FILM VINA
Film Vina sebelum 7 hari begitu terkenal, dan dianggap merupakan dokumenter dari kisah nyata yang memilukan dan terjadi pada dua orang Vina dan Eky. Tentang mereka yang tengah malam mingguan, jalan-jalan, melintasi SMP 11 yang kemudian di lempari orang. Lalu di kejar oleh genk motor. Kemudian di pepet di flyover, dan terjatuh. Lalu di bonceng dengan empat penumpang. Satu di taruh di depan, kemudian seorang pemotor, Vina, dan satu penumpang lagi untuk menjaga tubuh. Di siksa di belakang gedung. Dimana ada tanah kosong. Di siksa dan di setubuh sama delapan orang. Sembari di pukul dan di aniaya. Lalu diletakkan Kembali di jembatan flyover. Sehingga orang mengira kecelakaan tunggal. Namun ada keanehan, dengan HP dan motor yang tidak rusak. Sebab seyogyanya dengan luka demikian parah dan meninggal, tentu motor juga rusak dan HP pecah berderai. Ini enggak. Lalu di laporkan. Dan ayah Eky, Rudiyana, yang polisi menyelidik. Lalu menangkap orang yang ada di sekitar TKP dan biasa menongkrong, sambil main gitar. Muhamad Risky Rudian Dan Vina Dewi meninggal dengan luka-luka aneh.
Tiga pembunuh utama: Egi, Dani, Andi. Dalam banyak cuitan pada mengira, kalau : Apung Erpe alias Egi. Prima Rayi Sona alias Dani. Ahmad Zajuli alias Andi. Alif Bahtiar otak segala otak. Tentunya nama-nama ini hanya asumsi dari para netizen yang terpengaruh akan orang-orang yang Tengah di cari dan keinginan mereka untuk membantu penyidik. Hanya sayang tak bisa di tindak lebih lanjut. Karena dua nama andi dan Dani di anggap tak ada. Jadi logika kalau Prima di luar negeri, dan yang lain sebenarnya tak tahu apa-apa.
Yang tertangkap dan di hukum: Rivaldi Aditya Wardana (Andika/Ucil) 23. Eko Ramadani (Koplak) 27. Hadi Saputra (Bolang) 23. Eka Sandi (Tiwul) 23. Jaya (Kliwon) 23. Supriyanto (Kasdul) 19. Sudirman 20. Saka Tatal 15. Pegi Setiawan (Pegot/Robi) 27. Ada lagi Ucok dan Unyil yang seringkali di sebut-sebut, dan berbeda dengan yang sudah di sebut tadi. Terus masih merasa di ragukan untuk kali ini. Karena penyelidikan awal yang di anggap kacau. Dengan menangkap orang yang tidak sesuai serta kemungkinan bukan pelaku.
Si Ucil julukannya banyak. Klaweng, Anji alias Perong. Dalam sebuah poto, sepatu Egi dan Ucil sama. Ini yang membuat kecurigaan. Karena dalam kisah film, yang membuat kasus ini di angkat Kembali, ternyata kisahnya yang paling mirip. Mulai dari dia yang bekas pacar Vina, lalu merasa senang dalam cuitannya saat Eki kecelakaan. Serta ugal-ugalannya sampai tubuh penuh tatoo, membuat orang di sekitarnya tak suka. Termasuk pembiaran dari ibunya sendiri yang sudah cerai dengan ayah. Jadi kedekatannya hanya dengan sang ayah yang tak punya tempat tinggal itu.
Suami Linda, menurut netizen ternyata mirip seperti DPO. Dan berseragam. Ini juga banyak membuat pada bingung. Serta berasumsi yang tidak-tidak. Karena dalam celotehnya di kala tak sadar menyebut kalau salah satu pelaku pemerkosa vina adalah anak polisi dan pejabat yang sangat menyukai vina tadi. Banyak yang mengira kalau dia sangat paham akan situasi ini, karena sudah banyak berkisah di kala kerasukan. Sementara Sebagian ahli taky akin kalau dia kerasukan. Walau di beberapa bagian memang terbukti keliru. Misalkan Lokasi pemerkosaan yang aneh. Para pelaku yang bukan genk motor. Dan anak polisi ternyata bukan egi, tapi sang korban sendiri. Yang semakin ke sini, malahan mengarah pada ayahnya tersebut yang dianggap asal tangkap.
