Terliat 2 orang anak yg tertawa riang di dekat sungai
"Kak liat ada angsa,bagus ya"
"Kamu tau gak angsa itu setia sama pasangannya"
"Benarkah... kak kakak KAKAK MANA JANGAN BERCANDA KAK"
****
"KAKAK"arsa terbangun dari tidur dengan panik ia memanggil kakak
"Kenapa sa?"
"Kak arka gak bakal ninggalin arsa kan, kakak gak akan kan ninggalin aku kayak kakak eril kan"
"Enggak sa kakak selalu di samping arsa"
Akhirnya mereka tidur kembali arsa sudah mulai tenang
Pagi hari tiba terdengar suara yg amat keras dari bawah
"ARKA KAMU ITU KENAPA SELALU BUAT MASALAH BIKIN MALU SAJA"
"Maaf pah"
"PAPAH GAK BUTUH MAAF KAMU,KAMU HARUS BELAJAR LIAT ARSA ADIK KAMU DIA LEBIH PINTAR DARI KAMU JIKA ERIL MASIH HIDUP PASTI DIA JADI KEBANGGAAN PAPAH,KAMU ITU GAK LEBIH DARI ANAK GAK GUNA"
"Maaf arka bakalan belajar lebih giat lagi"
"Sudah pergi sana"
"Ada apa pah"suara arsa sambil menuruni tangga
"Eh anak papah udah bangun"
"Hmmm"
"Udah makan dulu sana,dan arka masuk kamar belajar"
"Kakak gak makan"
"Enggak kakak udah makan tadi"ucap arka sambil menaikkan tangga
Ia duduk di meja belajar "Gimana mau makan orang papah gak izinin"
Arsa berjalan ke kamar arka mereka adalah saudara kembar arka lahir terbih dahulu sebelum arsa
"Kak,kakak janji ya gak boleh ninggalin arsa"
"Iya sa kakak janji kakak kan gak pernah ingkar janji"
"Beneran loh kak"
"Iya arsa"
*****
Hari ini ada ujian semua murid belajar sungguh tak kecuali arka sementara arsa ia hanya bermain dan belajar hanya beberapa menit
"Gimana ulangan kamu tadi sa"
"Susah kak arka"
"Susah kok selalu juara 1"
"Gak tau"
Besok nilai mereka keluar benar saja arsa menjadi no 1 dan arka menjadi no 2 arka sedikit kecewa
"Tukan no1 lagi kamu sa"dengan senyuman *hah siap2 dihukum papah lagi hah nasib* suara hati arka
"Ah gak tau no1 mulu"suara arsa seperti gak suka *dulu kalo kak eril ada pasti aku no2 kak arsa no3*suara hati arsa
"Udah ayo pulang"
Mereka pun pulang sampai di rumah mereka menyerahkan nilai mereka
"Arsa kamu no1 lagi,pintar banget udah kamu masuk kamar terus tidur"
"Iya pah"arsa berjalan ke kamar
"Kamu ikut papah" arka berjalan mengikuti papahnya ada sebuah ruangan kecil sekiranya kedap suara terpampang cambuk disana
"KAMU NO 2 LAGI GAK BOSEN HAH"
*hah pasti hukuman lagi*
"Duduk dan lepaskan bajumu"arka menuruti dan duduk
Arka di cambukan sekiranya 20× jika ia no3 maka 30× cambuk itu udah biasa dari dulu ia selalu begitu.arsa ia tidak merasa kan nya karena bagaimana pun arka no2 setelah eril
Arsa keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju kamarnya
"Hah ini lumayan dari ditambah ceramah pria sialan itu bosen lama2" arka merebahkan tubuhnya dikasur dan tidur
"KAKAK,KAKAK,KAKAK"suara dari kamar adik nya arka menghampiri kamar adiknya
"Kenapa,udah tenang kakak disini"arka memeluk adiknya
"KAKAK jangan pergi arsa gak sengaja"
"Gak papa"
*****
2tahun sebelum kematian eril
"kakak kalung liontin arsa jatuh ambilin"
"Arsa itu itu dalam loh biar kak arka saja yg ambil"
"Gak boleh kak arka nyentuh liontin itu itu milik arsa dari mamah"
"Yaudah biar kak eril"
Tiba2 eril terpeleset dan jatuh
"KAKAK"teriak arsa,arka yg melihat langsung lompat dan eril hilang entah kemana arka kembali tampa eril
"Maaf kakak gak bisa nemuin kak eril"
"Ini salah arsa kak maaf"
"KALIAN,SIAPA YG BUAT ERIL SEPERTI INI" Suarah papah membuat arsa gemetar arka yg tau arsa takut langsung maju
"Maaf pah tadi arka nyuruh kakak ambil barang"
"KAMU ANAK GAK GUNA KAKAK KAMU HILANG GARA2 KAMU KENAPA GAK KAMU AJA"
arsa diam walaupun ia yg melakukan nya tapi ai tak berani untuk mengungkapkan ia lebih memilih mundur
Akhirnya eril di temukan "maaf apa benar ini keluarga eril Barata"
"Iya saya ayahnya,bagas barata"
"Anak anda sudah meninggal dunia"
Sejak hari itu arka selalu di hukum oleh ayahnya karena nilai jelek atau sebuah kesalahan kecil
*****
Mereka bangun dari tidurnya hari ini adalah hari dimana mereka akan lulus SMA arka membawa arsa ke sebuah tempat yg dimana eril mati
"Kak kenapa bawa arsa kesini"
"Bukan kan liontin belum ketemu sekarang kamu turun dan cari liontin mu itu"
"Kak"
"Kenapa jika karena janji kakak gak bisa ninggalin kamu berati kamu yg harus ninggalin kakak"
Arka mendorong adiknya hingga ia tenggelam dan tak bernyawa.arka berjalan pulang saat di rumah ada banyak polisi arka dengan berjalan masuk semua polisi menodong kan pistol nya
"Papah apa semua ini"
"Kamu pembunuhan kamu bunuh arsa"
"ITU impaskan"
"Apa maksud mu"
"Arsa bunuh eril,arka bunuh arsa"
"Apa yg kamu maksud"
Arka berjalan merebut pistol dari polisi dan mengarah ke kepalanya
"Iya arsa yg bunuh eril,SEKARANG KAMU GAK BAKAL PUNYA SIAPA PUN AKU UDAH GAK KUAT KARENA JANJI AKU SAMA ARSA UNTUK GAK NINGGALIN DIA MUNGKIN DIA GAK BAKALAN MATI MUNGKIN YG MATI AKU JADI AKU BUAT ARSA NINGGALIN AKU,DAN SEKARANG UDAH GAK ADA ARKA MAUPUN ARSA HANYA TINGGAL NAMA ERIL BARATA TIDAK ADA ARKA ARSA BARATA HANYA ERIL BArata"suara arka dengan tangisan dan tawanya
*DOR*suara tembakan
"Arsa,eril arka akan bersama kalian sekarang"
"ARKA MAAF PAPAH"
Arka menutup mata dan pergi selamanya
(Angsa memang putih tapi tertetes tinta hitam disana)
(Cuma karangan)