Disiplin dan tenang bagaikan air sungai yang mengalir. Itulah first impressionmu pada seorang petani beras yang memiliki
tanah sawah yang lumayan luas di bagian Jepang selatan, di prefektur Hyogo, bernama Shinsuke Kita.
Berasnya terkenal dengan rasa dan kebersihannya, sehingga banyak toko nasi kepal sering memesan beras padanya.
Sifatnya yang kalem, disiplin, tegas, walaupun menyeramkan saat sedang marah, tapi dia tetap bisa bersikap lembut. Wajahnya memang biasa saja, tapi sifat dan perlakuannya bisa membuat para wanita berpikir "sangat cocok untuk dijadikan seorang suami" begitu mengenalnya.
Banyak wanita yang ingin menjadikannya suami, selain karena sifatnya, sudah dipastikan jika berpasangan dengan Shinsuke, sesuatu yang ditakuti oleh para wanita jika sudah menikah nantinya, bisa terhindari, apalagi kalau bukan "Patriaki"?
Menikah dengannya akan terjadi yang namanya 'kesetaraan'. Mau wanita ataupun pria, keduanya memiliki hak untuk saling membantu dalam berumah tangga, bukan hanya pihak perempuan saja yang dirugikan.
Pria juga bisa memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, intinya membantu mengurangi beban sang istri. Dan Shinsuke bisa melakukan itu. Bahkan dia berpikir, kalau itu sudah menjadi kewajiban seorang suami untuk membantu meringankan beban sang istri.Semua orang akan menganggap kalau wanita yang berhasil membuat hati dingin seorang Shinsuke Kita luluh adalah wanita yang sangat beruntung. Karena dia akan mendapatkan sosok pasangan yang perfect dan sudah cukup langka sekarang ini.
Dan kamu adalah wanita beruntung itu. Cukup simpel untuk membuat hati Shinsuke Kita luluh, kamu hanya perlu bersikap baik dan disiplin pada segala hal yang kamu lakukan, harus konsisten seperti dirinya. Itu sudah cukup untuk membuat Shinsuke terkesan dan jatuh hati padamu.
Kini di usiamu yang beranjak 22 tahun dan Shinsuke berusia 23 tahun, kamu bertunangan dengannya. Rencana dari pihak keluargamu dan nenek (wali) Shinsuke. Mereka ingin kalian menikah saat kamu menginjak 25 tahun.
Kini kamu sedang berjalan menuju sawah sambil membawa beberapa Tupperware berisi makanan sehat kesukaan Shinsuke, kamu ingin ke tempat calon suamimu yang tengah sibuk bekerja.
Kamu bisa melihat Shinsuke yang sedang mengusap peluh sambil menatap ke matahari. Seperti biasa, padinya kelihatan sangat sehat dan sangat segar.
Kamu memanggilnya dengan suara yang agak keras, Shinsuke yang mendengar itu langsung mendongak ke arahmu lalu mengulas senyum. Dia langsung berjalan ke arahmu.
Setelah dia sampai, kalian duduk di bawah pohon mengarah ke tanah sawah Shinsuke yang cukup luas, kamu menatap Shinsuke yang sedang memakan makan siangnya dengan lahap, tapi tetap bersih.
Shinsuke yang merasa seperti sedang ditatap langsung membalas tatapanmu dengan tatapan datarnya, dia langsung mengulas senyum.
"Terimakasih. Seperti biasa, masakanmu enak sekali. Enak dan sehat, aku sangat menyukainya. Sungguh, aku sangat beruntung bisa mempunyai sosok wanita sepertimu di sampingku, terimakasih sudah mau menerimaku.