Di sebuah desa di china, hidup seorang gadis cantik bernama yeun mi, ia merupakan gadis yang terkenal dengan kecantikan dan kemurahan hatinya. Banyak orang di desa yang senang dengan nya.
Karena ayah nya tewas dalam suatu insiden, ia kini hanya tinggal berdua dengan ibunya. Yeun mi bersekolah di sekolahan elit di kota. Tetapi, di sekolah ia tidak di senangi banyak murid karena latar belakang ekonomi nya yang bertolak belakang dengan murid-murid elit sekolah. Guru-guru juga tidak senang dengannya, tapi yeun mi tak menghiraukan semua itu. Ia tetap bersekolah dengan baik walau tak ada satupun orang yang ingin berteman dengannya.
Yeun mi sering di bully di sekolah, salah satu pembully nya bernama Xiao han, seorang siswi paling kaya di sekolah. Tak ada satu hari pun tanpa bully bagi yeun mi. Ia selalu di bully tanpa henti.
"Hei yeun mi! mengapa kau bisa bersekolah di sini, sih? padahal, ini sekolahan paling elit di kota. Sedangkan kau, hanya anak desa yang miskin! bagaimana cara kau masuk? apa kau menyogok kepala sekolah menggunakan uang curian?" Xiao han mengatakan itu pada yeun mi di lorong sekolah.
semua murid mulai melirik pada mereka.
"apa maksudmu? menyogok? aku dapat masuk ke sekolah ini karena beasiswa! aku tak melakukan hal sekeji itu, xiao han!" jelas yeun mi.
"ouh...karena beasiswa ya? apa kau bangga masuk dengan beasiswa? seharusnya kau malu, dasar miskin! kau tak pantas berada di sekolahan elit ini, yeun mi. lebih baik kau pindah saja! kau hanya anak buangan di sini! ahahahaha" xiao han mengejek yeun mi
"mengapa kau terus membully ku, xiao han? apa aku ada salah padamu? kurasa aku tak pernah mengusik mu. Justru kau lah yang sering mengusik ku dan menggangguku setiap saat! kenapa? kenapa kau sangat membenciku?" tanya yeun mi sambil membela diri.
"tidak ada, aku hanya tidak suka kau berada di sekolah ini, entah kenapa, aku merasa jijik padamu, yeun mi. Mungkin...karena kau seorang rakyat jelata? pfftt!! enyahlah dari sekolah ini!"
"*huft...xiao han brengsek! huh...lebih baik aku pergi dari sini sebelum dia mengatakan hal-hal menjengkelkan lainnya" (yeun mi pun pergi meninggalkan xiao han.
Tiba-tiba, baru saat yeun mi berjalan beberapa langkah meninggalkan lorong, ada sebuah getaran dari lantai. Yeun mi sontak berhenti dari langkah nya. Dan tak lama, ada sebuah batu besar menghantam atap sekolah dan seluruh sekolah hancur. Yeun mi dan murid-murid berhasil selamat karena ia sempat kabur dari dalam gedung. Namun, xiao han tak terlihat di luar gedung.
"dimana xiao han? apa dia berhasil selamat?" tanya yeun mi.
"aku tak tahu, s-sepertinya...xiao han tak sempat lari keluar gedung, a-apa..dia..."
"tak mungkin!" (yeun mi berlari menuju gedung yang sudan hancur lebur)
*terlihat sebuah tangan di bawah batu yang lumayan besar disertai darah mengalir yang begitu deras
"s-siapa itu? a-apa jangan-jangan...*xiao han?"
(yeun mi bergegas ke tempat itu dan...dugaan nya benar. Xiao han tertimpa oleh batu besar yang senpat menghantam gedung sekolah. Yeun mi lalu menyingkirkan batu besar itu menggunakan bantuan orang lain. Terdapat xiao han tak sadarkan diri di sana. Lalu...
"xi-xiao han?! semuanya! cepat panggil ambulan!" seru yeun mi.
Di rumah sakit
*dokter keluar dari ruang pemeriksaan
"apa ada keluarga korban disini?" tanya dokter
"s-saya...saya temannya korban, bagaimana kondisi teman saya?"
"sepertinya korban kehilangan banyak darah dan harus segera mendapatkan donor darah"
"apa golongan darah nya?" tanya yeun mi.
"golongan darah nya AB"
"keluarga korban tak ada yang mempunyai golongan darah tersebut, dok! sa-saya akan mendonorkan darah saya saja, kebetulan golongan darah saya AB"
"apa kau yakin, nak?"
"y-ya! s-saya yakin, dok!" jawab yeun mi gugup.
"baik lah, silahkan masuk ke ruangan, proses pendonoran darah akan segera dilakukan"
"b-baik"
setelah proses pendonoran darah
*xiao han tersadar
"di-dimana aku?"
*melirik yeun mi yang berbaring di samping nya
"yeun mi? mengapa dia di sini?"
"eh, kau sudah sadar? sukurlah, em...dia, yang telah mendonorkan seluruh
-------
darahnya padamu. dan saat ini dia kehabisan darah. Dia hanya pingsan. untuk selanjutnya saya akan memeriksa nya
"*a-apa? yeun mi mendonorkan banyak darah untuk ku? tapi...mengapa?"
*yeun mi tersadar dengan wajah pucat
"euh...kepalaku...sakit sekali rasanya, eh, * melihat xiao han yang tersadar* xiao han! kau sudah sadar?!"
"iya yeun, apa benar kau mendonorkan banyak darah untuk ku?"
"ehmm...iya han, karena seluruh keluarga mu tak ada yang bergolongan darah AB, jadi aku menyerah kan darah ku untuk mu"
"tapi mengapa? mengapa kau sangat baik padaku? padahal aku sangat jahat padamu..."
"sudahlah...aku tak masalah..."
*tiba-tiba yeun mi pusing dan pingsan
"YEUN MI! DOKTER! DOKTER!"
"a-ada apa? * melirik yeun mi* a-apa?! dia pingsan!"
*memeriksa yeun mi
"oh tidak ... detak jantung nya tidak stabil, berkemungkinan kalau dia tak selamat..."
"*xiao han kaget* tolong selamatkan teman saya dok!"
"saya akan berusaha"
*saat pemeriksaan
*suara mesin detak jantung→tiiiiiiiiittt
"a-apa?! jantung nya berhenti bekerja!!"
"apa!? yeun mi!!"
di pemakaman
"yeun mi... terimakasih karena telah menolong nyawaku...aku minta maaf, karena selama ini aku jahat padamu...kau anak pemabwa keberuntungan, yeun mi...maafkan aku..."
motivasi:: jangan pernah berbuat jahat pada seseorang, karena kita tak tahu, orang itu mungkin adalah suruhan tuhan untuk menjagamu, atau menyelamatkan mu kelak
(maaff gak nyambung dan anehh😭🙏🏻)
makasih ~