Aku si gadis penuh beban dan serba salah, begitulah teman-temanku menyebutnya. Bagaimana tidak, sudah semenjak kecil aku selalu mendapatkan banyak larangan dari keluarga ku, aku yang selalu mendengarkan dan menuruti tanpa berani membantah menjadikan aku seseorang yang tidak berani mengungkapkan keinginan dan pemikiran ku. Banyak hal yg sudah kurencanakan pupus dalam angan tanpa pernah ku mencoba nya. Saat ini usia ku menginjak 23 tahun dengan status pengangguran, aku hanya akan menceritakan sedikit saja pengalaman ku yang sudah aku pilah sebaik mungkin untuk di ceritakan.
Aku mengira larangan-larangan orang tua ku hanya ada saat aku masih bersekolah saja, karena aku berfikir 'oh iya aku masih belum bisa hidup mandiri' tapi ternyata larangan itu terus ada bahkan sampai saat ini. Setelah lulus sekolah aku tidak langsung bekerja, kalian pasti berfikir aku malas untuk mencari pekerjaan tapi bukan karena itu, melainkan karena aku juga harus memenuhi syarat orang tua ku dalam memilih lokasi tempat bekerja. Aku tinggal di sebuah kota yang bisa di bilang belum banyak tempat kerja yang menerapkan gaji UMR. Sedangkan orang tua ku menginginkan aku mendapatkan gaji yang sudah UMR, pada saat itu aku berfikir 'oh mungkin boleh kalau aku dapat panggilan kerja di kota sebelah yang gaji nya UMR' lalu aku mencoba melamar di beberapa PT dan perusahaan dan mendapatkan beberapa e-mail balasan yang menyatakan aku bisa untuk mengikuti seleksi, dengan perasaan yang senang aku meminta izin kepada orang tua ku tapi setelah mendengar keputusan orang tua ku harapan ku kembali pupus karena tidak mendapatkan izin sama sekali. Aku mengerti dan aku tau orang tua ku cemas, tapi kalau terus begini bagaimana aku bisa menjadi maju dan berkembang kalau untuk melihat dunia luar pun sudah sangat sulit aku rasakan.
Pada saat sekolah aku pulang sedikit telat karena harus mengerjakan tugas kelompok saja orang tua ku sudah berpikiran aku hanya bermain dan membuang waktu, setiap aku mengikuti eskul di sekolah orang tua ku selalu memastikan dengan menelpon wali kelasku, aku hanya memiliki sedikit teman tapi orang tua ku meminta aku banyak bergaul dan mencari teman diluar lingkungan sekolah, tapi untuk izin bermain dengan teman sekolah pun sangat sulit bagaimana mau mencari teman lain yang berada diluar sekolah. Pernah suatu hari aku berpergian dengan ayahku menggunakan motor pada saat itu ayahku menanyakan jalan menuju suatu lokasi yang masih berada di kota tempat tinggalku tapi ketika ditanya aku tidak mengetahui lokasi nya begitupun dengan jalannya, lalu kalian tau apa yg ayah ku katakan? Beliau berbicara 'main makannya jangan di rumah aja jadi gak tau jalan kan' dalam hati ku berbicara 'bagaimana mau main kesini kalau cuma ketempat yang dekat dari rumah saja sudah tidak boleh' aku hanya meng-iyakan ucapan ayahku.
Sedih? Pasti.
Aku selalu melihat teman-teman ku dari berbagai sosmed mereka bahwa mereka sudah memiliki banyak teman baru,sudah memiliki banyak pengalaman dalam bekerja,bisa membeli sesuatu menggunakan uang nya sendiri,bisa membantu perekonomian keluarga. Iri? Tidak,aku hanya ingin mencoba dan merasakan kehidupanku,sampai mana aku bisa maju dalam kehidupan,bukan hanya stuck dengan perasaan yang hampa dan serba salah dalam hidup. Selama aku tidak bekerja yang kulakukan hanya mencari platform yang menyediakan pekerjaan dari rumah beberapa kali aku mendapatkannya tapi uang itu berakhir dipakai untuk membantu kebutuhan rumah. Aku memang sangat memiliki rasa untuk membantu perekonomian keluarga ku sejak aku masih sekolah, karena ibu ku selalu bercerita pada ku kalau sedang tak punya uang atau sedang tak ada makanan. Aku yang selalu mendengarnya sejak aku masih duduk di bangku sekolah pertama pun bertekad ketika lulus aku harus mencari pekerjaan dimana pun itu aku mau asalkan halal dan uang nya cukup untuk aku memenuhi kebutuhan keluarga ku tapi seperti yang telah terjadi dan yang sudah ku ceritakan sebelum nya aku tidak bisa memenuhi keinginan ku.
Sejak dulu aku memang unggul dalam pelajaran Bahasa Indonesia, beberapa kali guru ku mengikut sertakan aku dalam perlombaan menulis cerpen ataupun puisi. Teman ku pun mendukung ku untuk menulis cerita pada sebuah platform tapi aku takut tulisan ku tak menarik, banyak cerita yang sudah ku baca dari berbagai platform yang membuat aku memiliki banyak imajinasi yang bisa aku curahkan dalam tulisan ku,tapi aku masih takut kalau tidak ada yg membaca nya pada saat itu. Tapi sekarang aku mau mencoba melawan rasa takut ku aku tidak peduli akan ada yang baca atau tidak mungkin dengan jalan ini aku bisa membantu perekonomian keluarga ku tanpa aku harus memikirkan izin untuk bekerja keluar rumah.
Mulai saat ini aku akan mencoba lebih konsisten lagi dalam menulis, agar cerita hidupku berubah menjadi lebih baik lagi.
Mohon maaf kalau masih berantakan yaaa atau alur nya malah jadi maju mundur gak jelas dan terimakasih sudah mau membaca🤗😇