkan mereka walaupun aku masih trauma akan semua tapi kakak mu belum bisa sama sekali ia dendam pada teman dan guru disana aku wajarin aja
Insomnia dan sakit kepala berhari hari itu sudah aku anggap biasa
(Aku berpura-pura menyembunyikan luka ternyata itu menyakitkan) meiroh maratra
(Aku selalu ceria demi menyembunyikan luka dan tidak bisa berbagi) mairoh maratra
(Cuma karangan)