"Ku mencintaimu lebih dari apapun.
Ku mencintaimu sedalam dalam hatiku."
-------
Suara itu terdengar lagi di telinganya.
Menyadarkan Sunny dari lelapnya.
Sunny membuka matanya.
Mengerjap menyesuaikan cahaya sekitarnya.
Brugg. Sebuah bantal menghantam tepat wajah Sunny.
"Hey Bangun Pemalas! Kamu bangun sesiang ini!
Cepat buatkan kami sarapan!" perintah Jenny di pintu kamar Sunny.
"Ya..Aku akan kebawah segera." ucap Sunny pelan.
"Jangan lama-lama!Aku dan Ibu sudah kelaparan!"
Sinis Jenny sambil meninggalkan kamar Sunny.
Sunny menghela nafas berat.
"Kalau kalian lapar,Kenapa tidak membuat sarapan sendiri?!" gumam Sunny kesal.
-----
"Ini ,Bi..." Sunny menuang saus kari di piring Bibinya.
Bibi Jane.
Lalu menuang sisanya ke piring Jenny.
"Dan ini untukmu Jenny."
Sunny langsung menuju wastafel dan mencuci wajan penggorengan dan menaruhnya di atas meja dapur.
Bibi Jane dan Jenny makan sambil mengobrol asik.
Sunny memegang perutnya.
Terakhir dia makan cukup layak adalah malam kemarin lusa.
Sejak itu Sunny hanya memakan sepotong biskuit kecil dan minum air.
Sunny menelan ludahnya melihat makanan di meja.
Ada setumpuk roti dan nasi.
Juga Kari di piring Bibi Jane dan Jenny terlihat sangat enak.
Sunny sama sekali tidak mencicipi masakan tadi .
"Apa?Kamu mau?" hardik Jenny.
"Makanya kerja yang bener!Jangan bangun kesiangan kaya tadi!"
Sunny mengalihkan pandangannya dari melihat Jenny.
Dia enggan berdebat.Dia tahu pasti Jenny bangun lebih pagi dari Sunny kali ini karena apa.
"Hey..Kenapa kamu melotot seperti itu?Kamu lapar?" Bibi Jane bertanya keras.
Sunny mencoba tersenyum."I..Iya Bi..Aku..Lapar sekali."
"Kapan terakhir kamu makan nasi atau roti?" tanya Bibi Jane serius.
"Malam...Malam kemarin lusa,Bi."
"Astaga...Aku hampir lupa...Baiklah.
Jenny!Ambilkan Ibu piring di lemari." pinta Bibi Jane.
Setelah Jenny menyerahkan piring ke Bibi Jane.
Bibi Jane menuang 3sendok nasi,Sepotong roti,dan 1 sendok kari dari piringnya ke piring baru.
"Ini!Makanlah!Aku tidak mau ada yang mati dirumahku!" Bibi Jane menyodorkannya ke tepi meja.
Sunny memandang makanannya sedih.
Mengambil piringnya.
"Hey!Jangan makan disini!Aku tidak tahan melihat wajahmu lama-lama!" usir Bibi Jane.
Sunny berjalan menuju kamarnya.
"Ohya, Sunny! Kami berdua mau ke kota ada Black Friday!Kami mau belanja.! Kamu jaga rumah ya!"
suara Jenny terkekeh.
"Mhm.." gumam Sunny singkat.
Ya...Beginilah.
Setiap Black Friday datang.Sunny akan ditinggal.
Bibi Jane adalah adik Ibu Sunny.
Entah kenapa Sunny hanya tahu dia dirawat Bibinya.
Kemana Ayah dan Ibunya.
Dan Suami Bibi Jane pun Sunny tidak tahu.
-----
"Ah!!" Sunny berdiri tegak setelah meletakkan ember makanan kuda di depan Max.Kuda milik keluarganya.Ya..setahu Sunny..Max ini milik keluarganya.Bibi Jane hanya bilang begitu.
"Hai Max!" Sunny menepuk Max pelan. "Ayo makan!"
