Hii selamat membaca...
ini adalah sebuah kisah, yang terinspirasi berdasarkan dari cerita nyata.
dahulu ada sebuah cerita mengenai pohon tua di sebuah tempat yang tak jauh dari desa, tempat itu bagaikan hutan kecil di sisi sawah.
di sana terdapat pohon tua yang sangat besar mungkin sudah ratusan tahun, namun tinggi dan besarnya tak pernah berubah.
suatu hari ada seorang pemburu yang tak tahu soal tempat angker itu padahal sudah banyak yang memperingati sebelumnya untuk hati hati dan jangan macam macam di sana.
namun karna dia bukan orang dari desa sekitar atau bisa di bilang orang asing yang ingin berburu di sana, ia seakan akan tak percaya akan kata para warga.
namanya sarmo, sarmo berasal dari desa p dia sering berkunjung kerumah temanya dan suatu saat diajak berburu di hutan kecil itu.
dulu disana masih banyak sekali hewan hewan yang sekarang sudah jarang terlihat. dulu bahkan sempat di temukan trenggiling burung bubut dan masih banyak lagi. namun sekarang sudah tak ada lagi.
singkat cerita Sarmo saat itu di ajak temanya berburu di sana, karna sarmo sngat penasaran dengan ucapan temanya itu dia pun mau diajak.
" ehh mo kita berburu ayam hutan yuk tuh di sono aku kemarin dapet dua ekor lo " ucap tarjo
" ahh yang bener lu masak sih ada Ayam hutan di sono,,? " tanya Sarmo
" ayo ikut aja nanti juga kamu tau sendiri,, tapi kita harus sopan ya nantinya soalnya ada beberapa tempat yang keramat di sana " jawab Tarjo sembari menepuk pundak Sarmo
mereka langsung menyiapkan senapan angin dan langsung menuju ke tempat tersebut, jarak dari desa kesana cukup jauh dan harus di tempuh dengan jalan kaki sekitar dua jam.
akhirnya mereka tiba di tempat tujuan dan terlihat tempat itu begitu hijau dan masih sangat alami.
" wahh seperti di Hutan aja aku,, lihat begitu hijau dan masih sungguh alami " ucap Sarmo
" mbah aku ijin masuk untuk berburu,, tolong jangan di ganggu. permisi,,,,, " ucap Tarjo
mereka langsung berpencar dan tarjo ingin agar Sarmo tidak jauh darinya, namun karna sangking asiknya berburu sarmo tak perdulikan ucapan Tarjo dan terus mengejar buruannya yaitu seekor ayam hutan yang begitu besar.
Tarjo akhirnya sadar temanya menghilang, dia pun langsung mencari sarmo karna takut terjadi sesuatu padanya.
" si sarmo kemana sih kog tiba tiba ilang gini " gumamnya
baru tiga langkah di berjalan tiba tiba terdengar suara anak kecil yang tengah asik bermain. dia mulai sedikit merinding tapi karna siang hari dia berfikir mungkin anak anak desa yang bermain di sana.
dan dia melanjutkan pencarian Sarmo, dia berusaha berteriak memanggil temanya itu.
tiba tiba langkahnya terhenti melihat seorang bocah dari kejauhan dia pun menghampiri bocah itu dan menanyakan di mana Sarmo.
" anu dek apakah adek melihat seseorang yang tadi lewat sini dia seumuran kakak " tanya Tarjo
namun anak itu tak bicara apa apa dan hanya diam saja, Tarjo sedikit kesal dan menghampiri anak itu.
" dek apa adek denger kakak bicara..? " ucap Tarjo mendekat ke anak itu.
Dek...? adek sedang apa sih ..??
dan tiba tiba anak itu menoleh kearahnya, Tarjo terkejut melihat wujud anak itu wajahnya seakan tak beraturan mulutnya di dahi matanya di bagian hidung sedangkan matanya berada di bagian mulut anak itu tersenyum kearah Tarjo.
Ahhhhhhhh hantuuu......!!!!
teriak Tarjo sembari berlari, dan tak sengaja menabrak sarmo.
BRUAKKKK....!!
" aduh... heh jo liat liat dong kalo lari..! " ucap Sarmo
" ehh maaf mo ayo kita pulang.. gua laper nih " ajak Tarjo
" hah aku baru seru serunya nih.. liat gua udah dapet dua ayam mo " ucap Sarmo dengan nada sombong
" iya iya gua kalah,, ayok kita pulang aku laper banget nih "ajak Tarjo
Tarjo mengiyakan ajakan Sarmo dan mereka pun kembali ke desa.
di perjalanan Tarjo tampak diam saja dia tak bicara sedikitpun.
" apa yang aku lihat tadi ya serem banget.. " dalam hati Tarjo, dan sampai di rumah Tarjo hanya duduk di depan rumah dan masih terus diam saja memikirkan hal itu.
" ehhh jo lu kenapa sihh dari tadi diem aja? " tanya Sarmo
" emm enggak kog ohh ya ayo makan dulu " ajak Tarjo
" oke.. gua udah laper banget nih.. oh ya tadi emak gua nelpon suruh pulang katanya ada acara dadakan, kayaknya gua mau langsung pulang aja deh jo.. " ucap sarmo
" ohh,, yaudah tapi makan dulu tuh udah di siapin emak gua sayang kalo gak di makan " ucap Tarjo
" oke oke .. " jawab Sarmo
saat makan Tarjo memberanikan diri menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya.
