Di sebuah desa terpencil, terdapat sebuah rumah angker yang terletak di tepi hutan yang lebat. Rumah itu telah ditinggalkan selama bertahun-tahun karena kabarnya dihuni oleh roh jahat.
Suatu malam, seorang pemuda bernama Dika mendengar cerita tentang rumah angker tersebut dari teman-temannya. Ia merasa penasaran dan memutuskan untuk mencari tahu kebenarannya. Tanpa pikir panjang, Dika pergi ke rumah angker itu sendirian.
Ketika Dika tiba di rumah angker, ia merasakan suasana yang mencekam. Pintu rumah terbuka dengan sendirinya saat ia mendekatinya. Dalam kegelapan, ia melangkah masuk dan mendapati ruangan yang kotor dan berdebu.
Saat Dika mulai menjelajahi rumah, ia mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat. Hatinya berdegup kencang dan ia merasa ada yang mengamatinya. Namun, ia tidak melihat siapa pun di sekitarnya.
Tiba-tiba, lampu di dalam rumah mati. Dika terjebak dalam kegelapan total. Ia mencoba mencari saklar lampu, tetapi tidak berhasil. Suara-suara aneh mulai terdengar di sekelilingnya, seperti bisikan dan tawa jahat.
Dalam kepanikan, Dika berlari menuju pintu keluar. Namun, pintu itu terkunci dengan sendirinya. Ia mencoba membuka jendela, tetapi jendela-jendela juga tidak bisa dibuka. Ia merasa terjebak dalam rumah angker yang menyeramkan ini.
Dalam keputusasaan, Dika berteriak meminta pertolongan. Namun, suaranya hanya terdengar bergema di dalam rumah itu. Ia merasa semakin ketakutan dan tiba ada yang menarik kaki Dika dan Dika terseret ke sebuah ruangan, Dika semakin ketakutan sapai meminta tolong lamu mulai meyala sendiri namun ada seorak kakek, kakek itu menjawab siapa kamu Dika menjawab namamu Dika.
lampu tiba tiba lampu mati, dika sangat ketakutan sampai mengeluarkan pisau yang Dika bawa Dika meyerang si kakek darah berceceran Dika yamg masih takut terus menusuk nusuk si kakek kakek kesakitan sambil berkata nanti akan ku balas perbuatan mu lampu meyala, Dika panik ternyata kakek itu bukan hatu Dika ketakutan telah.
membunuh kakek itu Dika pergi meninggalkan kakek itu smbil menangis sambil membawa pisau itu di saat sedang lari Dika terjatuh dan pisau itu mengenai mata Dika, darah mengalir di mata Dika tetapi di Dika sambil nangis.
kesakitan dita terus belari ke jalan tak lama Dika langsung dihadang teruk besar Dika tertabrak, Dika yang sudah lemas tidak bisa berjalan lagi, karena badan Dika terlindas terukitu teruk itu pun berhenti sejenak, teruk itu tancap gas karena melihat Dika yang sudah tidak utuh anggota badan Dika Dika Dika Dika Dika Dika Dika Dika