Sunny menuang makanan Max di hadapan Max.
Setelah selesai membersihkan kandang.
Sunny keluar dan duduk bersandar ke pohon.
Memegang perutnya yang masih lapar.
"Hey.. Jangan protes!Kamu harus bersyukur setidaknya nikmatilah makanan ini untuk 3hari kedepan.Karena ya Bibi Jane dan Jenny tidak akan kembali kurang dari itu." Sunny bicara pada perutnya.
Krrsskk..
Sunny menoleh ke belakang.
Tidak ada siapa atau apapun.
"Oh.." Sunny menemukan beberapa lipan di dekatnya.
Ya kelabang hitam sebesar lengannya berjalan di dekatnya.
"Hai... Kemarilah.." Sunny menyodorkan tangannya berusaha mengelus kelabang paling dekat tangannya.
"Apa kalian lapar?Tapi..Aku tidak punya makanan untuk kalian..Hm?Kalian bisa mencari makan sendiri?Baiklah..." Sunny melambaikan tangannya.
Lipan lipan itu menjauhi Sunny.
Terdengar suara merdu nyanyian itu lagi.
"Ku mencintaimu lebih dari apapun.
Ku mencintaimu sedalam dalam hatiku.."
Sunny berdiri mencari asal suara.
Namun nihil.
Tidak ada apapun atau siapapun.
"Ah..." Sunny kini menemukan beberapa kalajengking berjalan ke arahnya." Kemarilah!" Sunny menunduk mengambil 1 kalajengking dan menaruhnya di telapak tangannya."Kamu dan teman temanmu kenapa kemari?Hm?Lapar?Ah..Aku tidak punya makanan..Hmm tunggu sebentar.Kalaupun kamu memakanku,Dagingku tidak banyak."
Sunny mengelus lembut kalajengking di tangannya.
"Kamu mau turun?Baiklah.Kalian mau pergi?Apa kalian tidak mau menemaniku sebentar?Tidak?Ok..Dadah.." Sunny duduk kembali bersandar.
Mata Sunny terpejam.
Tidur atau pingsan karena terlalu lapar atau lelah .
Sunny juga tidak tahu.
--------
Sunny membuka matanya.
Cahaya masuk benar-benar menyilaukan matanya.
Ini bukan kamarnya! Kamarnya tidak pernah seterang ini!
Dan ya..Tadi dia didepan kandang kuda juga cuaca mendung.
Sebentar.Tadi dia di kandang kuda dan dimana dia sekarang?
"Kamu sudah bangun?"
Sunny menoleh ke samping.Seorang pria menawan berambut putih mempesona.Duduk di samping tempat tidur.
"Ini kamarku.Maaf aku membawamu kemari.Aku panik tadi kamu pingsan di dekat pohon."
"Aku pingsan?"
"Ya."
"Seharusnya kamu biarkan aku mati membusuk disana!Aku harus pergi!" Sunny bangun dari rebahnya.
"Tidak!" Pria itu berdiri.
Sunny memandang Pria itu tegap disebelahnya.
Pria itu tinggi menjulang dihadapannya.
Mungkin sekitar 2meter tingginya.
Sunny menyeringai getir.
"Aku bahkan tidak tahu namamu.
Untuk kepentingan apa kamu membawaku kesini."
"Ahh itu..." Pria itu tersenyum canggung menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Karena..Kamu adalah belahan jiwaku."ucapnya.
"Namamu?"
"Aku Mocca." Pria itu mengulurkan tangannya.
Sunny melihat tangan kekar Mocca lalu menatap mata Mocca. "Menggemaskan.."
"A.. Apa?Namaku?Ya...memang namaku terdengar lucu pasti.."
Sunny menggeleng. "Bukan itu.Maksudku.Kamu.Kamu yang menggemaskan.
Kedua pipimu membulat ketika tersenyum.Dan berkilau memerah.Kamu benar benar.. Menggemaskan.."
"Oh..Ah..Terima kasih.."
"Jadi.." Sunny kembali serius." Soulmate?Belahan jiwa?"
