Hembusan angin membelai lembut rambutku yang tergerai. Suasana pantai di sore hari yang menenangkan jiwa.
"Dianka, panggil Matt dari kejahuan sambil berlari kecil menghampiri Dianka yang tidak berada jauh dari tempatnya sekarang berada.
"Iya Matt, jawab Dianka ketika Matt sudah ada dihadapannya."
"Ayo pulang hari sudah mulai sore, nanti kamu dicariin mama mu lagi. Jangan sampai kita kena omelan lagi gara-gara kamu telat sampai rumah."
"Ya sudah ayo, jawabku."
Dianka dan Matt pun membereskan barang-barang yang mereka bawah tadi sewaktu ke pantai. Dan setelahnya mereka menuju parkiran yang letaknya tidak terlalu jauh dari bibir pantai.
Matt pun mulai melajukan kendaraannya menuju kediaman Dianka untuk mengantarkannya pulang.
Beberapa saat kemudian Dianka pun tiba di rumahnya, Matt pun berpamitan setelah mengantarkan Dianka.
"Sayang kok lama banget pulangnya, tanya mama Diana sambil menikmati secangkir teh di ruang tamu."
"Tadi mampir dulu ke pantai Ma', jawabku sambil tersenyum manis dihadapan mama."
"Ya sudah kamu mandi sayang sebentar lagi papa kamu pulang, habis itu kita bisa makan malam."
Dianka pun melangkah menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan malam.
Setelah selesai makan malam Dianka menuju ke kamar tidurnya. Sesampainya di dalam kamar Dianka naik ke atas tempat tidur, sambil memegang novel kesukaannya. Beberapa menit kemudian Dianka pun tertidur sambil memegangi novel yang iya baca tadi.
Pagi menjelang Dianka pun terbangun dari tidurnya sambil mengucek matanya. Alangkah Dianka terkejut saat terbangun, kamarnya yang ditempatinya selama ini berubah tidak seperti ingatannya sebelum iya tertidur semalam.
Dianka turun dari tempat tidur sambil mengecek setiap sudut kamar tersebut. Setelah mengecek seisi kamar, Dianka pun mengayunkan langkah kakinya kearah pintu, Dianka memegang handle pintu dan memutarnya kebawah dan pintu itu pun berhasil dibuka oleh Dianka.
Dianka mengayunkan langkah kakinya menyusuri setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu.
"Dianka! Panggil wanita paruh baya itu dari arah ruang makan. " Sayang kok baru bangun sih ini udah jam berapa ? tanya wanita paruh baya itu lagi kepada Dianka."
"Iya, jawab Dianka dengan raut wajah yang entah. "Maaf anda siapa ya ? Tanya Dianka lagi."
"Sayang kamu ngigo ya ini mama sayang, jawab wanita paruh baya itu."
"Hah mama! jawab Dianka dengan ekspresi wajah terkejut."
"Ini mama Davina sayang masa kamu lupa dengan mama kamu sendiri sih."
"Maaf sebelumnya Tante nama mama saya itu Diana, bukan Davina, jawab Dianka sekenanya."
Beberapa saat kemudian Dianka baru tersadar dan mengingat nama salah satu tokoh di dalam novel yang iya baca semalam, sama dengan nama wanita paruh baya yang ada dihadapannya saat ini.
Dianka pun memegangi kepalanya yang sedikit terasa pusing, dan tanpa iya sadari Dianka pun jatuh pingsan.
"Dianka! bangun sayang ini udah jam berapa nanti kamu telat ke sekolah loh, sambil mama Diana mengelus kepala anak bungsunya yang manja itu."
Dianka pun mulai menggeliat dari tidurnya, dan iya pun mulai membuka mata indahnya.
"Mama! ini beneran mama tanya Dianka yang langsung menghambur pelukan ke mama Diana."
"Iya sayang ini mama emang siapa lagi, jawab mama Diana dengan wajah yang kebingungan melihat tingkah anaknya di pagi hari."
"Gak papa kok ma', Dianka cuma kangen ajah pengen peluk mama kek gini sambil Dianka menyunggingkan senyum terindahnya."
"Mimpi yang aneh, gumam Dianka dalam hati."
~~~ END ~~~