Flower Pov
menstalker adalah hal yang mudah untukku, namun satu kelemahan ku adalah aku menyukai cewek! aku cewek dan yang aku sukai adalah cewek pula! bagaimana jadinya ini?
etss, tapi apakah menyukai cewek adalah suatu kelemahan? cewek itu adalah makhluk terindah yang ada dimuka bumi, aku pun cewek, namun tak merasa seperti cewek, huftt bagaimana ya mendeskripsikannya?
aku lebih tertarik dengan cewek cantik dari pada cowok ganteng, please lah, menurutku cewek itu lebih dari pada cowok.
terserahlah kalian mau menganggapku apa, aku tak peduli, wleeee.
aku menyimpan banyak foto cewek cantik di ponselku, mengagumi kecantikannya seseorang itu membuatku salting sendiri. aneh ya? aku juga menganggap begitu.
namun ada satu hal yang mengganjal dihatiku saat ini, seorang mas-mas penjual bubur dengan wajah cantiknya selalu menghiasai hati ku, apakah ia tak capek ya terus berlari dalam pikiranku?
jika aku tak salah ingat namanya adalah Rayhan, orang-orang memanggilnya mas Rey. nama yang cukup jantan menurutku, dia juga seorang pria yang pekerja keras dibalik wajah cantiknya.
aku baru sekali pergi ke tempat ia berjualan namun ia sudah sering sekali pergi ke hatiku, di sela kesibukanku mengerjakan tugas skripsiku aku pergi lagi menuju kedai buburnya.
seperti biasa kedai ini selalu ramai terutama ini kan pagi hari, banyak orang dong pastinya ingin makan bubur.
sepertinya aku sudah lama tidak menstalker orang, dan sepertinya mas Rey ini adalah orang yang cocok untuk aku stalker saat ini.
"mas buburnya satu ya, dibungkus aja" ucapku, ku menunggu pesananku disamping gerobak buburnya, sambil tidak lupa memperhatikannya yang masih telaten menyiapkan bubur pesanan tentunya.
"oke mbak, mohon tunggu ya"
"ya mas"
ia cukup serius, sekarang orang-orang yang tadi memesan sudah berkurang, aku memang sengaja memesan terakhir biar bisa diladeninya terakhir pula, biar sepi dulu gitu loh...
"mas udah lama jadi tukang bubur?" tanya ku pdkt dikit, hehehe, Mungkin dia berpikir aku hanya basa-basi padanya.
"iya mbak" ucapnya skenanya.
"jadi tukang bubur aja mas?"
"nggak si mba pagi aja jadi tukang bubur mah, itung itung nambahin penghasilan lah"
aku mengangguk-angguk kepalaku.
"buat siapa mas kerja keras kek gini?" tanya ku memancing. ceritanya sih ingin tahu dia udah ada pawang atau belum.
"buat orang tua lah mbak, hahaha"
"Oalah kirain buat istri, anak gitu"
"istri ya? blum lah tapi calon si udah ada"
yahhh, patah hati nih?
"tau gak siapa mbak?" tanyanya tiba tiba.
"siapa?"
"mbaknya"
eee-eh? jadi patah hatinya gak ya?
.......end gusy!