"AAAAKHHH... apa yang kau lakukan diara?" lia dan diara, dua sahabat yang sangat ceria dan gembira namun sekarang lia sedang disodorkan pisau oleh diara "Apakah kamu tidak tau lia? aku benar benar tidak suka mu " diara sambil senyum semiring saat itu "Apa! t-tidak suka maksudmuu" diara memegang tangan lia " biar ku beritahu salah mu " jawab diara yang sudah tidak tertahan emosi nya
"waktu itu dirimu pergi dengan zee tanpa mengajak ku? kau tau li, aku ini sangat gila dengan zee, dan seenakknya pergi tanpa memberitahu dirikuu lia! sungguh gila AHAHAHA! tapii untuk saat ini kau tidak bisa bertemu dengan zee karnaa... kauu lia dionara sahabat tercinta diriku AKAN MATI DI TANGAN KUU AHAHAHAH" diara menusuk perut lia hingga 8x tusukkan, diara benar benar gila cinta dan diburu oleh api cemburu,menyebabkan kebencian hingga terjadi pembunuhan dengan alasan tak logis.
" HAH... A-APAA aku...apa yang sedang aku lakukan.. Sahabat ku akkhh.. l-liaaa! maafkan akuu, lia bangun.. Maaf aku tidak bisa mengendalikan nyaa... Aku sangat menyesal dengan yang aku lakukan lia, lia mari bangun dan bersenang senang bersama" diara panik, tidak percaya dan menyesal atas yang dia lakukan, diara menggendong mayat lia yang sudah banyak luka tusukkan dan lebab diseluruh tubuh lia, diara menangis sambil berbicara pada mayat lia "Sahabat ku? kau tidak bergerak mau pun bernapas itu karna ku kan.. maaf aku salah karna ego dan cemburu yang tidak bisa aku, taklukkan.. aku menyesal lia.. "
Penyesalan memang selalu datang di akhir. Karena siapa saja yang menanam maka ia akan menuai hasil yang ditanamnya. Untuk itu, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan. Tamat