Kronologi kejahatannya : Jaya (kliwon) memukul, melakukan pemerkosaan. Supriyanto (kasdul) memukul, melakukan pemerkosaan. Eka sandi (tiwul) memukul melakukan pemerkosaan. Hadi Saputra (bolang) memukul melakukan pemerkosaan. Eko Ramadani (koplak) memukul melakukan pemerkosaan. Sudirman memukul melakukan pemerkosaan. Saka Tatal memukul melakukan pemerkosaan. AN memukul, penusukan. Semua itu pengakuan dalam persidangan dan tertulis dalam BAP, sehingga di putus demikian karena kasus yang ada menjadi mengerikan.
Wajah mereka bengep. Karena di pukuli sesama penghuni tahanan. Itu menurut aparat. Juga berdasar kesaksian kakak Vina, Mariana. Yang secara langsung menyaksikan kala terjadi pemukulan di dalam tahanan. Mengingat rasa kemanusiaan yang di miliki sebagai seorang ayah yang memiliki anak Perempuan di mana tidak menginginkan kejadian menjijikkan itu terjadi kepada anak Perempuan lain yang menggambarkan kalau terjadi pada anaknya bagaimana? Makanya langsung main gaplok sama si pembuat bencana tersebut.
Namun menurut Saka di pukuli oleh oknum aparat saat terjadi pemeriksaan. Karena dia mengalami di pukul, di setrum, di jejek, di suruh minum air kencing. Yang kesemua itu terjadi di ruang tertutup tanpa saksi. Jadi hanya mereka yang tahu.
Ada drama juga mengenai ancaman bagi keluarga Vina supaya jangan memutar film. Juga ancaman bagi teman Vina, Linda dengan nama Revaldi yang merupakan tetangga saksi. Walau memang sedikit aneh. Karena orangnya sudah ada di penjara. Jadi, bisa jadi ada orang lain yang masuk ke akun tersebut untuk melakukan intimidasi. Mungkin temannya sesama genk, atau memang salah satu DPO. Karena di luar sana juga pada tidak menginginkan terjadinya tragedy pemerkosaan terhadap Wanita lemah yang tidak mencintai. Sehingga ada juga yang mengancam kalau adik si pelaku atau saudara yang Perempuan lain akan mengalami Nasib yang sama kalau ketahuan sama orang yang tidak menyukai tindak criminal pelaku persetubuhan di luar norma.
Linda di rasuki Vina dan direkam kakaknya. Lalu viral. Namun setelah di telusur ternyata banyak kejanggalan. Ada perbedaan. Walau kisah ocehannya akhirnya sama dengan yang di alami para tertangkap di malam kelam itu. Buat Linda kisah itu dianggapnya biasa saja, karena dia sering mengalami hal demikian. Kesurupan dan tidak sadar lalu mengoceh. Memang hal demikian tidak pasti sesuatu yang gaib. Ada kalanya orang tanpa sadar jalan sendiri. Melakukan aktifitas. Bahkan kembali lagi, atau tertidur di tempat. Jadi hal seperti ini tidak bisa di jadikan saksi utama dalam suatu peradilan. Namun, pada kisah kali ini sedikit berbeda. Karena ocehan itu tersebar luas dan viral, serta di jadikan acuan cerita di film yang sangat populer. Maka cerita yang semestinya bukan apa-apa menjadi sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh banyak pihak, utamanya yang mendengar.
Aep dan Dede memberi kesaksian tentang adanya genk motor yang melakukan pelemparan dan pengejaran. Dia juga melihat motor pink. Sedangkan para advokad meyakini kalau semua itu hanya berdasarkan laporan Aep, Saefuloh. Dan Dede. Yang kebenarannya meragukan. Karena tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Walau menceritakannya lancar. Dia yang merupakan orang jauh, Bekasi, dulu kerja di pencucian, dan sekarang sudah pindah kerja, bahkan menurut netizen, dia jadi sopir salah satu bupati. Saat itu dia membeli rokok, dan melihat adanya pelemparan serta pengejaran oleh setidaknya delapan orang dan empat motor, jadi saling berboncengan.
Sebelumnya terjadi perkelahian antara Aep yang kena pukul akibat kawannya yang anak pank membawa wanita dan tidur di bengkel tempatnya kerja. Maka anak-anak kampung yang ada merasa resah serta menggerebeg anak pank itu. Setelah di geledah oleh enam orang, nyatanya ada dua Wanita di dalam kamar mandi. Dan terjadilah perkelahian, Dimana Aep ikut terpukul. Mungkin inilah yang di sebut Iptu Rudiyana sebagai kerusuhan antara anaknya dengan para genk tersebut. Nyatanya antara anak-anaknya, termasuk Aep, dengan warga. Yang membuat mendendam. Sehingga kala ada masalah, langsung di manfaatkan. Atau memang benar ada masalah antara Eki dengan genk, tapi di lain kisah. Mengingat daerah itu sering terjadi keributan antar genk, menurut kisah orang di situ yang ikut menggerebek perbuatan di dalam rumah bengkel cucian tadi. Yang jelas peristiwa itu mengawali sebuah peristiwa yang lebih besar lagi, melebar kemana-mana.