"Itu..Aku juga tahu belum lama.
Kamu lihatlah.." Mocca mengangkat jari kelingkingnya. Menggerakkannya berputar."
Sunny merasakan ada tarikan di sekitar tangannya.
Benar saja.Ada benang merah tersambung antara jari kelingkingnya ke kelingking Mocca.
"Bagaimana ini bisa?"
Mocca tersenyum. "Kamu mendengar suaraku beberapa hari terakhir ini bukan? Aku juga baru menemukanmu belum lama.Dan hari ini adalah ulang tahunmu ke 20 bukan?"
"Lalu?apa peduliku?Toh tadi aku hampir mati.
Biarpun mati di hari ulang tahunku atau kapanpun.
Tidak ada yang peduli."
Mocca maju mendekati Sunny.
"Apa kamu tahu,Aku makhluk apa?Bisakah kamu menebak?"
Sunny tertawa kecil. "Apa?Vampir?Manusia serigala?Jin?Iblis?Apa sesuatu yang menyeramkan?Kamu tidak akan menakutiku.Dan aku tidak akan takut. Bibiku lebih menyeramkan daripada apapun."
Mocca memeluk Sunny." Sunny maafkan aku.Aku baru menemukanmu.Aku sungguh berusaha mencarimu tapi baru mendapat kabar kamu disekitar sini sebulan ini.Dan aku tidak dapat menolongmu di rumah Bibimu.
Bibimu menaruh mantra di rumahnya."
"Mocca..Jadi .. Kamu ini apa?" suara Sunny dari dalam pelukan Mocca.
"Aku adalah penjaga.Mulai malam ini kamu akan melihat wujudku.
Aku akan tidur di sampingmu."
"Mmm?" Sunny memandang Mocca dengan pandangan heran menolak seolah bilang 'Mau apa,Hah?'
Mocca tersenyum lebar." Hey...Kita tidak akan melakukan apapun.Hanya tidur!Aku janji!"
-------
Malam sudah larut.
Sunny setelah makan malam tadi,Dia tidur lelap sendiri.
Kini Sunny terbangun mendengar keras suara nafas seperti menggerung.
"M..Mocca.." Kamar begitu gelap.
Sunny bangkit dari tidurnya beranjak menyalakan lampu.
(((Diam!))) suara menggema di ruangan.
"Mocca!Kamu dimana?" Sunny mencari.
(((Sunny.Sebentar.Aku sedang berusaha mengontrol diriku!)))
Sunny akhirnya menangkap sesosok makhluk di sudut ruangan.
Separuh kuda separuh..manusia.
Bertubuh kuda tapi dari dada ke kepala jelas manusia.
"Centaurus!" suara Sunny tercekat.
"Kamu tahu Centaurus?"
"Aku tahu.Aku suka membaca astrologi.Dan ada mitos jika Centaurus adalah makhluk yang bersatu dengan bintang."
"Apa kamu takut sekarang?"
Sunny maju menyentuh tubuh hingga wajah Mocca.
Menggeleng terpukau." Aku memuja mereka.Aku mencintaimu,Mocca!"
Sunny memeluk Mocca " Bawa aku!Jauh dari Bibi Jane dan Jenny!Aku muak dengan mereka!" Sunny menangis tersedu.
"Pasti Sunny.." Mocca mengelus lembut rambut panjang ikal Sunny. "Kamu mulai sekarang akan tinggal disini.Kita bicara dengan bintang bersama."
-------
Black Friday hari terakhir.
Mocca mengajak Sunny berjalan-jalan.
Siang hari dengan tubuh manusia menjulangnya merangkul Sunny yang hanya setinggi dada Mocca.
Mereka di pasar lokal dekat bukit tidak jauh dari rumah.
Sunny melihat lihat aksesoris.
Dug Brugg!
Sunny menabrak seseorang dari belakang.
"Siapa sih?Apa kamu tidak punya mata?!" keras suara seorang wanita.
Sunny membalikkan tubuhnya menghadap pemilik suara.
