Kenapa cinta itu bisa membuat kita itu bodoh?,kenapa cinta bisa membuat kita gelap mata?,kenapa cinta bisa membuat kita itu terlihat bucin?,kenapa kita membutuhkan cinta,cinta itu seperti apa sih,ada nggk bentuknya cinta,ada nggk sih realita ketika mencintai laki-laki yang tidak mencintaimu tiba tiba langsung mencintai kita dwngan waktu yang singkat?.
Terkadang aku sangat bodoh dalam hal cinta,apalgi ketika aku menyukai laki laki yang notabennya itu buruk di mata orang lain tapi karena aku terlalu cinta semua yang dia lakukan itu baik baik aja,benar benar aja.
Kenapa aku begitu bucin sih sampe sampw ketika aku di nasehatin oleh saudara kita,teman kita,bahkan temaanya dia yang lebih tau dari pada aku,aku tetap nggk peduli,apa sehebat itu ya ketika kita mencintainya hal apapun tidak akan pernah kita pedulikan.
Susah lama aku mengenalnya,dan sudah lama aku bersamanya tapi,aku merasa bahwa lerlakuanya selama ini tidak seburuk yang dibicarakan oleh orang orang,sampai akhirnya aku menikah dan memiliki satu anak laki laki,sifatnya mulai berubah,yang awalnya baik,penyayang,perhatian,tiba tiba cuek begitu saja,bahkan aku kaget melihat perubahanya,aku tidak lagi di lwdulikan ia seolah olah tidak memiliki beban,bahkan ia gampang sekali emosi.
Banyak cerita dan drama di dalamnya,mungkin dia masih menafkahiku tapi itu kurang,banyak sekali kebutuhan yang belum di beli karena kekurangan uang,ia tidak pernah peduli,esok mau makan apa gimana nanti saja,karena masih esok,tapi ketika aku menyuguhkan sesuai bajet yang ia berikan ia hanya menatap nya dan pergi begitu saja, begitu sakit hatiku ini melihat perubahan yang terlalu singkat.
"Dimakan dulu mas,nanti nggk enak."
Ini masakan mu,tidak adakah makanan yang lebih layak aku makan."sambil pergi dan membanting pintu.
"Kalo kamu mau makan yang enak,beri aku uang yang layak untuk membeli bahan bahan yang enak,daging ayam sekarang mahal,apalagi ikan,cuma ikan asin yang bisa aku beli,karena kamu tidak pernah memberikan uang belanja cukup,ini saja sudah Alhamdulillah aku masak."
"Halaah, kebanyakan drama kamu,kalo makan ini aku nggk mau,aku mau minta makan sama mbakku saja."sambil melengos pergi.
"Dasar nggk ounya malu,udah berumah tangga makan masih minta,nanti mau hilang apa sama mbak mu,hah."sambil teriak teriak.
Dia bukan nggk peduli sama aku tapi dia tidak pernah peduli dengan keluarga ku,bahkan keluarga nya saja tidak ia pedulikan ya tuhan ku,kenapa baru sekarang aku tahu sifatnya,sungguh sangat lelah dengan ujian ini ya Allah.
Anaku sama keras nya seperti ayahnya,ia tidak lernah mau makn jika tidak makan ayam,ayam swkarang mahal,kalo keseringan makan ayam tidak bisa bi bahan bahan untuk makan besok,atau buat kwbutuhan yang lain,sedangkan aku hanya di berikan ketika dia mwndapatkan gajih bulananya.
Ya tuhan aku sungguh tidak sanggup dengan apa yang sedang engkau uji ya Allah,ketika aku sakit,aku hanya ingin di perhatikan tapi ia hanya melihat ku dengan tatapan dingin dan pergi entah kemana,bahkan ia lebih membantu temanya yang sedang kesusahan dari pada mebantu ku yang sedang kesusahan,seburuk itukah aku dimatanya,apa yang membuat dia berubah.
Mau tidak mau,aku harus pergi danwncari pekerjaan agar bisa menyambung hidup,hidup jauh dari orang tua itu sangat susah tidak bisa mengadu dan tidak ada yang membantu kalo kita tidak berusaha sendiri,Ku mencari pekerjaan dari rumah kerumah dan untung nya ada yang membutuhkan jasa gosok,dan Alhamdulillah aku mau melakukannya,lumayan uang nya untuk membeli kebutuhan.
Walalun lelah aku melakukannya tapi aku hatus tetap bersyukur karena dengan Ku brryukur Allah akan mmeberikan nikmat untuk keluargaku,setiap pagi dan sore aku menghosok dari fumah kerumah ketika malam aku baru bisa istirahat, walaupun kadang hanya bisa dihadapkan dengan perasaan sedih,aku yang mendambakan laki laki yang bertanggung jawab ataskumalah kebalikannya,aku seperti tidak memiliki suami,ia hanya bisa memberikan uang paling banyak 400 ribu itupun untuk sebulan.
Mau tidak mau aku harus kerja untuk memenuhi kebutuhan,setidaknya aku bisa membeli kebutuhan dan pegangan untuk jajan nantitaoi ketika samlai tumah hanya perasaan dongkol,karena suami hanya bisa bersantai disat istrinya pulang malam,bahkan untuk sekedarengobrol dengan ku saja sangat enggan,mungkin aku tidak secantik dulu karena faktor ekonomi yang mendesaku untuk tidak membelinya.
7 Tahun susha aku menjalani berumah tangga seperti ini,lelah rasanya,perasaan cinta semakin lama semakin pudar ingin sekali rasanya bercerai denganya,tapi selalu di tolak
Ia bahkan tidak mau bercerai denganku,aku frustasi,aku sangat sangat tertekan, aku lelahwnjalankan pekerjaan mnejado tukang gosok aku juga ingin seperti yang lain,yang selalu dimanja,di perhatikan walaupun anak sudah banyak.
Tapi m lihat diriku,yang tidak terawat anak semakin lama semakin besar,butuh uang banyak untuk menyekolahkannya,belum jajannya yang semakin hari semakin banyak.
Ya tuhan ku bagaimana aku bercerai denganya dengan cara baik baik karena ia sama sekali tidak pernah kdrt,ia juga tidak melakukan sesuatu yang buruk dia hanya kurang perhatian,kurang peduli dengan ku dan keluargaku,ia hanya peduli pada dirinya sendiri,dia terlalu egois untuk menjadi seorang suami.
Padahal jika ia benar benar ingin berumah tangga dengan ku ia harus bertanggung jawab dengan kewajibannya
Tapi dia sama sekali tidak ada rasa pedulinya,makan harus yang enak,baju pun harus yang mahal,kenapa harus aku yang mengalah,kenapa aku tidak diberikan kesempatan untuk membeli keperluan ku,haru mengalah dan berpasrah, setiap hari selalu ada debat,membuat ku lelah hilang sudah rasa ini,hanya ingin pergi dan menjauh,hanya ingin merasakan kebebasan,itu saja yang ku minta ya Allah.