Selama hidup dari kecil hingga usia yang hampir menginjak 35 tahun ini hidup semakin kesini semakin terasa tidak adil jika d ingat-ingat dari fase fase dimana cacian hinaan yang selalu di dapatkan..
Bahkan tak pernah ada kalimat beruntung itu terselip... Dari saat menemukan lelaki yg baik itupun juga bertahan selama kurang dari 3 tahun karena dia sudah di panggil sang Pencipta dengan menitipkan bidadari cantik.. Sendri kurasa baik baik saja karena aku berfikir sudah mempuyai seorang bidadari kurasa aku tak membutuhkan seorang pendamping lagi.
Namun prinsip itu hanya bertahan selama kurang dari 4 tahun.. Karena saat itu aku mengenal seseorang yang aku rasa dia baik.. Dan dia bisa meluluhkan benteng yang ada pada diriku. Setelah melalui pemikiran yang matang akhirnya aku mau menikah dengan nya..
Masa tunangan pun usai di gelar..
Dan tak menunggu beberapa lama pun akhirnya pernikahan kedua ku pun terlaksana dengan mendekati kata sempurna..
Namun naas nya setelah usia pernikahan mengajak di angka 1 tahun seakan akan dunia berubah dia yang aku pikir baik ternyata seorang bajingan yang handal.. Tak pernah ada hal baik darinya..
Baik itu pemabok penjudi pemakai namun aku masih bisa mentolerir itu semua karena aku berfikir jika aku berdoa dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN suatu saat nanti pasti dia akan menjadi baik namun di sela doa yang aku lantunkan TUHAN semakin menunjuk kan sifat aslinya yaitu dengan d dtangkan beberapa perempuan yang selama ini dia ajak main d belakang ku..
"Aku sakit Tuhan... Bukan ini jawaban yang aku minta atas doa doaku yang aku lantunkan padamu"
Namun sejenak aku berpikir kembali karena kita juga sudah d berikan buah hati jadi aku memberi maaf untuknya dengan janji dia akan berubah..
Sujudnya di kakiku ku Terima meski hati ini tercabik-cabik rasanya... Namun apalah daya aku tak mau anak aku mempunyai keluarga yang broken home..
Seiring berjalan nya waktu dia mengajak untuk membuka usaha.. Namun dia tidak ada modal jadi terpaksalah aku menjual tanah aku untuk modal bisnis kita..
Saat bisnis sudah mulai berjalan dengan lancar.. Dia dengan mudahnya membawa wanita lain lagi dalam rumah kami yg di mana wanita itu adalah seorang LC.. Namun kali ini aku berusaha mengabaikan dan aku fokus pd bisnis yg kita rintis..
Sampai saat aku mendengar dia pulang dr minum sama wanitanya dia mengalami kecelakaan yg mengakibatkan muka nya terdapat banyak goresan luka dan kakinya yang patah sebelah..
Awalnya dia tidak mengakui jika dia jatuh bersama wanitanya.. Pengakuan dia adalah saat dia pulang dari mengantar barang motornya di srempet mobil.. Aku pun percaya padanya dan aku obati semua luka lukanya setiap pagi siang malam aku selalu merawat nya namun setelah dia sembuh TUHAN menunjukkan kebohongan nya lewat sebuah inbox d FACEBOOK dari si wanita yang menanyakan kabar nya apakah dia sudah sembuh dari lukanya.. Di situ bagaikan di hantam badai petir kembali hati ini.... TUHAN KENAPA SEPERTI INI KEBENARANNYA.. KENAPA DIA TIDAK PERNAH BISA JUJUR PADAKU.. PADAHAL AKU SELALU JUJUR PADANYA DALAM SEMUA HAL.. BAIK ITU DARI HAL YG TERKECIL SEKALIPUN.. pertengkaran pun tak terhindarkan waktu itu sampai orang tuanya pun ikut turun tangan untuk menenangkan diriku agar aku memberi maaf untuknya.. Setelah berfikir keras diriku hatiku berkata.. KUATLAH INI UJIAN HIDUPMU JANGAN SAMPAI RUMAH TANGGAMU HANCUR..
Dan lagi aku pun memaafkan nya..