"Sunny?! Ngapain kamu disini?Mau belanja?Memangnya kamu punya uang?" sinis suara Jenny.
"Sunny Sayang?Ada apa?" Mocca muncul dari belakang Sunny.
Sunny hanya menggeleng enggan Mocca ikut campur.
Namun Mocca sudah mendapati tatapan mata Jenny yang memandang Mocca terpesona.
Mocca tahu suara Jenny yang sering berteriak ke Sunny.
"Jenny!Kamu darimana saja?Ngapain disin.." Bibi Jane datang dan menoleh terkejut melihat Mocca berdiri di depan Sunny.
"Kamu! Bagaimana kamu bisa disini?" Bibi Jane menunjuk Mocca.
Mocca menyeringai lebar." Apa Bibi takut aku membocorkan apa yang Bibi lakukan ke Sunny?"
Bibi Jane menarik tangan Jenny." Kita harus pergi!"
Sunny menghalangi langkah Bibi Jane." Bibi mengenal Mocca?"
"Tidak Sunny!Bibi Jane tahu aku 'apa'." ucap Mocca singkat. "Dan dia juga tahu Ayah dan Ibu kamu dimana?dan....'apa'!" tambahnya.
Sunny memandang Bibi Jane tidak percaya.
"Jadi...jelaskan padaku!"
"Hey kamu!" Bibi Jane menunjuk Mocca. "Kami menjauh dari kamu dan kaummu!Kenapa masih mengejar kami?"
"Karena kamu membawa sesuatu berharga milikku!" Mocca berkata tegas.
"Bibi!Jelaskan padaku!" Sunny berkata mulai mengancam.
"Ok!Aku akan katakan.Sunny!Jadi ayahmu adalah peneliti Centaurus! Dan Ibumu adalah Centaurus."
"Berarti Bibi..."
"Ya.Aku juga adalah Centaurus! Aku menculikmu dari Ibu dan Ayahmu karena semua lebih menyayangi Kakakku.Ibumu!Sellina!Benar benar membuatku terasing!Lalu akhirnya aku mengasingkan diriku dan membawamu untuk kujadikan budakku!Hahahaaa"
(((Kalian keluarlah!!))) Gema suara Mocca.
Sunny memandang sekeliling.
Serombongan Centaurus sudah memutari mereka.
"Tidak! Setidaknya kalian bayarlah biaya aku membesarkan si tidak berguna 'Sunny' itu! Dia sama menyebalkannya seperti Ibunya!" Bibi Jane meracau.
"Diam kamu,Jane!" pemimpin pasukan Centaurus melibat Bibi Jane dengan tali.
Jenny pun ikut diikat dan di bawa oleh pasukan.
"Terima kasih Mocca!" pamit pemimpin pasukan.
Mocca hanya mengangguk.
Lalu melihat Sunny tubuhnya bergetar.
"Mocca..Ayah..Ibuku...masih hidup dan...Mereka adalah..."
Mocca merangkul bahu Sunny.
"Aku tahu dimana mereka berdua.Aku akan antar kamu kesana!"
Sunny memandang Mocca penuh terima kasih.
Memeluk Mocca erat." Terima kasih Mocca!Terima kasih!"
"Yakkk ini hari terakhir black Friday!
Jadi... dengan terbenamnya matahari di hari ini.
Resmi black Friday tahun ini...Kami tutup!!!" suara keras pengatur acara black Friday di pasar ini.
Sunny menghela nafas panjang."Aku tidak menyangka.
Black Friday pertamaku keluar dari rumah Bibi Jane.Akan semenarik ini..."
"Oh..ini baru 1 black Friday.Kita akan berkeliling dunia setiap tahun untuk memburu kemeriahan black Friday.Tapi akan ada hal hal mengagumkan selain kemeriahan belanja .."
"Hal hal menakjubkan apa,Mocca?"
"Kamu tidak akan bisa menebaknya!" Mocca tersenyum kecil mengecup pipi Sunny.
*****Selesai*****