" ehh lu tadi dimana aja sih gua cari cari kagak ketemu " tanya Tarjo
" gua ngejar burung bubut tadi gede banget lagi " jawanya
" lu ngejar burung sampe lupa janji kita tadi.. udah di bilangin jangan pergi jauh jauh malah ngeyel..! " bentak Tarjo
" iya iya soory " ucap Sarmo
" gua tadi habis ketemu anak kecil wajahnya mengerikan pokoknya.. kayaknya gua udah kagak mau lagi kesono deh.. " kata Tarjo
" ahh cupu luu,, yaudah lain kali aku kesino sendiri aja " ucap Sarmo
Tarjo yang mendengar ucapan temanya langsung marah. " jangan mo pokoknya jangan.. aku nggak mau kamu kenapa napa lagian kamu udah dengerkan ucapan bpk ama tetangga gua tadi bilang apa. gua aja yang udah permisi ijin masuk masih di ganggu..! "
Sarmo tak menggubris ucapan temanya itu dan dia malah berfikir untuk kembali lagi kesana malam nanti karna biasanya malam lebih mudah berburu burung di sana.
" gua pulang dulu jo.. " ucap Sarmo
" oke hati hati ya.. " kata Tarjo sambil melambai tanganya
Malam harinya Sarmo menuju ke desa Tarjo lagi namun di minta diantar oleh temanya agar Tarjo tidak tau kalo Sarmo akan pergi kesana lagi.
" makasih brow.. besok jemput gua di sini ya " kata Sarmo
" oke.. telpon aja. bereti lu nginep di rumah temen lu nanti malam? " tanya Tarso ( temen Sarmo )
" iya lahh... dahh sampai ketemu besok ya " ucap Sarmo meninggalkan Tarso
tarso pun pulang sedangkan Sarmo langsung menuju hutan karna dia masih sangat penasaran dengan hutan itu karna masih banyak ayam hutan dan burung burung besar di sana.
dua setengah jam Sarmi berjalan namun tak terasa baginya karna semangatnya dan juga saat itu malam hari jadi tak begitu terasa capek.
waktu menunjukan pukul 09:30 malam. dia tak perduli dengan ucapan Sarmo dan dengan asik dia berburu di sana.
Sarmo terus berburu dan tar perduli di sampai di mana, tiba tiba dia melihat burung besar dan mencoba menembaknya. tapi entah mengapa burung itu terbang padahal sudah tertembak dadanya terlihat banyak bulu yang berterbangan yang mengartikan bahwa tembakan Sarmo tepat mengenai burung itu.
tanpa pikir panjang sarmo mengejar burung itu hingga tak sadar dia sampai di pohon besar di depan nya, Sarmo sedikit merinding saat itu.
" apakah ini pohon yang di bilang warga tadi ya.. pohon ini terlihat tua sekali " batin Sarmo sembari menyenter kearah atas dan terlihat banyak sekali burung di sana.
Sarmo Mulai membidik smsalah satu burung di atas pohon.
DOORRRR....!
seekor burung pun terjatuh, Sarmo yang tak mau lagi kehilangan buruannya langsung mencari tepat di mana burung itu terjatuh.
dia kebingungan karna burung itu tiba tiba menghilang padahal jelas dia melihat tempat jatuhnya burung tadi.
setelah lam mencari dia akhirnya menemukan burung itu dan mengambilnya.
" hahaha akhirnya ketemu juga.. mayan nih buat makan malam nanti " ucap Sarmo sembari mengambil burung tadi. tapi saat dia menariknya keatas dan melihatnya burung itu tiba tiba berubah menjadi potongan kepala seorang wanita.
HA HA HANNNTUUUU.......!!!!!
TOOLOOONGG..... .. .. !!!
Sarmo langsung lari terbirit birit.. dan hingga akhirnya dia menjumpai padang rumput luas bagaikan lapangan, nafasnya terengah engah.
setelah merasa sudah tenang Sarmo hendak pulang, dan menyesal karna tak mendengar ucapan dari warga sebelumnya.
namun saat Sarmo hendak kembali saat dia menengok kebelakang terlihat dua ekor macan yang tengah kelaparan sedang menuju kearahnya.
tentu yang dia lihat bukanlah macan sesungguhnya namun macan hantu penunggu tempat itu.
dia pun lari lagi dan melihat pohon di depanya, karna tak tau mau kemana dan macan itu semakin dekat dia akirnya memanjat pohon itu.
Sarmo berhasil memanjat pohon itu, nafasnya benar benar sudah tak teratur lagi.
karna takut akan di makan kedua macan yang masih menunggu di bawahnya dia memutuskan untuk tidur di atas pohon dan berharap keesokan harinya dia bisa kabur dari kedua macan itu.
Sarmo akhirnya tertidur namu hanya berselang 10 menit dia tidur tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya dari atas.
" wooee bangun lancang sekali kamu tidur di sini nak.!!! "
Sarmo pun kaget dia akhirnya terbangun dan melihat keatas. dan ..
AAHHHHHHHHHHH AMPUUUNNNN.....!!!!
karna kaget Sarmo terjatuh naasnya saat jatu sarni terhimpit batang pohon dan tewas secara mengenaskan di sana.
dan naasnya lagi Sarmo di temukan sekitar dua minggu setelah kejadian itu dengan keaadan yang sudah membusuk di kerumuni binatang sehingga para petani tak menyadari kalo ada mayat di atas pohon.
padahal tak jauh dari pohon itu adalah sawah salah seorang warga namun mereka tak mengetahui kalo ada mayat di sana. dan anehnya lagi pohon itu sebenarnya pohon mati yang hanya tinggal dua cabang satunya tinggi dan satunya tersambar petir.
penemuan itu sungguh menggegerkan warga sekitar dan Tarjo yang sangat syok melihat sahabatnya berakhir mengenaskan di sana.
Ingat cerita ini hanya karangan saya sendiri yang terinspirasi dari kisah nyata.
dan kalo ada kesamaan nama tokoh, latar tempat atau cerita itu hanya kebetulan saja.
terimakasih telah membaca.