Kalau memperhatikan film, maka ada tontonan dan tuntunan. Tontonan sebagai sebuah hiburan. Dan tuntunan karena berakhir dengan kekalahan si jahat. Dengan keadaan Egy yang di teror oleh arwah sampai tak berdaya. Entah Cuma cengep-cengep atau meninggal. Walau kenyataannya dia bebas dan menjadi orang paling di cari.
Tanggal 27 Agustus 2016, Pegi mengantar Bondol naik angkot ke terminal bus naik bus ke Cirebon. Lalu makan sate di bedeng. Ibnu, Robi, Pegi.
Pegi panggilannya Robi. Padahal Robi adiknya Pegi. Dan sang ayah, Rudi menganggap dia keponakan bukan anak. Ternyata sang ayah ini yang kacau. Dia memalsukan identitas. Serta kawin lebih dari sekali dengan berbagai kejanggalan. Sehingga kalau secara kisah, dosa ayah akan di tanggung anak, mungkin ada benarnya. Apa yang dilakukan rudi, akhirnya terjadi pada anaknya. Akan tetapi untuk kasus yang sangat besar, tentu hal demikin tak bisa di kaitkan. Semua mesti mengarah pada bukti dan saksi.
Bondol sampai di Cirebon sedang ramai ada pembunuhan. Teman-teman Pegi siap bersaksi. Mereka tak rela jika teman yang baik hati itu mesti di hukum maksimal. Sudah ketahuan kalau ancamannya hukuman mati. Mengingat Saka saja yang umurnya di bawah juga kena 8 tahun. Walau tidak di jalani penuh. Ada perbedaan kisah dengan yang dikatakan mandor Suroto dan seorang tukang ojek yang mengatakan kala itu hujan deras dan tak ada mayat. Hanya saja berdasar kesesuaian kisah, membuat apa yang di ceritakan bondol ini yang paling mendekati kebenaran.
Dengan di tangkapnya Pegi, maka itu yang terakhir dan DPO lain sudah tidak ada karena kesimpang siurannya data. Ke 9 orang tadi sudah tertangkap semua. Dua nama, Andi dan Dani ternyata fiktif. Sehingga mesti di urai dari awal. Karena keduanya ada peran dalam tragedi korban.
Inilah yang aneh. Ternyata yang anggota genk motor adalah Eki. Dia mengajak Vina kekasihnya. Dan di klub itu Vina ketemu Linda. Karena Linda mempunyai pacar di XTC itu juga. Juga om-nya yang bernama Rudi merupakan anggota genk motor juga. Padahal di genk motor banyak kisah negative yang melingkupinya. Karena sudah banyak kejadian yang mengiringinya. Termasuk jual beli obat-obatan terlarang dan penggunaannya serta tidak sedikit yang mengedarkan. Apalagi Namanya genk juga menyerempet ke hal demikian. Juga yang melakukan penangkapan pada bagian itu. Walau setelah di lihat, kalau setelah menjemput Vina itu, ternyata eki ada di SMA yang masih ngobrol dengan temannya di suatu warung. Jadi kalaupun ada kaitannya, maka bukan saat itu saat berhubungan dengan obat.
