Menggambar, menggambar dan menggambar. Itulah yang selalu dilakukan oleh orang yang bekerja sebagai Mangaka di Manga Shounen Jump. Tugas mereka adalah mengilustrasikan novel buatan novelist atau membuat ilustrasi dari cerita buatan mereka sendiri.
Jadi mereka selalu membutuhkan yang namanya referensi, mau itu untuk menggambar suatu objek, pemandangan bahkan karakter sekalipun.
Terkadang mereka akan stres jika terkena sesuatu yang disebut oleh para mangaka dengan sebutan "artblock", itu adalah situasi dimana para mangaka tidak bisa berpikir kreatif dan kreativitasnya terhenti atau telah mencapai batasnya.
Dan kini kondisi itu sedang dialami oleh salah satu Mangaka dari Manga Shounen Jump bernama Akaashi Keiji, ia sedang stres berat karena tidak bisa memikirkan bagaimana harus menggambar karakter Heroin yang sangat populer di sebuah light novel yang kini ia sedang kerjakan.
Di light novelnya, si heroin itu tertulis memiliki paras yang cantik, sifat yang baik, ceria, dan perhatian terutama pada sang MC.
Karena itulah, Keiji sedang berusaha untuk mengilustrasikan karakter Heroin itu dengan sempurna agar tidak mengecewakan stan si Heroin yang kalau dikumpulkan bisa sebanyak penduduk suatu kota besar.
Beberapa saat kemudian Keiji mendengar suara pintu terbuka dan melihat kamu yang berstatus sebagai istrinya, masuk sambil membawa nampan berisi teh hijau dan Onigiri dari toko langganannya, Onigiri Miya Shop.
Kamu mendekat dan meletakkan nampan diatas meja kerja Keiji dengan hati-hati lalu mendekat ke arah Keiji untuk mengecup dahinya.
Kamu bisa melihat Keiji terlihat berantakan, kantong matanya yang hitam karena keseringan begadang, rambutnya yang sudah cukup panjang untuk seukuran pria dan wajah yang sedikit pucat. la jadi tak memperhatikan penampilannya semenjak mulai bekerja sebagai Mangaka.
Kamu menyuruhnya istirahat. Tapi daripada menuruti saranmu, dia malah memegang tanganmu dan meletakkannya di pipinya.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir. Aku memang lelah, tapi ini aku lakukan untuk mencari nafkah demi keluarga kecil kita. Melihatmu saja sudah cukup untuk menghilangkan rasa lelahku."
Keiji mengulas senyuman tipis yang membuatmu tersipu malu, sementara Keiji hanya melihatmu yang terlihat salah tingkah. Setelah lama menatapmu, sebuah ide muncul di pemikirannya.
la kembali bangkit dan mengambil Pen Tabletnya lalu mulai menggambar dengan serius. Kamu yang melihat itu hanya mengulas senyum lalu berjalan keluar dari ruang kerja Keiji, tak ingin mengganggu fokus suamimu.
Beberapa hari kemudian, kamu sedang beberes di ruang kerja Keiji yang cukup berantakan. Saat sedang beres-beres, kamu melihat sketsa Heroin yang terlihat sangat mirip denganmu, lagi-lagi kamu dibuat salah tingkah untuk yang kesekian kalinya.
Tidak lama, kamu merasakan seseorang memelukmu dari belakang, ternyata itu Keiji yang baru pulang dari Kantor. la meletakkan dagunya di bahumu.
"Tidak usah heran jika itu mirip denganmu, aku memang sengaja membuatnya semirip itu denganmu. Mirip dengan Heroin dari cerita itu, kamu sangat cantik, baik dan sangat perhatian padaku, jadi aku sengaja membuatnya semirip mungkin denganmu. Dan juga, itu adalah tanda kalau aku mencintaimu, aku ingin kau abadi di dalam karyaku, begitu juga di hatiku. Ini mungkin lebay, tapi itulah isi hatiku. Terimakasih sudah mau menerima pria yang selalu memaksakan diri dan sering ovt ini, my Heroin."