Di suatu malam seorang wanita berjalan pulang sendirian. Ia bernama arnita, saat itu ia baru pulang dari kantornya karena lembur. Ia terpaksa pulang berjalan kaki karena tidak ada ojek disekitar tempat itu. Waktu menunjukkan pukul 10.30 malam. Ia berjalan sendirian melalui jalan pintas dengan melewati gang kecil. Ia tinggal cukup jauh dari kantornya, biasanya waktu pulang kerja hanya sampai pukul 8 itu paling lambat. Akibat banyak pekerjaan yang menumpuk dikantor ia terpaksa harus lembur kerja.
Beberapa saat kemudian, arnita sudah berada dijalan menuju kampungnya. Memang tempat tinggal vina melewati satu kampung menuju tempat tinggalnya. Perasaan arnita seketika gelisah dan takut. Setelah berada dijalan melati. Jalan penghubung 2 kampung. Diujung jalan ia melihat sesuatu dibawah pohon nangka. Suasana menjadi dingin dan mencekam. Arnita merasa sedikit ketakutan saat melihat hal itu. Ia pun mendekati pohon nangka itu saat sudah berada di dekatnya. Dan terlihat seorang wanita berpakaian biasa. Ia pun menanyakan wanita tersebut.
"Mba, ngapain malam malam dibawah pohon nangka? " tanya arnita dengan nada gemetar.
"Saya memang tinggal di sini mba hihihi" menjawab dan menoleh.
Deg...
Mata arnita membola sempurna. Ketika wanita itu menoleh padanya. Pakaian yang dari belakang terlihat biasa saja. Namun saat berbalik berbeda tampilan yang menyeramkan. Mata terlepas satu dengan mulut robek lidah menjulur panjang dan perutnya yang berlubang dengan belatung merayap ditubuhnya. Wanita itu ketawa cekikikan dengan suara menggema.
"Setannnnnnn" teriak arnita dan berlari menjauh.
Alhasil arnita pun lari terbirit-birit menjauh dari sosok itu. Dengan teriakan yang sangat kencang. Ia terus berlari sambil matanya sesekali melirik kebelakang. Dan sosok itu masih mengejar dengan tawa yang menggema.
"Hihihihi" mengejar dengan melayang.
"Kyaaaaaaaa" lari dengan kencang.
Arnita terus berlari menyusuri jalan yang sepi. Dihadapan nya sudah terlihat kampungnya. Namun tak tau kenapa semakin ia berlari mendekat, ia tak kunjung sampai kampungnya. Dengan sosok wanita dibelakang yang masih mengikuti.
Tiba-tiba...
Kakinya tersandung batu yang pada akhirnya ia terjatuh. Ia pun jatuh tersungkur. Keningnya sedikit tergores oleh batu kerikil. Matanya menatap hantu wanita itu dengan takut. Tubuhnya ketakutan membayangkan dirinya ditikam mahluk astral. Perlahan-lahan arnita mundur kebelakang. Sampai hantu itu berbicara.
"Tolong Saya... " lirih hantu wanita itu.
"Hah?? " kurang mendengar.
"Tolong Saya... "
"Tolong?? Ada apa? " sahut arnita.
"Saya minta tolong...tolong kuburkan jasad Saya dibalik pohon nangka itu, Saya dibunuh"
"Namamu siapa?? " bertanya tanpa rasa takut.
Rasa takut itu seketika hilang. Ia mencoba memberanikan diri membantu hantu itu. Arnita terus bertanya mengenai hantu itu.
"Luna"
"Bagaimana kamu bisa dibunuh?? Siapa pelakunya? "
"Biar Saya tunjukan"
Sosok hantu itu merasuki tubuh arnita. Memperlihatkan saat Luna dibunuh dan dikuburkan tepat dibawah pohon itu.
5 hari yang lalu dimalam hari. Arnita kembali ke waktu kejadian. Ia melihat seorang wanita cantik yang bersama seorang pria dengan mengendarai motornya. Wanita cantik itu adalah Luna. Pakaian yang digunakan pun sama. Namun dijalan melati pria itu memberhentikan motornya. Dan menyeret paksa Luna dengan kasar. Raut wajahnya terkejut saat melihat Luna dibenturkan ke pohon itu dengan keras. Sebelah matanya lepas menancap dibatang pohon yang menonjol. Luna berteriak kesakitan dibagian matanya.
Pria itu adalah kekasih dari Luna. Ia bernama Rio, tapi ada dendam yang dimiliki olehnya. Rio berniat menghabisi Luna ditempat itu. Rio melanjutkan aksinya dengan mengambil sebuah cutter disakunya dan mengarahkan ke mulut luna, saat berbalik ke arahnya. Terlihat dengan jelas oleh arnita. Bertapa tajamnya cutter itu hingga berhasil merobek mulut Luna. Rio pun mulai melakukan puncaknya. Dengan sadis Rio menancapkan cutter ke perut Luna beberapa kali. Bahkan sampai menarik hingga robek. Luna sudah lemah kehabisan darah dan kesakitan. Suasana jalan saat itu sepi jadi tidak ada saksi yang melihat itu. Luna akhirnya meninggal karena kehabisan darah. Rio menyembunyikan jasadnya dibawah pohon nangka. Dan setelah melakukan pembunuhan itu Rio segera pergi dari tempat itu. Mengemudikan motornya dengan suara bising yang memecah hening dimalam itu. Arwah Luna pun bergentayangan dipohon itu. Meminta tolong kepada siapapun, namun kebanyakan yang pingsan.
Arnita pun kembali. Ia menatap hantu yang bernama Luna dihadapan nya kini. Dan berbicara padanya.
"Tenang saja besok saya akan melaporkan kejadian ini ke polisi"
"Terimakasih" berubah wujud jadi cantik.
"Kau satu-satunya harapanku, dia membunuhku beri aku keadilan, kuburkan jasadmu dengan layak, selama tidak ada keadilan untukku arwahku tidak akan tenang, sekali lagi terimakasih ya arnita, dan maaf sedikit menakutimu, aku pergi... " perlahan hilang.
"Sedikit katanya, udah hampir berhenti ni jantung" menghela nafas lega.
Waktu telah berlalu. Arnita sudah pulang kerumah dengan selamat. Ia menjelaskan kepada keluarganya tentang apa yang baru ia alami. Malam itu arnita masih tidak menyangka akan kejadian itu.
Keesokan harinya ia melaporkan kejadian itu ke polisi. Awalnya polisi tidak percaya namun dengan adanya jasad seorang wanita yang sudah membusuk. Baru polisi percaya dan menangkap pelaku. Samar-samar ia melihat Luna tersenyum dan perlahan menghilang. Ia pun membalas tersenyum. Walaupun sedikit menyeramkan tapi ia tetap harus membantunya. Motif Rio membunuh Luna karena ia yang dituduh selingkuh. Padahal kenyataannya Luna tidak pernah selingkuh.
Malam itu adalah malam menyeramkan bagi arnita, yang tak ingin terulang lagi. Ia tak menyangka akan bertemu dengan hantu. Dan tidak menyangka ada kekasih yang dengan sadis membunuh pasangannya. Berhati-hatilah dalam berhubungan dan tetap waspada. Musibah atau peristiwa selanjutnya tidak ada yang bisa menebak kecuali sang kuasa.
Note : Jika ada kesalahan Mohon beri kritik dan saran. Terimakasih