#seiring berjalan nya waktu di saat pernikahan menginjak 3 tahun dia berubah lagi.. Pamit mau pergi nglayat ke rumah teman ternyta dia pergi ke tempat karaoke dan rebutan wanita di sana.. Hingga kepalanya di timpuk pakai kursi hingga mendapatkan 19 jahitan d kepalanya.. Di situ aku tak banyak bertanya tugasku hanyalah merawat luka di kepalanya.. Selebihnya aku serahkan semua pada TUHAN..
Dan sampai lah di titik di mana dia main perempuan lagi lagi dan lagi hingga aku merasa lelah.. Karena kali ini jika aku bertanya yang aku dapatkan hanyalah sebuah pukulan atau hantaman dr benda benda yang ada di sekitarnya.. Bahkan anak anak pun tak luput dari kemarahan nya.. Ada pada suatu ketika dia tendang anak aku bahkan ada kalimat yang dia mau menjual anak aku yg baru berusia 3 tahun.. Di situ hatiku tercabik cabik kembali... Kenapa bisa seprti ini
. Kenapa tidak pernah ada kebahagiaan yang aku Terima dari mu ya TUHAN..
Sampailah pada titik di mana dia kembali main wanita lagi lagi dan lagi yang di sertai dengan minum judi serta pemakai an .... Namun wanita dia kali ini teramat sangat licik.. Licik dan licin.. Dia manfaatkan dirinya hingga semua yang aku punya habis tak tersisa.. Baik itu mobil motor atau yang lainnya... Bahkan wanita itu dengan terang terangan selalu meneror aku setiap saat dan setiap waktu.. Akan tetapi aku selalu mengabaikan pesan pesan yang di kirim oleh wanita tersebut. Dan setelah beberapa saat wanita itu tidak lagi mengirimkan pesan padaku.. Ku aktifkan mode Detektif ku.. Tak butuh waktu lama aku mendapatkan alamat kontrak an yg mereka berdua tempati dimana waktu itu kontrakan itu yang seharusnya aku beli namun gagal karena aku ada sebuah kejanggalan di hatiku.. Dan benar saja ternyata rumah itu mreka berdua yang menempati..
Ku ajak anak anak aku untuk pergi melihat kesana dengan tujuan jika aku bertemu mereka berdua aku tidak kan mengajak mereka berdebat atau meributkan sesuatu hal..
Melainkan jika aku bertemu mereka maka hal yang akan aku lakukan adalah memberikan dia kepada dirinya karena aku sudah lelah dan capek...
Akan tetapi setibanya saya di sana bukan sambutan baik yang aku Terima.. Si wanita kabur lewat pintu bekakang dan dia marah marah sama aku hingga aku pun di pukul dan di tendang di tempat itu.. Anak aku yg besar yang ingin menolong ku pun tak luput dari tendangan nya... Namun saat aku melihat anak aku terjatuh karena di tendang olehnya aku pun berdiri dan ku tarik rambutnya lalu aku bentur bentur kan kepalanya ke dinding di belakang pintu saat itu yang ada di pikiran ku jika bukan aku yang mati ya pasti kamu yang mati.. Namun aku terhenti ketika si kecil menangis dengan sang kakak yg menahan sakit di punggungnya.. Aku abaikan dia yg sedang kesetanan karena ingin membalasku lagi namun aku lontarkan sebuah ancaman padanya dimana jika dia berani menyentuh diriku lagi maka akan habis rata semua nya dan tak akan aku biarkan tersisa di situ dia terdiam.. Lalu ku peluk anak anak ku di antar lah pulang olehnya namun dia sempat keluar dan mencari wanitanya tadi.. Dalam hatiku berkata SEGITU SAJA NYALI WANITAMU ITU KENAPA SAAT DI CHAT WA DIA BEGITU AROGAN NAMUN SAAT AKU INGIN AJAK BERTEMU DIA TAKUT DAN LARI DULUAN.. Memang terdengar sedikit konyol tapi yaa emang itu yang terjadi..
Aneh nya dan bodohnya aku.. Aku lalui itu semua sndiri tanpa ada satu keluargaku pun yang tahu di pikiran ku dan hatiku seandainya papaku masih hidup mungkin kamu tidak akan bisa selamat dari amarah papaku yang dimana kau buat menderita anak perempuannya ini..
Air mata terus mengalir tanpa aku minta..
