About you
18 Juni 2022, saat itu sang puan sedang menari menikmati seni yang terus mengalir di dalam jiwa dan raga nya. Lalu sesaat setelah sang puan menari, ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Fargo. “Hei, kemarilah” ucap nya. Lalu dengan penasaran sang puan mendatangi laki-laki tersebut, “Ada apa?” ucap sang puan dengan rasa penasaran nya. “Apakah aku boleh meminta nomer ponsel mu?” tanya laki-laki tersebut, dengan rasa yang semakin penasaran sang puan pun menjawab “Untuk apa engkau meminta nomer ku?”. Fargo pun menjawab “Ada seorang lelaki yang mengingin kan mu, namun ia malu untuk mengungkap kan nya secara langsung, jadi aku adalah perantara nya” jawab laki-laki tersebut. Sang puan sangat terkejut mendengar jawaban dari Fargo tersebut, ia tidak percaya bahwa ada yang mencintai nya. “Baiklah, aku mengijinkan mu untuk meminta nomer ku” akhirnya sang puan pun memberikan nomer ponsel.
Disaat sang puan sedang berbincang dengan teman sebaya nya, ia dihampiri oleh sekelompok perempuan remaja yang setingkat lebih tua dari sang puan. Tentu saja sang puan terkejut dengan kedatangan mereka. Lalu, salah satu perempuan itu menyampaikan bahwa sang puan di cintai oleh laki-laki tersebut, serontak sang puan terkejut mendengar kabar bahwa ia sedang di cintai oleh laki-laki yang ia tidak pernah kenal.
Setelah satu tahun sang puan bertemu dan saling kenal dengan laki-laki tersebut akhirnya laki-laki itu menyatakan perasaan nya dan meminta sang puan untuk menjadi kekasih nya. Dan sang puan menerima ia menjadi kekasih nya.
Badai terus menghantam hubungan mereka, badai itu belum berlalu juga sampai sepasang kekasih tersebut lelah dan memutus kan untuk menjauh sejenak, sang puan menangis di setiap malamnya dan laki-laki tersebut pun menangis setiap malam nya. Sepasang kekasih tersebut memikirkan apakah mereka akan bertahan sampai badai berlalu dan langit berubah menjadi cerah?, apakah mereka sanggup menunggu badai itu pergi?, akan kah sepasang kekasih itu mengakhiri hubungan nya karena badai yang terlalu kencang?. Perkataan itu terus terlintas di benak pikiran sepasang kekasih tersebut, seakan akan mereka dihantui dengan perkataan tersebut. Akhirnya laki-laki tersebut berani untuk memohon maaf terlebih dulu agar badai itu pergi, akhirnya sang puan luluh dan memaafkan laki-laki itu. Akhirnya badai yang besar itu sudah berlalu, kini langit sudah cerah, burung-burung berkicauan dengan nada yang bahagia, dan pelangi pun muncul.