Rasa yang sudah sekian lamanya terpendam ini semakin menyayat hatiku. Menggoreskan luka yang cukup dalam.tak tahukah dirimu? Hati ini begitu sangat menyayangimu.entah kapan sebuah harapan bisa di cintai olehmu akan terwujud nyata? Aku terus menanti disini bersama doa-doaku untukmu.supaya kelak suatu saat nanti kamu bisa mencintaiku,menjalin kisah asmara, ya hanya kita berdua.
Entah mengapa ada perasaan mengganjal di dalam hati ini saat aku tak berjumpa denganmu. Dan aku pikir ini yang dinamakan sebuah rindu. Senyumanmu dengan lesung pipi selalu terbayang di pikiranku akhir-akhir ini. Ya, aku jatuh hati padamu.
Kamu tahu bagaimana hatiku saat jauh darimu? Rasanya hancur berkeping-keping, malam jadi kelam dan sunyi.aku harus menunggu pagi agar dapat lekas bertemu denganmu.tatapan matamu begitu menggoyahkan sukmaku pada awal pertama aku bertemu.dan entah mengapa ada kesejukkan sendiri saat aku melihat bola matamu lebih dalam. Aku merasakan jiwa ini damai, dan juga tenang. Kau laki-laki yang sangat dewasa dilihat dari cara bicara dan cara berpikirmu.kala itu sampai sekarang aku diam-diam masih terus mengagumimu.
"Boleh kenalan namanya siapa?" Tanyanya sambil mengulurkan tangannya.aku tersenyum dan membalas uluran tangannya. " meli", kataku.
"Nama kakak siapa",lanjutku.
"Maulana", balasnya di sertai senyuman.
Sebuah ingatan pada masa perkenalan kembali terbayang dalam anganku. Saat itulah jantungku mulai berdegup kencang. Sebuah perkenalan singkat antara kamu dan aku, juga sebuah senyum manis yang kamu lontarkan kepadaku. Waktu itu aku berharap waktu benar-benar terhenti agar aku terus berbincang denganmu. Sebuah ingatan masa lalu kembali muncul dalam pikiranku.
Hotel dan seminar pertama.
Setiba di hotel bertepatan dengan adzan maghrib. Aku, adhe, kak dery dan kak maulana pergi ke mushola sebentar untuk melaksanakan sholat maghrib.musholanya terletak di belakang hotel dan butuh waktu 10 menit untuk kami berjalan ke arah mushola dengan di selingi obrolan kecil antara kami berempat.hal yang membuat aku tambah kagum pada kak maulana adalah sosoknya yang berwibawa dan dewasa, meskipun usia kami terpaut tidak jauh, hanya 2 tahun saja.pria muda yang berkharisma.
"Meli asli jogja juga kah?"tanya maulana tiba-tiba, sontak membuatku terkejut atas tanyanya.
"Iya kak", ku balas dengam wajah kikuk di hadapannya.
"Semoga kamu nanti suka sama acara komunitasnya. Seminar ini didatangi oleh para wkrausaha muda dan calon wirausaha." Kata kak maulana menjelaskan dengan rinci tentang aktivitas seminar wirausaha yang kami ikuti dari kampus.
" iya kak. Aku ingin kelak jadi seorang pengusaha hehe", jawabku terkekeh kecil. Kak maulana menatapku dalam dan benar-benar membuatku salah tingkah.
Aku berjalan menyusuri taman binangun tepatnya di kota kulon progo, sesekali menghela napas, lalu menghembuskannya secara perlahan bersama sejuta kenangan indah bersama kakak seniorku di kampus itu,kak maulana. Saat ini ia sedang mengambil gelar S2 di amerika. Aku benar-benar merindukannya. Aku hanya bisa berharap suatu hari nanti kak maulana akan kembali lagi ke yogyakarta. Merajut kenangan-kenangan baru lagi bersamanya.
Selesai.