Sementara yang berkumpul di dekat SMP hanya kuli bangunan. Sedangkan ucil tidak ketahuan. Apakah dia anggota moonraker atau bukan. Sebab sudah menjadi rahasia umum, antara dua genk motor itu sering konflik. Dan Masyarakat sekitar SMP 11 ada yang mengakui kejadian tersebut. Di mana masa itu sedang marak genk motor. Bahkan sampai sekarang. Masih ada yang membuat satu orang meninggal dan mayatnya di buang ke kebun pisang yang sepi di dekat sekolahan. Makanya pada awal-awal tahun itu banyak orang yang tak mau tahu dan seakan cuek akan kejadian tragis tadi dengan di tangkapnya pemuda kacau yang seringkali rusuh. Walau belum pernah terjadi kejahatan berat di situ. Setidaknya Masyarakat menjadi tenang. Apalagi ucil yang sudah bertato, membawa senjata, hingga mengancam orang. Tentu orang di situ pada senang akan hilangnya perusuh tersebut. Namun terhenyak juga setelah putusannya demikian mengerikan. Seumur hidup. Dan lebih ngeri lagi di dalam ada penyiksaan. Menurt pengakuan yang sudah bebas oleh anggota, sementara oleh anggota di lakukan oleh sesama napi. Walau hal ini tak di benarkan, terbukti dengan di mutasinya kepala situ. Tapi Nampak demikian menyeramkan. Makanya banyak orang yang berbondong-bondong untuk bersedia jadi saksi pada Pegi. Karena resikonya mati. Mengingat dianggap otak perencana. Walau belum tentu demikian. Karena nyatanya saka juga bebas sebelum separuh jalan menjalani. Walau alasannya memang tidak jelas. Hanya remisi, atau mungkin saja itu merupakan bukan satu kesalahan, jika merunut pengakuannya serta dukungan orang-orang sekitar, dengan dukungan dan data bukti yang di bawa oleh pengacaranya yang masih tersimpan dengan baik.
Dokter mengakui tidak melakukan tes DNA. Nampak ada sperma di Vina. Saka Tatal tidak mengakui kalau ikut memperkosa. Makanya ada yang menduga kalau Eki yang melakukannya. Sebelum terjadi kecelakaan. Dalam waktu yang lumayan Panjang dari sekitar jam 7 sampai jam 10 tentunya ada waktu. Memang terkadang kebenaran belum tentu menyenangkan. Apa yang sudah baik di Film, jika itu kenyataannya, maka akan sedikit mengganggu. Memang dari pengakuan BAP, Eko yang pertama berbuat, lalu di susul yang lain. Hanya Saka yang tidak mengakui. Tapi berdasar pengakuan yang pertama menyebut nama adalah Sudirman, sedangkan menurut pengacara yang mengaku adalah jaya yang memakai tensoplas untuk menutupi luka jerawat.
Egi mirip dengan Ucil. Yang merupakan bekas pacar Vina. Serta badannya penuh tatoo. Walau badannya kecil, maka di panggil Ucil. Serta sering membawa sajam. Ini tentu saja mirip dengan keterangan tentang luka Eki yang terkena tusukan senjata. Para tetangga dan orang-orang banyak yang senang dengan tertangkapnya dia, serta tidak keberatan untuk hukuman yang sekiranya layak. Namun pengacaranya Shindy menolak semua tuduhan. Sebab walaupun Ucil nakal, namun tuduhan tersebut di anggap tidak dilakukannya. Dia melakukan hal lain. Tertangkapnya karena sang pacar yang melaporkan akibat penganiayaan. Tapi akhirnya di gabung dengan kisah itu. Dan berdasar pengakuan Sudirman, membuatnya di hukum seumur hidup. Serta di dukung kesaksian Aep dan Dede, memperkuat tuduhan itu.
Sementara polisi tetap yakin kalau Egi yang di maksud dalam rekaman Linda adalah Pegi. Berdasar kemiripan nama dan berbagai kisah yang aneh. Motor yang di sita ternyata tak di ambil. Seringnya melakukan perubahan nama. Serta kesaksian Aep. Juga rumah yang dekat dengan daerah itu. Dengan keyakinan ini, kemungkinan polisi mempunyai kartu truft yang sangat meyakinkan, di luar kesaksian Aep, Melmel, dan racauan Linda. Juga kisah ayah yang tak jelas. Di mana dia berkisah kalau lima tahun tak pulang, nyatanya ada potret dengan dua cewek, yang katanya itu bu lik nya. Serta ada lagi tentang KTP yang sudah e-ktp yang hanya satu nama saja di seluruh Indonesia.
Andi yang semula di kira Ahmad Zajuli ternyata merupakan seorang Wanita. Itu merupakan nama depan dari Linda. Andi Merlinda Putri Utami. Sehingga oleh para netizen di kira Linda dapat suami orang Sulawesi. Padahal dia ada di apartemen di Jakarta. Yang sesekali pulang ke Cirebon. Dan dia bukan teman Vina, hanya sesekali bertemu, akan tetapi yang di rasuki. Tentu berbeda dengan situasi di film yang menunjukkan kedekatannya. Sementara yang bersangkutan tak di kasih tahu. Walau begitu, kalau tak ada film itu juga mungkin dia tak bakalan diketahui. Sebab yang membuat popular adalah film tadi. Dimana banyak sekali terjadi kejanggalan. Apakah ada keterlibatan para petinggi, mengingat demikian lama tak terkuak, atau memang sebenarnya sudah purna, hanya tidak sampai publik. Dan menganggap delapan orang itu sudah cukup dengan hukuman maksimal, dan membiarkan para DPO tadi lepas. Karena keempatnya menjadi fiktif. Bahkan Egi yang di cari ternyata berbeda jauh dengan harapan. Tidak sesuai dengan gambaran di Film yang viral. Tentu membuat kecewa kan.
