Alviana dan Alvian adalah saudara kembar, sekarang kalian berusia 17 tahun. Alvian adalah cowok bad boy dan populer disekolah, sama seperti Alvian yang juga populer karena kecantikan dan kecerdasannya. Alvian juga sudah sering berpacaran dan sudah memiliki 5 mantan, padahal orang tua Mereka tidak membolehkan berpacaran, sekarang dengan shbtmu.Kini dia duduk di kursi kelas yang berada disamping Alviana
"Sungguh pelajaran yang membosankan." Alvian menutup buku fisika nya dan meletakkan kepalanya dimeja.
"pantas saja nilai mu selalu jelek"ucap Alviana melihat bukunya sambil duduk dengan sikap cuek dan dingin.
Alvian yang masih bersandar dimeja langsung menatap Alviana, mata Alvian penuh dengan kemarahan. Dia mengangkat bahu dan bertanya "Apa maksudmu?"
"Ku bilang nilai fisika dan matematika mu akhir akhir ini jelek,kenapa? apa karena sering berpacaran?"ucap Alviana menatap tajam pada adik nya.
Alvian beranjak dari kursi dan mendekat pada Alviana, pandangannya berubah menjadi marah. "Apa yang kamu katakan? Berpacaran itu bukan masalah besar! Aku hanya melakukan hal tersebut karena saya ingin membuktikan kepada ayah dan ibuku bahwa aku bisa. Apakah mereka tidak menyayangi anak laki-laki seperti ku?" Alviana memegang dagu Alviana dengan keras sambil menggeramkan bibirnya didepan kakaknya dengan kesal.
"ingat aku kakak perempuan mu! meskipun kita kembar kau tidak boleh melakukan itu"ucap Alviana dengan tenang*
Alvian masih memegang dagu Alviana dan tatapannya tetap marah. Dia mencoba untuk mengendalikan amarahnya. "Kakakku, aku sudah berpacaran selama 5 tahun! Apakah kamu pikir ayah dan ibu kita tidak peduli dengan perasaanku? Apakah mereka akan senang kalau aku di keluar kan dari sekolah karena tidak dapat nilai yang baik?!"
Alviana menarik dasi Alvian dengan keras ke dekat nya dan memasukan Sandwich ke mulut Alvian. "makan lah,aku tidak suka kau berteriak pada ku" ucap alviana dengan dingin.
Alvian yang kesal langsung menelan sandwich tersebut dan berteriak lagi. "Aku tidak butuh kamu! Aku tidak peduli dengan apa yang kamu pikirkan, aku sudah lelah mendengar semua ini dari mereka. Aku ingin agar ayah dan ibu menghentikan kebiasaan buruk ku, bukan seperti sekarang dimana mereka membiarkan saya untuk terus berpacaran. "Dia lalu memalingkan wajahnya dari Alviana sambil memegang perut nya yang terasa sakit setelah makan sandwich mu.
"aku sudah bilang berulang kali! makan nya pelan pelan! kau ini merepotkan aku saja!"ucap Alviana menarik Alvian ke ruang UKS
Alvian tidak dapat bergerak karena masih kesal, dia berusaha untuk keluar dari genggaman Alviana dan menggeramkan bibirnya. "Tidak! Aku tidak mau makan pelan-pelan. Aku bukan anak kecil lagi yang perlu disuapi."
"jika kau ingin di pukul oleh ayah silahkan! aku hanya melindungi mu selama ini!"ucap Alviana dengan tegas
*Alvian tampak kaget, dia tidak menyangka kalau alviana akan melakukan hal tersebut. Dia lalu membungkuk sedikit dan memegang perutnya yang masih sakit.* "Aku... Aku sudah berjanji kepada ayah dan ibu bahwa aku bisa memperbaiki diri dari perilaku ku ini. Tapi mereka tetap saja tidak peduli.."
"ayo ikut aku ke UKS" Alviana menarik tangan Alvian
Alvian membiarkan Alviana untuk menariknya ke UKS, meskipun dia masih kesal. Dia menatap mata kakaknya dengan tajam dan mencoba mengendalikan amarahnya.
*15 menit kemudian [di UKS]*
Alvian duduk di atas tempat tidur UKS, dia masih kesal dan tampak berang. Dia tetap memegang perutnya yang sakit.
"ini minumlah" *Cha Yun memberikan obat diare
Alvian mengambil obat yang diberikan Alviana dan menelan nya, setelah itu dia memegang perutnya lagi. Dia lalu menatap Cha Yun dengan tatapan kesal. "Aku tidak suka minum obat."
"minum" Alviana Menatap tajam dan mengancam.
Alvian akhirnya mengambil obat tersebut dan memakannya. Dia terus menatap alviana dengan tatapan yang masih marah. "Aku akan minumnya, tapi tolong jangan menatap ku begitu,kau begitu mengerikan!" Alvian mulai merinding melihat tatapan kakaknya itu
"iya iya" Alviana mendengus kesal.
Alvian terus minum obat dan tetap memegang perutnya yang masih sakit. Dia tidak berbicara lagi dengan Alviana, dia tampak lebih tenang dari tadi.
"istirahatlah disini,aku akan kembali ke kelas" ucap Alviana mengelus kepala adiknya itu
Alvian menganggukkan kepala dan menganggu rambutnya, dia masih menatap Alviana dengan tatapan yang tenang. Dia lalu menutup matanya dan mulai berbaring di tempat tidur.
(Maaf jika terlalu sedikit 🙏🙏)