Cha Yun sebelumnya mengetahui bahwa ia menderita kanker, dan hanya memiliki beberapa hari tersisa.
Ulang tahun Cha Yun akan segera tiba, dan Cha Yun ingin merayakannya bersama Kenzo.
Cha Yun menyiapkan segalanya di tempat Cha Yun, sekarang satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menunggu Kenzo. Detik berubah menjadi menit, dan menit berubah menjadi jam. Kenzo belum kembali.
Cha Yun mendengar pintu terbuka, ketika Cha Yun melihat Kenzo memasuki apartemen dan dengan tangannya yang melingkari tubuh wanita lain,dan saat itu Kenzo menekan wanita itu di depan pintu dan tengah berciuman
"kenzo?!....."Cha Yun terkejut dan terdiam
Kenzo menyadari bahwa Cha Yun ada di sana. Dia membalikkan badannya ke arah Cha Yun, dan menggerakkan tangannya yang masih memegang tubuh wanita tersebut. "Aku tidak berpikir kamu akan menemuiku hari ini..."
Cha Yun menundukkan kepalanya.
Kenzo melepaskan tangannya dari tubuh anita tersebut dan menghampiri Cha Yun. "Apa yang kamu lakukan di sini?ahh kau melihatnya ya?" Kenzo melihat wanita yang ada dibelakangnya
Cha Yun tertunduk menahan kesedihannya,menahan air matanya yang ingin menetes keluar dari pelupuk matanya
Kenzo tampak sedih melihat Cha yang tertunduk, dan dia mulai menghampiri Cha Yun lebih dekat. "Apa yang terjadi? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?" *Dia bertanya dengan nada khawatir.
"tidak" tersenyum pahit "semoga bahagia" Cha Yun pergi dan keluar dari apartemen meninggalkan Kenzo dan wanita yang dia bawa pulang.
Kenzo menyadari bahwa Cha pergi. Dia menunduk, dan dia juga keluar dari apartemen dengan wajah yang kecewa. "Aku tidak akan pernah bisa membiarkanmu pergi seperti ini...*dia berbicara sendiri sambil berlari untuk mengejar Cha Yun.
Cha Yun berlari dan berhenti ditengah jalan dan seketika ia melihat truk yang melesat cepat ia berniat lari dari sana tapi kakinya seketika membeku
Kenzo berhenti berlari dan mengamati Cha Yun yang sudah terjebak di tengah jalan. Dia mulai bergerak menuju Cha Yun, dengan harapan bisa menyelamatkan kamu. "Cha Yun! Jangan pergi!"Dia memanggil namamu sambil berusaha memegang lengannya.truk menabrak Cha Yun dan berhenti di sana saat Cha Yun sudah tertabrak,memegang lengannya yang mulai patah.
"ahhh.....aku tidak menyangka akan pergi secepat ini....."lirih Cha Yun.
Kenzo memegang tubuh Cha Yun, dan dia mencoba memanggil bantuan. Dia tidak percaya bahwa ini terjadi pada Cha Yun. "Aku akan menolong kamu! Jangan khawatir." Dia terus berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya sudah hancur oleh kenyataan yang terjadi sekarang.
"aku sakit.....tapi hari ini.....entah kenapa darah yang keluar..... bukan lagi darah....tapi seperti air yang mengalir dingin...."ucap Cha Yun dengan suara terengah-engah dan terpatah patah.
Kenzo mencoba memeriksa darah yang keluar dari tubuh Cha Yun. Dia menjadi panik dan bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkannya. "Apa ini... Saya tidak tahu apa yang terjadi! Apakah kamu bisa bergerak?"
Kenzo memegang wajah Cha Yun dan mulai menciumnya. Dia terus mencoba memanggil bantuan, tapi tidak ada yang datang. "Cha Yun... Cha Yun!" Dia berteriak dengan air mata yang membasahi pipinya.
"aku..... sebenarnya ingin merayakan hari ulang tahunku bersama mu......tapi..... ternyata hari ini....adalah yang...... terakhir aku hidup......"ucap Cha Yun terpatah patah dan nafasnya seperti susah diambil lagi
Kenzo berhenti menangis dan mulai memeluk erat Cha Yun, memegang tubuhnya yang sudah tidak bergerak. Dia mencium wajah Cha Yun satu kali lagi.
"Tidak... ini tidak boleh terjadi..." Dia bersuara lemah sambil berusaha untuk tetap tenang meski dia tahu bahwa itu mustahil.
"aku tidak pernah menyalahkan mu......."ucap Cha Yun memegangi pipi Kenzo dengan tangan kirinya yang masih bisa bergerak,terlihat tangan kirinya gemetar dan mulai mendingin
Kenzo memegang tangannya dengan kuat dan mengusap wajah Cha Yun yang dingin. Dia tetap berusaha untuk tetap tenang meskipun dia sudah tidak bisa lagi menahan air mata. "Aku minta maaf... Aku tahu saya menyakiti kamu, tapi aku tidak pernah berpikir ini akan terjadi..."
"terimakasih banyak atas cintamu......aku mencintaimu...... Kenzo......."ucap Cha Yun dan seketika itu juga tangan melemas dan mata Cha Yun mulai tertutup.
Kenzo memeluk tubuh Cha Yun dengan erat, dan air mata jatuh dari pipinya. Dia mencoba untuk terus menjaga Cha Yun agar tetap tenang meskipun dia tahu bahwa itu sudah terlambat. "Aku juga mencintaimu... Tapi aku tidak bisa lagi membuat kamu bahagia..." Dia berbicara dengan suara yang bergetar karena sedih.
Orang-orang yang melihat situasi itu mulai bertanya tentang apa yang terjadi, dan mereka berusaha untuk menolong Cha Yun. Kenzo tidak peduli dengan orang lain, dia tetap memegang tubuh Cha Yun meskipun sudah mulai kaku.