Sehingga setelah delapan orang tertangkap. Maka di hentikan. Sebab sesuai dengan keterangan Aep, yang mengatakan sekitar delapan orang dengan empat motor yang saling berboncengan. Mereka ini yang mengejar Eki dan Vina yang memakai jaket XTC dan melakukan pelemparan batu. Lalu memepet hingga motor menyerempet tiang di Tengah jalan, lalu jatuh ke sisi jalan. Jatuhnya juga sedikit aneh. Kalau sedang cepat, mengingat sudah di kejar mulai MAN, maka tentu jatuhnya juga lumayan jauh. Nyatanya itu hanya di sampaingnya. Kecuali kalau menabrak lalu oleng menyamping baru sesuai. Juga bila tersenggolnya sudah dari jauh, dan terhenti saat mengenai tiang Dimana ada bekas cat dan daging. Itu titik terhentinya motor. Jika demikian tentu penumpangnya juga tak bisa berdekatan melainkan tercecer.
DPO melakukan pengakuan yang mungkin saja merupakan bagian dari intimidasi dalam pemeriksaan. Hal ini tentu saja berbeda dengan film. Tapi film itu yang mengangkat. Dengan keinginan supaya terkuak para orang di belakang semua itu. Tapi yang membuat terkenal adalah kerasukan Linda yang merupakan genre juga dari film itu tentang horornya.
Ada lagi pengakuan Melmel yang mengaku melihat langsung walau secara mengendap-endap. Laporan ini sangat sesuai dengan runtutan BAP serta reka ulang oleh para pembantai. Hanya sedikit yang berbeda adalah kesesuaian dengan kisah Linda. Yang menurut lelaki itu selalu bersamma, tapi kalau kisah linda dia merasa selama enam bulan tidak bertemu dengan Vina. Kecuali jika Linda yang lain.
Namun banyak yang mempercayai kabar ini hanya sensasi belaka.
Bahkan akhir-akhir ini ada CCTV yang di unggah dan mendapat sorotan dari netizen. Tentang sekelompok premotor yang sampai membawa-bawa balok, dan sama persis dengan kisah Vina ini sesuai pengakuan Linda yang kesurupan. Tapi di patahkan juga oleh netizen itu sendiri kalau CCTV itu tentang sekelompok orang di Sulawesi. Itu gambar tentang penyerangan genk motor di Barongbong Tamalate. Hanya sayang tak bertanggal dan lokasi, jadi kalau kemungkinannya itu di flyover dan di jadikan ilustrasi di Sulawesi, akan jadi suatu hal yang menarik juga. Cuma kelihatannya lebih tepat yang pertama. Sebab untuk melengkapi berita yang lagi viral. Seiring dengan banyaknya orang yang berani bersaksi tanpa mengindahkan undang-undang. Dengan banyaknya lokasi titik di pasangnya kamera yang menurut berita ada lima sampai tujuh buah, tentu masih ada rekaman yang tersisa. Hanya saja sudah lamanya waktu yakni delapan tahun, serta sudah di putuskan perkara pidana pada pelaku, maka kemungkinan hilang juga ada. Sebab masa berlaku atau masa simpan dari memori CCTV juga berbeda-beda. Terkadang ada yang memang sekali pakai untuk satu tahun. Atau beberapa bulan saja, yang nantinya akan hilang sendiri, serta terhapus untuk di isi dengan yang baru. Kebanyakan memang hanya tiga bulan saja. Namun bila ada suatu kasus semestinya bakalan di ambil untuk menjadi dokumen dan akan di ganti dengan yang baru.