Dan sampai lah di rumah.. Dan perdebatan kembali terjadi lagi dimana saat aku meminta dia untuk menceraikan aku dia tidak mau malah membawa semua surat " Penting yang ada.. Di situ jiwa psikopat ku muncul ku ambil pisau yang sangat tajam dan tangan ini ingin sekali mencabik cabik dirinya yang sudah membuat aku sakit seperti ini.. Namun saat aku ambil pisau itu dan ingin menusuk dirinya tetangga tetangga pun datang untuk memegangi tanganku yang telah terdapat sebuah pisau di tangan.. Namun satu hal yang aku ingat dia menantang ku yg dimana semakin dia menantang jiwa psycoku semakin bergelora tetapi pisau yang ada d tangan ku bisa d ambil oleh beberapa orang yg memegangi diriku..
Saat aku tersadar dan di bangunkan oleh tetangga sekaligus temanku di peluknya aku sambil dia berkata AKU TAU SAKITMU BAHKAN KAU MASIH BISA BERSABAR SAMPAI TAHAP INI KUATLAH YA SAYANG KAMU WANITA HEBAT aku rebahkan kepalaku di bahunya dan aku pun menangis sejadi jadinya sambil berkata KENAPA TUHAN JAHAT SAMPAI SAMA AKU.. SALAHKU APA..
Setelah bebarala hari dia meninggalkan diriku.. Tiba tiba dia pulang kembali dengan alasan kangen sama anak aku bilang sma dia tidurlah di kamar tamu karena kamu bukan suamiku lagi. Dia pun mengiyakan aku pikir dia benar benar kangen sama anak nya tapi begitu pagi datang aku cari HP d sebelahku pun tidak ada begitu juga motor yg susah payah aku beli dari hasil keringat ku pun juga tidak ada.. Aku pun lari ke kamar tamu dan benar saja dia pun juga tidak ada menghilang dengan motor dan HP yg baru aku beli tadi.. Ya Tuhan sungguh sakit sakit dan sakit...
Di situlah aku belajar mengikhlaskan semua.. Mungkin Tuhan memberi aku pinjaman fasilitas nya sampai sini sja.. Aku pun terdiam selama kurang lebih hampir dua bulan tak pernah keluar dari rumah dan hanya berada d dlam kamar saja sampai saat aku mendengar kabar jika dia masuk bui dengan luka tembak di kakinya karena sudah melakukan tindakan pidana curanmor serta penggelapan mobil.. Di situ aku kaget sebenarnya kasian tapi rasa sakit yang aku trima jauh lebih hebat dan dahsyat jadi hilanglah rasa kasihanku itu.. Dan tiba tiba saudaranya datang memberi kan surat surat ku yang sudah di bawa kabur olehnya.. Dan di situlah akhir nya aku menyewa seorang pengacara untuk mengurus semua nya.. Aku kira semua akan berjalan mulus namun ternyata penuh dengan dramanya yg minta maaf lah apa lah ini lah itu lah.. Namun hatiku sudah membatu dan tak ingin memberikan maaf lagi untuknya dan DONE mau tak mau semua harus terselesaikan..
Begitu semua slesai tibalah saatnya aku kembali pulang ke rumah orang tuaku..
Saat aku pulang ibuku benar benar kaget karena beliau smaa sekali tidak tahu dengan apa yang telah terjadi padaku.. Satu hal sesampai nya di rumah yang aku lakukan adalah ku sujid di kaki ibuku dan aku minta izin untuk ke makam papaku.. Di malam papaku lah aku luapkan semua nya.. Sampai saat aku tidak tau adek aku menyusul ku dan mngjak aku pulang dia bilang dr siang smpai hampir magrib aku tak pulang pulang.. Dan masuk lah aku ke kamar ku tanpa sepatah katapun hingga akhirnya ibuku bertanya pada anak ku dan benar saja ku dengar tangisannya sambil berjalan ke kamarku dan di peluk lah aku.. Dr malam sampai pagi
Satu bulan lebih aku berada d dlam kamar yg aktivitas hanya tdur dan k kamr mandi bahkan untuk makan pun harus d paksa oleh anak anak ku.. Dan tibalah temanku datang masuk ke kamarku di peluk nya aku ku cerita kan sepenggal kisahku dan yaa kita menangis bersama.. Dia kuatkan aku di tariknya aku ke kamar mandi di sodorkan handuk dan di suruhlah aku berdandan.. Dannn dann tibalah aku d ajak party sma dia yg mana ngrokok minum alkohol yg sudah lama tak aku sentuh saat itu aku menyentuhnya kembali..