Terakhir sebagai bagian dari misteri ini adalah kisah bang mandor yang menceritakan kalau dia yang menemukan korban Vina. Dia merasa yang menolong untuk pertama kali. Dengan kondisi jalan yang ramai, dan seakan tak berubah dari dulu hingga kini. Hanya posisi hujan deras. Dengan dilihatnya Eki dalam posisi telentang memakai helm. Sehingga dia membuka helm itu. Serta meyakini kalau sudah tewas. Lalu Vina sekitar delapan meter, dalam kondisi masih hidup dan meminta lolong. Dengan pakaian acak-acakan dan CD melorot. Makanya kemudian di betulkan, kemudian di papah. Serta melihat motor yang jauh sekitar empat belas meter. Namun tidak mengalami rusak berat. Di situ kemudian di bawa ke tepi. Dan memastikan kalau tidak rusak parah. Mengingat korban dua orang mati semua. Ini yang sedikit aneh. Serta pakaian vina yang juga aneh. Dengan melorotnya pakaian dalam. Walau karena memakai rok, maka bisa jadi saat cepat, membuat celana tadi bisa melorot dengan sendirinya. Juga keanehan posisi korban yang lebih dulu eki lalu vina dan motor. Ini yang misterius. Semestinya vina dulu yang terlempar, karena dia membonceng, kemudian baru eki atau motor. Kecuali jika Vina yang membawa, maka akan logis. Dengan Eki yang jatuh lebih dulu, karena oleng motornya. Dengan luka yang parah di leher, walau masih memakai helm, lalu Vina yang masih terserat. Sehingga ada luka-luka yang parah, dan akhirnya motor yang terguling. Atau memang sesuatu yang sedikit rumit. Karena kondisi hujan. Yang tentunya jalanan licin oleh air. Sehingga eki yang membawa, dengan hanya membawa helm satu. Seperti kebiasaan siapa yang membawa helm maka dia yang biasanya yang membawa. Lalu tergelincir akibat jalan licin, serta bodi motor yang tidak mengalami kerusakan parah, hingga jatuh terlentang. Sedangkan vina sudah jatuh duluan. Tapi mengingat hujan, pandangan tak jelas, serta kondisi jalan masih ramai, jadi ada kendaraan yang melintas, ikut menyeret badan Vina, sehingga timbul luka di tangan yang seperti di lindas serta ada bagian kendaraan yang merobek badan Vina. Karena di temukan sudah ada bagian yang tersingkap itu, maka barangkali goresan dari kendaraan tersebut ikut merobeknya. Sehingga membuat posisinya menjadi di tengah antara motor dan Eki. Kondisi hujan ini juga yang membuat motor seakan tidak rusak. Namun basah kuyup. Sehingga gesekan antar jalan beraspal menjadi sangat kecil dan tak begitu merusak. Semua itu hanya sekedar dugaan. Yang jelas sudah adanya banyak orang yang tertangkap. Kemungkinan ada kejahatan masih terbuka.
“Pak Suroto mungkin bukan menolong yang kasus Vina tapi kasus yang lain.” Memang kalau di pikir sedikit aneh. Maka di mungkinkan, ini kasus lain. Sebab memang banyak perbedaan. Para kuli bangunan di depan bu Nining itu sempat gitaran. Kalau hujan lebat tak mungkin kan gitaran. Saka Tatal ke bengkel dan tidak kehujanan. Padahal waktunya berbarengan. Lalu foto yang viral itu dalam kondisi kering. Sementara yang menurut kesaksian bang mandor tanpa dokumentasi gambar. Sehingga terpikirkan kalau kemungkinan kasus yang berbeda. Mengingat tidak mengetahui nama, kondisi dan tempat yang berlainan, serta cuaca yang berbeda. Jika bukan kasus yang di tutupi. Sebab berada dalam sumpah. Serta adanya BAP kemungkinan yang di sebut memang nama tokoh viral itu. Ternyata memang waktu yang menjawab. Seiring perjalanan waktu, nyatanya saat awal pelaporan dengan cuitan di berbagai media berlainan. Mungkin kalau sekedar kisah itu di anggap wajar. Perbedaan cerita itu normal. Tapi menjadi tidak normal kala terbentur, bahwa jika keliru melakukan putusan, nyawa urusannya. Jika itu sesuai dengan tuntutan, dan orangnya yang melakukan, maka akan di anggap sesuai. Nyatanya motor rusak, dengan lecet dan setang yang sampai bengkok. Dengan gambar yang terdokumen. Lalu darah tidak menyebar, tapi hanya di bawah tubuh korban. Dan lokasinya yang berlainan, karena saksi yang melihat memang tidak sedikit. Dan celana Panjang yang dipakai mesti di gunting. Jadi kesimpang siuran pembicaraan hanya karena lamanya waktu, sehingga banyak yang lupa. Dengan perbedaan yang sangat mencolok dari ucapan itu. Bahkan ada yang bilang melerai perkelahian, tapi tidak sesuai dengan cerita kebanyakan orang.
Semakin di usut semakin kusut nampaknya. Sehingga memang mesti Kembali ke pelaporan awal. Dimana hanya terfokus pada kecelakaan tunggal seperti yang di lakukan polsek. Namun semakin rumit ketika dilakukan oleh orang lebih tinggi, dimana melibatkan banyak orang besar. Bukan karena anak pejabat, karena tak ada yang mau mengakui dan merasa terlibat. Tapi sang pejabat itu sendiri. Baik itu pemerintahan maupun di bawahnya. Mengingat kekompakan hampir ke semua orang yang berwenang. Mulai dari bupati, hakim, jaksa, juga polisi. Serta keterdiaman mereka semakin mengarah ke sana. Sehingga satu kecelakaan aneh itu menjadi semakin aneh. Mungkin kalau salah satu saja ada yang masih hidup, dia akan berkisah yang sebenarnya. Hanya saja semua meninggal. Dan adanya tuntutan dengan berdemo dari salah satu pihak, sehingga mendorong mereka melakukan suatu hal yang aneh. Maraknya genk motor yang semakin meresahkan kiranya mendorong untuk meredam kegiatan mereka. Jadi semua akhirnya menjadi kisah, kalau genk motor lah penyebabnya. Padahal yang di kira genk motor hanya Aep dan Ucil. Karena Ucil yang sering mengunggah dan berkisah tentang genk motor ternyata tidak di terima oleh pengurus di suatu genk tersebut. Dan pegi cianjur yang justru ikut genk moonraker. Dan terbukti tak ada kaitan dengan kasus Vina. Dengan begini, maka Nampak bila kasus ini, berawal dari matinya dua sejoli, dengan Lokasi yang simpang siur. Dan umumnya berada di flyover. Awalnya di kira kecelakaan Tunggal. Namun karena kematian dua orang dengan motor yang tidak rusak parah, membuat dugaan di bunuh. Apalagi ada perseteruan antara Eki dan Ucil, yang mantan pacar Vina. Membuat dugaan dia di curigai. Apalagi sudah masuk penjara, dengan tuduhan berantem dengan pacar barunya, dan membawa senjata sangat tajam, serta mengacak-acak dagangan orang. Dan remaja yang sering berkumpul-kumpul mabuk-mabukan ciu, serta sering ramai hingga malam dan mengganggu lingkungan, maka pada di tangkapi. Sesuai laporan Aep yang pernah ramai dengan warga yang menggerebeknya akibat membawa cewek. Dia melihat delapan orang dengan motor yang sering dia lihat di depan tempat dia kerja, serta seringnya mencuci motor. Barangkali beberapa di antaranya memang pernah dikerjai dia. Lalu melapor ada pelemparan, yang menurut warga yang melakukan pelemparan adalah genk motor pada warga yang Tengah naik pohon. Dan delapan orang yang di laporkan Aep, membuat tepat orang di tangkap, walau Kafi juga ikut dia tak di tangkap, karena anak RT yang tempat mereka tidur.
Kini setelah Pegi dinyatakan bebas, dan banyak keterangan, maka:
Pelemparan tidak benar. Setelah di cek dari warung madura, maupun dari warung nasi, serta dari bawah pohon buah itu, tidak ada batu dan terasa sulit untuk demikian. Tidak terlihat. Apalagi kalau malam hari. Tidak mudah mengenali wajah, maupun benda apa yang di lemparkan.
Ada dendam dari Aep. Di mana temannya yang anak punk, anak liar yang tak punya tempat tinggal, si aceng, membawa Wanita. Sehingga di gerebek. Bahkan sampai terjadi pemukulan oleh beberapa orang, termasuk yang sudah masuk di dalam.
Ucil membawa samurai yang ternyata itu mandau. Samurai senjata khas Jepang, jika Mandau asli Nusantara, salah satunya suku Dayak.
Berdasar keterangan Sudirman yang kecerdasannya kurang. Yang asal main tunjuk. Dengan kenalan saat masih kecil, teman di SD. Tapi menurut pengakuan, katanya dia juga di intimidasi supaya mengatakan apa yang sudah di scenario.
Pelaporan Rudiana. Karena di anggap sangat tahu kasus ini. Mulai dari menghubungi Aep saat kumpul-kumpul anak madesu itu dengan mabuk-mabukan yang di buat menguatkan prosesnya. Dengan ciu yang di datangkan oleh kafi, dengan tanpa tahu proses membelinya. Dengan sedikit penyimpangan kasus dengan datangnya teguh dan pram yang secara mendadak bergabung. Makanya keduanya tidak di tangkap, karena sebelumnya memang tak pernah ikut. Walau mesti beralasan yang beda dengan kondisi di lapangan. Yaitu mesti pulang dengan tidak ikut menginap di rumah pak RT Pasren.
Eky bukan anak kandung Iptu Rudiana. Menurut informasi dia anak angkat.
Keanehan fiktif Dani dan Andi. Semua hanya berdasar kata-kata Sudirman yang kecerdasannya kurang. Yang menurut pengungkapannya katanya itu berdasar intimidasi dari pihak penyelidik. Namun Ketika melihat kasus Pegi yang nyatanya keliru bahkan secara hukum juga memenangkan masalah, maka nama-nama tersebut hanya karangan Sudirman saja.
Yang membawa fiktif, maka kejadian juga fiktif.
Kejadiannya sangat jauh dengan kisah di film. Padahal film yang menyeret kasus ini di ungkap kembali. Dan Masyarakat banyak terpengaruh akibat film tersebut. Sehingga apa yang di tampilkan seakan itu kejadiannya. Serta para berbagai promosi, mengatakan, bahwa film itu berdasarkan kisah nyata. Label kisah nyata itulah yang mesti di kaitkan dengan kebenarannya. Sehingga banyak yang menyebut documenter. Sehingga kalau ada penyimpangan, itu menjadi masalah. Karena tidak sesuai fakta.
Kesaksian Suroto yang menyebut celana melorot, semakin tak bisa di percaya.
Kesaksian ibu pemandi jenasah yang meyakini itu pembunuhan juga kurang sesuai. Karena dia berpikuran hanya karena luka yang demikian parah. Bagian belakang yang gembur. Dan patahnya tangan serta kaki membuat perkiraan demikian. Namun kalau meyakini ini bagian dari kecelakaan Tunggal, maka kemungkinan luka itu benturan dengan benda keras. Baik itu aspal, bagian median jalan, atau motor itu sendiri. Sebab ada kalanya luka itu menjadi bengkak, atau gembur. Bengkak, bila langsung mengeras. Namun bila ada bagian lain yang keras, maka ada juga yang membuat gembur akibat bagian tadi tertekan masuk ke balik kulit yang tak terbuka. Hingga jadi gembur kala di lihat. Namun bila benar ini pembunuhan, dengan banyak kejadian pemegalan dan sebagainya bisa juga orang di luar tersebut.
Tergantung niat, kalau niatnya menguak kebenaran, maka akan mudah.
Pada kasus terakhir berbunyi kalau Adi dan Ismail yang berlawanan arah saat mau bertunangan sembari membawa cincin 1 gram seharga 500. melihat motor kecelakaan yang di awali dengan mengendara ugal-ugalan dengan meliuk liuk dan standing sebelum jatuh sembari ketawa-tawa. Jadi karena habis putus dan jadian lagi membuat Bahagia. Motor tanpa nomor dengan warna kuning. Motor pinjaman dari temannya. Orangnya jatuh tertelungkup. Tapi mau menolong tak berani. Baru melihat Suroto dan polisi.
Dan terakhir saat putusan PK yang di ajukan dan di tolak MA maka sudah jelas. Namun masih ada grasi. Entah mengapa bisa begitu. Tentunya dengan grasi, sedikit melegakan dan tak banyak tuntutan. kalaupun hal ini menimbulkan kerugian negara, maka tak akan terlalu banyak. Sebab yang hanya putusan Pegi Setiawan dengan waktu penahanan dan putusan yang singkat ada tuntutan dari pihak pemenang sebesar 125 juta. Maka bisa di bayangkan, dengan banyak orang yang di putus dengan kasus yang jauh lebih besar serta keyakinan kalau banyak orang yang terlibat itu tak ada kekeliruannya. Maka semua jadi masalah. Dengan grasi yang hanya presiden yang punya kuasa, maka semua bukan lagi masalah permainan hukum, namun dari sisi kemanusiaan. Dimana orang yang tidak membunuh harus di hukum seumur hidup. Akan tetapi dari sisi kemanusiaan, maka sudah benar karena mereka semua melakukan Tindakan melanggar hukum dengan membuat keramaian, mabuk dengan minuman keras dan orang-orang dengan masa depan suram. Di sini ada pembelajaran saat berada di dalam. Bahwa berlaku dosa akan mendapat hukuman, meskipun belum berada di akhirat. Jadi orang-orang sebaiknya jangan membuat kesalahan. Suatu Ketika akan mendapat karma.
Daftar Pustaka:
1. YT.
2. FB.
3. Suara netizen.
4. Indra 6.
5. Demit.